
Lu Sun berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum berkata,
"Kamu Aliu kan ? selamat datang, kenalkan nama ku Lu Sun dan dia Xue Yen istri ku.."
Lu Sun mengulurkan tangannya menyalami Aliu.
Aliu dengan buru-buru dan tubuh sedikit membungkuk membalas menyalami Lu Sun dan berkata,
"Benar tuan, nama ku memang Aliu, senang berkenalan dengan anda.."
"Silahkan duduk Aliu, dan silahkan di minum dan di cicipi kue buatan istri ku ini."
ucap Lu Sun ramah.
Kebetulan saat mereka sedang berkenalan, pelayan sudah datang menyajikan minuman dan makanan ringan.
Aliu dengan malu-malu duduk di hadapan Lu Sun, tapi dia tidak berani menyentuh minuman dan makanan ringan di hadapan nya.
Sebelum Lu Sun memulai nya lebih dulu.
Lu Sun tersenyum menanggapi sikap Aliu yang polos dan sopan.
"Aliu boleh kan, aku memanggil mu Aliu ? bagaimana keadaan kesehatan mu sekarang ? apakah sudah pulih total.?"
ucap Lu Sun penuh perhatian.
"Boleh tuan tentu saja boleh.."
"Keadaan ku sudah sehat tuan, terimakasih atas perhatiannya."
"Semua berkat perawatan para suster dan dokter di rumah sakit Milik tuan yang sangat teliti dan baik.."
ucap Aliu tersenyum lebar sambil menggerak-gerakkan tangannya dengan gembira.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Dalam hal ini aku yang seharusnya berterima kasih kepada mu, bila bukan kamu yang maju memberikan pertolongan kepada kedua istri ku."
"Entah apa yang akan terjadi pada mereka berdua.."
"Ahh itu cuma masalah sepele tak perlu di besar-besarkan tuan... lupakan saja.."
ucap Aliu merasa tidak enak hati.
Karena dia maju menolong dengan ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan balasan apapun.
"Tuan kedatangan ku sebenarnya adalah untuk mengembalikan ini tuan.."
ucap Aliu sambil mengeluarkan segepok uang dari sakunya.
Dia meletakkan diatas meja, dan mendorongnya kehadapan Lu Sun.
"Uang yang tuan berikan ke nenek ini masih utuh tuan, kami belum menggunakan nya."
ucap Aliu serius.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Aliu, aku memberikan uang itu untuk membantu kebutuhan keluarga mu, selama kamu terbaring di rumah sakit."
__ADS_1
"Jadi terimalah kembali, ini adalah sedikit niat tulus dari ku harap jangan menolaknya."
ucap Lu Sun sambil mendorong kembali uang tersebut kehadapan Aliu.
Aliu menggeleng dengan tegas dan berkata,
"Tidak tuan, aku menolong kedua istri tuan dengan niat tulus, tanpa mengharapkan balasan apapun.."
"Bila aku menerima ini, malah terlihat aku tidak tulus dalam memberikan bantuan yang tidak seberapa itu.."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Baiklah bila kamu tidak menghendakinya, aku tidak akan memaksanya, terimakasih banyak."
"Aliu bagaimana bila mulai besok, kamu bekerja sebagai asisten pribadi ku..?"
tanya Lu Sun.
"Maaf tuan, Aliu hanya tukang daging di pasar, seorang buta huruf dan hanya orang kasar, bagaimana Aliu sanggup menjalankan tugas menjadi asisten tuan."
"Sekali lagi maaf tuan, kebaikan tuan Aliu hanya akan simpan dalam hati."
Lu Sun menatap Aliu dengan serius dan berkata,
"Aliu aku harap kamu jangan menolaknya, semua pekerjaan bukan di mulai dari tingkat pendidikan."
"Dalam bekerja bagi ku yang paling penting adalah, kesetiaan, jujur tanggung jawab, niat dan tekad."
"Asal ada itu, semuanya pasti beres..dan kulihat kamu sangat memenuhi syarat.."
"Kamu jangan menolaknya lagi, penilaian ku tidak pernah meleset, jadi mulai besok jam 7 pagi datang lah kemari menjadi asisten ku."
ucap Aliu ragu..
