
Lu Sun tidak ingin kedua istrinya khawatir, jadi dia sebisa mungkin bersikap santai.
Untuk menenangkan mereka berdua, padahal hatinya sangat terkejut, dalam beberapa hari saja mahluk itu bisa berubah menjadi begitu kuat.
Yang Lu Sun khawatirkan adalah bila mahluk itu mengundang kedatangan rekan-rekannya dari alam lain.
Itu bisa sangat merepotkan nya, yang hanya sendirian.
Sedangkan para pasukan jaman modern yang sangat mengandalkan ke canggihan senjata mereka Lu Sun tidak punya keyakinan.
Bila tiba saatnya mereka bisa dia andalkan, untuk membantunya mengalahkan monster-monster seperti ini.
Lu Sun tidak bisa berpikir terlalu banyak, takut Xue Yen yang pendiam dan perasa bisa merasakan kekalutannya.
Jadi sebisa mungkin dia bersikap ceria, saat mereka tiba di dekat danau.
Yang memiliki udara sejuk dan segar, berjalan santai sambil merangkul kedua istrinya di kiri dan kanan.
Akhirnya mereka memilih tempat yang teduh, untuk duduk menikmati semilir angin yang sejuk.
Saat mereka sedang duduk santai, terdengar suara ledakan yang mengguncang sekitar area mereka duduk.
Danau pun bergolak hebat dibuatnya, dentuman silih berganti terdengar, Lu Sun dan kedua Istrinya sadar ini pasti ledakan yang berasal dari Rocky mountain.
Dari tempat mereka sekarang tempat itu masih cukup jauh, tapi getaran nya bisa sampai kesini, ini menunjukkan kedahsyatan yang terjadi di lokasi sana pasti sangat hebat.
Tak lama kemudian terlihat sebuah titik hitam kecil dari tempat yang sangat jauh, sedang terbang menuju tempat mereka berada.
Tentu saja baik Xue Yen dan Giok Lan tidak menyadari dan dapat melihatnya.
Hanya Lu Sun yang memiliki daya pandang super, dia bisa mendeteksi itu adalah monster yang sedang di incar oleh pemerintah dan dirinya.
"Sayang kalian berdua secepat mungkin tinggalkan tempat ini, monster itu sedang menuju kesini."
"Aku akan menahannya kalian cepat pergi dari sini."
ucap Lu Sun tenang sambil mengeluarkan senjata legendaris nya.
Giok Lan mengangguk dengan sigap dia menarik Xue Yen meninggalkan tempat itu,
sambil berlari pergi Xue Yen menoleh dan berkata,
"Sun ke ke berhati-hatilah..!"
__ADS_1
Lu Sun tersenyum dan memberinya kode agar cepat pergi.
Setelah kedua gadis itu pergi, Lu Sun yang melihat sekitar lokasi wisata kini sudah sepi, sejak ada suara dentuman tadi para wisatawan lainnya.
Sudah berlarian meninggalkan tempat tersebut, kini hanya tersisa Lu Sun seorang.
Melihat hal itu, tanpa membuang waktu lagi, Lu Sun langsung terbang menyambut kedatangan mahluk itu.
Mahluk itu sangat terkejut saat menyadari, ada titik hitam yang sedang terbang menuju kearahnya.
Awalnya dia mengira itu adalah pesawat tempur yang menyerangnya tadi, tai saat semakin dekat.
Ketika menyadari yang datang adalah musuh yang pernah melukainya, dia hampir memutar arah melarikan diri.
Tapi dia sadar bila melarikan diri, dia pasti akan jadi sasaran empuk buat Lu Sun tanpa perlawanan.
Karena tidak punya pilihan lain dia pun tidak jadi melarikan diri.
Dia tetap terus terbang menyambut kedatangan Lu Sun.
Dia mengeluarkan senjata nya bersiap-siap menghadapi pertempuran mati-matian melawan Lu Sun.
Dari beberapa hari yang lalu, mahluk itu sebenarnya terus melepaskan sinyal ke angkasa, mengundang kedatangan teman-temannya.
Kini dia terpaksa berjuang seorang diri, menghadapi Lu Sun yang memiliki kemampuan mengerikan.
