KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DI HADANG


__ADS_3

Lu Sun tanpa sungkan lagi, langsung naik dan masuk kedalam mobil, setelah duduk dan memasang sabuk pengaman.


Lu Sun baru berkata,


"Terimakasih banyak nama ku Lu Sun aku mau ke Toronto."


ucap Lu Sun dalam bahasa Inggris yang kaku dan tidak lancar.


Gadis itu tersenyum dan mengangguk sambil terus menyetir dan menatap lurus ke depan.


Gadis itu kemudian sambil nyetir berkata,


"Nama ku Jennifer, kamu bisa panggil saya Jenni, kebetulan saya juga sedang menuju Toronto, bersama paman saya.."


Tiba-tiba dari belakang tempat duduk Lu Sun, muncul seorang pria yang juga mengenakan topi koboi, tangan kanan pria itu di balut gips.


Seperti baru habis mengalami cedera, pria itu terlihat berotot dan kekar, Kepalanya botak, wajahnya di hiasi brewok pendek berwarna putih.


Ternyata pria itu bisa bicara dalam bahasa Mandarin, walau sedikit kaku, tapi Lu Sun masih bisa memahaminya.


Dengan suara berat paman Jennifer berkata,


"Nama ku Hogan aku paman Jennifer, Truk ini milik ku, karena tangan ku sedang cedera, "


"Terpaksa aku mengajak Jennifer membantu ku mengirim barang pesanan, yang ada di kontainer belakang."


Lu Sun menatap tangan paman Jennifer dan berkata,


"Tangan paman kenapa bisa seperti ini ?"


Sambil tertawa Hogan berkata,


"Beberapa hari yang lalu ada lomba motor cross, karena tertarik dengan hadiahnya yang menggiurkan."


"Aku pun memutuskan mengikuti lomba, siapa tahu hadiah tidak dapat malah jadi begini."


ucap Hogan tertawa kecewa.


Jennifer sambil nyetir ikut berkomentar,


"Sayang sekali, padahal sedikit lagi Paman Hogan akan meraih juara pertama."


"Tapi gara-gara dicurangi oleh Geng The Raper akhirnya motor paman ku jadi jatuh, sehingga tangannya jadi cedera."


"Sudahlah Jenn paman yang kurang hati-hati, tidak usah ribut dengan geng berbahaya itu, apalagi kamu seorang gadis."


"Emang kalau gadis kenapa ? sekali-sekali aku pasti akan memberi pelajaran kepada Si Bryan sialan itu."


ucap Jenn tidak mau kalah.


"Haiss..! bocah ini sangat bandel dan sulit di kasih tahu.."


ucap Hogan mengomeli Jenn dengan khawatir.


Lu Sun hanya diam saja mendengar kan perdebatan mereka.

__ADS_1


Sesaat kemudian Lu Sun baru bertanya,


"Siapa Bryan ? Bagaimana ceritanya paman Hogan yang hampir juara bisa jadi cedera.?"


Paman Hogan menghela nafas panjang dan berkata,


"Bryan itu adalah pimpinan Geng The Raper, dia dan anggota nya, kebanyakan adalah putra anak orang kaya, anggota dewan, kepala Sherif setempat, senator."


"Sedangkan Si Bryan adalah putra tunggal gubernur propinsi Wilayah Alberta ini."


"Tidak ada pekerjaan kriminal di daerah ini, di mana mereka tidak terlibat, tapi karena dapat dukungan dari atas, mereka selalu berhasil lolos dari hukum."


"Lama-kelamaan mereka pun berubah menjadi hukum untuk wilayah sekitar sini."


"Mereka mempunyai kebiasaan buruk, suka menculik dan memperkosa para gadis cantik, makanya mereka menamai geng mereka sebagai geng the Raper."


"Aku cedera tidak apa-apa nanti juga sembuh, tapi bila Jenni ribut dengan mereka, dan mereka menculik dan mencelakainya."


"Maka habislah masa depannya, makanya aku sangat takut bila Jenni sampai ribut dengan orang-orang biadab kebal hukum tersebut."


ucap Hogan memberikan penjelasan ke Lu Sun.


Melihat Paman Hogan terdiam Lu Sun kembali mengulang pertanyaan nya tadi,


"Paman bagaimana ceritanya paman bisa terjatuh ?"


Paman Hogan menghela nafas panjang, dan berkata.


