
Lu Sun mengangguk menyetujui permintaan Giok Lan.
Mereka berdua larut dalam keheningan, sampai
terdengar musik yang di mainkan oleh 3 orang yang berjalan mendekati meja mereka.
Yang satu menggunakan gitar, yang kedua menggunakan biola yang terakhir menggunakan alat musik tiup Saksofon.
Perpaduan musik yang mereka mainkan sangat indah dan cocok mengisi keheningan malam, di dekat meja Lu Sun dan Giok Lan.
Mereka memainkan lagu berirama gembira, di awal pertemuan, Kemudian di tutup dengan dua lagu berirama sendu dan sedih.
Lu Sun tidak begitu mengerti itu lagu apa, tapi dia dapat merasakan irama yang dibawakan oleh mereka.
Dia cukup menikmatinya, berbeda dengan Giok Lan dia sepertinya mengerti dan tahu tentang kedua musik berirama sendu tersebut.
Dia terlihat beberapa kali menyesap air bening di ujung matanya yang hampir jatuh.
Setelah menyelesaikan Ketiga lagu tersebut, Ketiga orang itu memberi hormat kepada Lu Sun dan Giok Lan kemudian mereka bertiga pun pindah ke meja lain.
Setelah mereka pergi Lu Sun bertanya dengan hati-hati,
"Lan Mei kamu sepertinya paham dan pernah mendengar kedua lagu terakhir, aku dapat merasakan reaksi mu yang berbeda mendengar kedua lagu terakhir."
Giok Lan menghela nafas panjang sambil tersenyum lembut berkata,
"Benar, aku mengenal dan sering mendengar kedua lagu itu."
"Apa yang diceritakan oleh kedua lagu itu, Lan Mei ?"
tanya Lu Sun ingin tahu.
Giok Lan menatap Lu Sun sejenak dan berkata,
"Lagu terakhir menceritakan sepasang kekasih yang berpisah karena salah paham."
"Kemudian si lelaki menikah dengan gadis lain, pacarnya datang untuk mencegahnya."
"Si lelaki sambil menitikkan air mata berkata kepada si gadis bahwa dia sangat merindukan ciuman pacarnya."
"Tapi maaf semuanya, sudah terlambat 25 menit yang lalu."
"Akhirnya si pacar pun pergi dengan hati kosong dan hampa seorang diri, ditemani angin."
"Sedangkan lagu yang kedua menceritakan, seorang gadis yang karena sesuatu hal berpisah dengan pacarnya."
"Tapi dia tidak bisa pernah melupakan pacarnya."
"Berulang kali membujuk dirinya sendiri agar melupakannya, tapi semakin dia berusaha."
"Semakin banyak kenangan indah mereka bersama muncul dalam Kepalanya."
"Akhirnya dia pun menyerah membiarkan waktu mengobati luka dihatinya."
__ADS_1
Lu Sun tertunduk mendengar cerita Giok Lan, dia tidak berani menatap Giok Lan.
Beruntungnya Pelayan datang membawa pesanan mereka, sehingga suasana yang kurang nyaman, sedikit bisa teralihkan.
Giok Lan berkata pada Lu Sun,
"Sun ke ke aku permisi sebentar ke toilet, makanannya langsung nikmati saja."
"Aku sengaja pesan khusus untuk mu, hidangan utamanya."
"Hidangan untuk ku adalah makanan penutup."
Giok Lan berusaha tersenyum, kemudian dia berjalan pergi sambil menghapus air matanya yang runtuh.
Lu Sun merasa bersalah dan menyesal terlalu banyak mulut, dari rasa ingin tahu hal yang tidak perlu, dia malah merusak suasana.
Tapi mau gimana lagi, yang terjadi sudah terjadi pikir Lu Sun dalam hati.
Kemudian dia memperhatikan menu-menu yang di hidangkan oleh pelayan restoran satu persatu.
Saat penutup nya di buka, ternyata semua makanan nya sangat sesuai dengan seleranya.
Porsinya tidak seperti yang dia bayangkan di awal.
Melihat hidangan di atas meja selera makan Lu Sun pun tergugah.