"Tidak ada tapi Aliu, dengarkan aku tidak ada pekerjaan yang orang langsung bisa begitu saja."
"Semua butuh proses, dan pembelajaran.."
"Kalau tidak percaya, kamu boleh tanya pada mereka bertiga yang baru datang ini.."
"Apa pekerjaan mereka dulu, sebelum kini menjadi pembantu andalan yang paling ku percaya.."
ucap Lu Sun sambil menunjuk Viktor David dan Peter Ho yang baru saja datang.
"Bos kami.."
ucap David terpotong oleh kode Lu Sun dan mempersilahkan mereka semua untuk duduk.
David langsung mengerti tanpa banyak cerita, dia mengajak ketiga rekannya untuk ikut duduk dan menyapa Xue Yen dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
Xue Yen juga membalas dengan anggukan kecil tanpa senyum.
Xue Yen masih tidak berubah, senyumnya masih sangat mahal dia hanya bisa tersenyum pada beberapa orang dekat saja.
"David Viktor Peter, kenalkan ini Aliu asisten baru ku, untuk kediaman keluarga Lu."
"Kelak kalian harus saling bekerja sama dengan baik.."
Aliu tidak bisa menolak lagi, setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Lu Sun.
__ADS_1
Dia buru-buru mengulurkan tangannya menyalami David Peter dan Viktor sambil memperkenalkan diri nya.
Mereka berempat pun saling berkenalan dan memperkenalkan diri mereka.
"Nah Aliu sekarang kamu tahu kan, kenapa aku begitu yakin kamu bisa menjalankan tugas mu dengan baik.?"
"Kamu sudah dengar sendiri apa pekerjaan mereka ini dulu.."
ucap Lu Sun sambil tersenyum menatap Aliu.
Aliu menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat dan berkata,
"Baik tuan.. terimakasih banyak atas kepercayaan tuan..Aliu akan berusaha bekerja sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kebaikan yang tuan berikan ini."
Sambil tertawa Lu Sun maju kedepan menyalami Aliu sambil berkata,
"Baik Aliu kamu sekarang resmi menjadi asisten ku, perintah pertama ku untuk mu adalah."
"Terima uang ini sebagai imbalan gaji mu bulan ini, nah sekarang kamu ikut dengan Viktor pergi cari baju seragam untuk bekerja besok.."
"Viktor Tolong di bantu ya.."
ucap Lu Sun sambil menoleh kearah Viktor.
Viktor mengangguk dan berkata,
"Siap bos.."
Sementara Aliu berdiri mematung melihat segepok uang yang berada dalam tangannya.
Dia tidak tahu harus bicara apalagi.
Kini dia jelas tidak bisa menolaknya, karena ini bagian dari tugas pertamanya.
Akhirnya dia dengan bingung mengikuti tarikan Viktor, yang merangkul bahunya mengajak Aliu meninggalkan kediaman keluarga Lu.
"Tuan apa gaji ini tidak terlalu besar..!!"
teriak Aliu ragu sambil menoleh kearah Lu Sun.
Lu Sun tertawa dan berkata,
"Kamu tanya sama pengangguran itu, berapa gajinya, kamu akan ngerti sendiri.."
"Sudah pergi sana cari seragam mu..jangan membantah lagi..besok ingat jam 7 pagi datanglah kemari."
ucap Lu Sun sambil melambaikan tangannya kearah Aliu.
Sekali ini Aliu pun pergi dengan langkah mantab mengikuti Viktor yang bertubuh kecil itu.
Kini Lu Sun menoleh kearah Peter Ho dan David,lalu berkata.
"Kedatangan kalian berdua aku sudah tahu maksud kalian."
"Peter ini adalah kesempatan terakhir, aku memberikan kepercayaan ku pada mu.."
"Bila kamu kembali mengecewakan ku, kamu tahu sendiri kan di mana pintu keluar rumah ini...."
ucap Lu Sun sambil memberikan tatapan tajam ke Peter.
__ADS_1
Peter mengangguk dengan kepala tertunduk tidak berani menatap Lu Sun.