"Di saat aku sudah mendekati finish, karena tidak bisa mengejar ku, Bryan memberi kode agar anak buahnya yang tertinggal satu putaran dari ku, yang kemudian tersusul oleh ku.


"Sehingga dia bisa memasuki garis finish dengan lancar tanpa penghalang, dan memenangkan kejuaraan lomba motor cross tersebut dengan mudah."


ucap Paman Hogan sedikit penasaran tapi tak berdaya.


Mendengar cerita paman Hogan Lu Sun juga ikut kesal mendengarnya, rupanya tingkah laku kelompok itu sudah sangat kelewatan.


Karena selalu di lindungi oleh orang tua mereka.


Sambil nyetir Jennifer bertanya kepada Paman nya,


"Paman kota Calgary sudah dekat, bagaimana dengan lomba panco yang sudah paman daftarkan beberapa hari yang lalu ?"


Paman Hogan kembali menghela nafas dan berkata,


"Bisa gimana lagi, tangan paman cedera sekarang, mana bisa ikut lomba itu."


"Paling-paling kita hadir jadi penonton saja di sana."


Jennifer melirik Lu Sun, kemudian meninju lengan Lu Sun yang kekar berotot dan keras itu.


Lalu berkata,


"Bagaimana bila di gantikan dengan dia paman ?"


Paman Hogan sambil tertawa berkata,

__ADS_1


"Ide yang bagus, daripada hangus peluang kita, lebih baik biarkan dia mencoba nya."


"Kulihat otot lengannya cukup besar, dan kelihatannya cukup bertenaga."


ucap Paman Hogan sambil memijit-mijit lengan Lu Sun yang kekar dan berotot.


Lu Sun yang tidak mengerti maksud Jennifer dan pamannya, hanya menatap dengan bodoh kearah Jennifer dan paman Hogan.


Paman Hogan kemudian memberikan penjelasan, dan menunjukkan video pertandingan adu panco kepada Lu Sun lewat HP nya Lu Sun pun mengangguk mengerti dan berkata,


"Baiklah Paman aku akan mencobanya.."


Jennifer yang bisa menangkap ucapan Lu Sun lewat gerak-geriknya, langsung bersorak kegirangan penuh semangat.


Lu Sun hanya menanggapinya sambil tersenyum.


Tiba-tiba terdengar suara berisik motor di samping dan di belakang truk mereka, sambil berteriak-teriak dan membunyikan klakson.


Agar truk mereka ke pinggir memberi jalan untuk mereka lewat, saat Jennifer tidak mau bergerak ke pinggir mereka bahkan melepaskan tembakan pistol ke udara.


Yang menimbulkan bunyi letusan dahsyat yang memekakkan telinga, Jennifer yang terkejut hampir saja kehilangan kendali atas truknya yang besar dan membawa muatan banyak di belakang nya.


Melihat hal ini, paman Hogan segera berkata,


"Sudah Jennifer mengalah saja, ke pinggirkan mobil kita, biar berandalan itu lewat lebih dulu."


Jennifer yang tidak mau membuat pamannya khawatir dan berada dalam masalah, segera mengikuti arahan pamannya.


Dia melambatkan laju kendaraannya, kemudian mengerem dan memberhentikan truknya, parkir di pinggir jalan.


Membiarkan rombongan berandalan itu lewat lebih dahulu.


Tapi setelah melewati mereka, rombongan itu malah tidak terus pergi, mereka memutar balik.


Kemudian menggunakan lampu motor mereka, sengaja disorotkan Kearah truk yang di kendarai dan ditumpangi oleh paman Hogan dan Lu Sun.


"Apa sih mau mereka,!?"


omel Jennifer kesal.


Paman Hogan mengeluarkan sebuah pistol revolver dari laci di mobil truknya.


Kemudian mengecek isi pelurunya sebentar, menguncinya kemudian menyelipkan pistol tersebut dipunggung nya, dan berkata.


"Kelihatannya mereka tidak berniat baik, kalian tunggu di mobil biar saya yang bicara dengan mereka kalian jangan turun."


"Kalau ada yang tidak beres tabrak saja dan segera tinggalkan tempat ini.."


ucap Hogan kemudian membuka pintu mobil dengan tangan kirinya, lalu turun dari mobil.


Melihat hal ini Jennifer berteriak cemas,


"Paman...!! berhati-hatilah...!"


Paman Hogan mengangguk kemudian berjalan kedepan.

__ADS_1


__ADS_2