Lu Sun mengambil kentang olahan yang dimasak dengan susu dan keju.
Untuk mengisi piring kosongnya, lalu dia mencicipinya.
Tak lama kemudian Giok Lan sudah kembali, dia melihat semua lauk belum di sentuh.
Sambil tersenyum dia membantu Lu Sun memotong daging sapi asap lalu menaruhnya kepiting Lu Sun.
Kemudian dia mengambilkan paha ayam kalkun panggang yang besar.
Menaruhnya di piring kosong didekat Lu Sun.
Lalu dia duduk mengupas beberapa ekor lobster berukuran jumbo untuk Lu Sun.
Setelah itu dia baru mengambil sedikit-sedikit, sekedar menemani Lu Sun makan.
Lu Sun makan dengan lahap dan memuji masakan nya sangat enak dan istimewa.
Giok Lan menanggapinya dengan tersenyum senang.
Ketiga orang pemain musik Kembali menghampiri meja Lu Sun.
Lu Sun menghentikan makannya, buru-buru meminta mereka bertiga jangan mainkan lagu sedih tapi lagu gembira saja.
Lu Sun memberitahu mereka dengan bahasa isyarat sehingga terlihat sangat lucu.
Ketiga orang itu mengerti mereka hanya tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
Beda dengan Giok Lan terlihat tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.
Lu Sun tahu aksinya sangat konyol dan memalukan, tapi dia memang sengaja melakukan nya.
Untuk menghibur Giok Lan, agar melupakan kesedihannya tadi.
Melihat ketiga orang itu mulai memainkan lagu gembira dan jenaka.
Lu Sun sambil tersenyum melanjutkan makannya.
Lu Sun berusaha meniru cara Giok Lan mengambil daging dan memotongnya dengan pisau.
Perlahan-lahan Lu Sun mulai bisa, meski tidak begitu lancar.
Selesai menghabiskan semua pesanan makanan untuknya, Lu Sun dengan alasan pergi ke toilet.
Dia berjalan kearah kasir, dan membayar semua tagihan bill makan mereka.
Meski harganya termasuk mahal, tapi Lu Sun tidak terlalu perduli, karena hasil uang kemenangan nya di kasino kemaren sangat banyak.
Meski sudah dia transfer sebagian besar ke Ying Ying tapi sisa yang ada di dirinya masih cukup banyak.
Setelah melakukan pembayaran Lu Sun dengan santai Kembali ke meja makan.
Melanjutkan minum-minum sambil menemani Giok Lan menyelesaikan dinner menu penutupnya.
Yang berupa puding dan kue-kue basah serta buah-buahan.
Selesai makan Giok Lan pun menggandeng tangan Lu Sun meninggalkan restoran.
Saat melewati kasir, Giok Lan ingin melakukan pembayaran, tapi kasir mengatakan bill sudah di bereskan.
Giok Lan menoleh kearah Lu Sun dengan bibir cemberut dan tatapan penuh teguran.
Lu Sun sambil tersenyum maju memeluknya meninggalkan kasir dan berbisik kepada nya.
"Kamu sudah berbuat begitu banyak untuk ku dalam perjalanan ini, anggap saja ini ucapan terimakasih ku pada mu."
"Dan ini sebagai kado perpisahan kita."
ucap Lu Sun sambil memberikan sebuah batu yang bersinar merah dan biru.
Batu ini dia temukan setelah berhasil mengalahkan monster kadal di pulau misterius.
Giok Lan menerimanya, dia tidak tahu harus gembira bahagia atau pun sedih.
Karena besok dia akan segera berpisah dari Lu Sun.
Akhirnya mereka tiba di depan kamar Lu Sun, mereka berdua pun berpisah masuk kekamar masing-masing.
Sampai di kamar Lu Sun langsung mengirim pesan ke Xue Yen, bahwa dia sudah ada di Toronto, besok jam 9 pagi dia akan menunggu Xue Yen di High' park.
Sesuai alamat yang di berikan oleh Xue Yen padanya, yaitu menunggu di bangku taman di pinggir kolam air mancur, sebelah timur.
__ADS_1
Chat Lu Sun langsung di balas jawaban singkat "Ok."