Begitu mereka dalam jarak 10 meter, baik Lu Sun maupun mahluk itu, sudah saling melepaskan tebasan senjata mereka kearah lawan.
Puluhan tebasan telah saling mereka lepaskan, bertukar serangan, jarak diantara keduanya pun semakin lama semakin dekat.
Saat sudah berada dalam jarak jangkauan senjata, kedua Senjata mereka mulai saling beradu.
Suara benturan senjata mereka menimbulkan suara ledakan dahsyat, dan gelombang kejut yang memenuhi udara.
Setelah mengalami ratusan kali benturan, pelan-pelan terlihat golok tipis mahluk itu mulai retak, bukan tandingan senjata Lu Sun.
Hal ini membuat mahluk itu harus sebisa mungkin menghindari benturan keras lawan keras.
Mahluk itu mulai menggunakan cakar dan serangan dengan sabetan ekor menyerang Lu Sun.
Lu Sun memainkan jurus Tongkat warisan Sun Wu Kung yang terdiri dari 36 jurus menekan pergerakan mahluk itu.
Senjata Lu Sun yang bisa membesar dan mengecil ditambah lagi Lu Sun yang bisa berubah menjadi 8 orang mengepung mahluk itu dari delapan arah.
__ADS_1
Mulai membuat mahluk yang bertubuh jauh lebih besar itu mulai tertekan dan main mundur.
Kini seluruh anggota tubuhnya, tidak ada yang tidak dia gunakan mulai dari tanduk kaki sayap, semua dia gunakan untuk membalas serangan Lu Sun yang datang bagaikan gelombang laut.
Yang siap menelan apapun yang berada di hadapannya.
Mahluk itu mulai menggunakan semburan nafas beracun dan mata kasetnya menyerang ke arah Lu Sun.
Serangan mata laser yang berbahaya, membuat Lu Sun berulang kali harus terbang menghindarinya.
Setelah menghabiskan waktu hampir seharian, belum juga terlihat ada tanda-tanda mahluk itu akan kalah.
Lu Sun mulai menyerangnya dengan jari sakti penembus semesta.
Mahluk itu yang pernah merasakan kekuatan jurus itu, selalu memilih menghindar, saat Lu Sun menggerakkan tangan nya.
Lu Sun melepaskan auranya untuk mengunci target, tapi mahluk itu selalu bisa meloloskan diri.
Aura Lu Sun tidak cukup kuat untuk mengunci pergerakan mahluk itu yang sangat cepat.
Lu Sun akhirnya melepaskan aura dewa yang dia serap dari Giok Lan, kali ini cukup berhasil.
Pergerakan mahluk itu mulai lamban, beberapa kali Serangan senjata Lu Sun berhasil mendarat di perut punggung dan dada mahluk itu.
Meski terlindung oleh sisiknya yang tebal, tapi pukulan dahsyat itu bisa mengguncang kerusakan organ vitalnya.
Mahluk itu sempat memuntahkan beberapa kali darah kental berwarna hijau terang.
Tapi regenerasi kemampuan menyembuhkan diri sendiri yang di dapatkan dari gen nya.
Membuat mahluk itu banyak tertolong dan sulit di tahlukan.
Ilmu jari penembus yang dilepaskan oleh Wu Song beberapa kali hampir menembus pertahanan mahluk itu.
Tapi lagi-lagi mahluk itu bisa melepaskan diri, mengandalkan tangkisan sayapnya yang mulai mengalami robek di sana sini.
Mahluk itu mengutuki kesialan dirinya harus bertemu dengan Lu Sun yang begitu sulit di kalahkan.
Tubuh mahluk itu yang besar dengan kekuatan dahsyat, malah membuat pergerakannya kalah cepat dari Lu Sun.
Mahluk itu kini tidak mau lagi menyambut serangan jari Lu Sun setelah pengalaman fatal sebelumnya yang dia alami.
Kini dengan cerdik dia akan berusaha menepisnya dari samping, atau pun, kalau sempat dia akan menghindarinya.
__ADS_1
Lu Sun akhirnya menyimpan senjata dewanya dan menggantinya dengan mencabut sebuah pedang yang mengeluarkan aura menekan yang membuat nyali mahluk itu menjadi ciut.