KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN VS BLACK PANTHER


__ADS_3

Tapi sesaat kemudian dia menerjang masuk kedalam sambil berteriak marah..


"Arghhh...!!"


Tapi hanya sesaat saja, lalu suasana pun kembali hening...di susul dengan seonggok tulang belulang berukuran besar melayang keluar dari balik pintu, jatuh didekat kaki Lu Sun dalam keadaan bertumpuk-tumpuk.


Lu Sun bersiaga dengan Im Yang Sen Kung yang mengelilingi seluruh tubuhnya..


Sepasang alisnya yang tebal sedikit berkerut, matanya menyorot tajam bagai mata Naga Sakti menatap kearah pintu keluar kamar tahanan.


Lu Sun di dalam hati membatin mahluk ini tidak mudah, aku dapat merasakan aura tekanannya yang dahsyat dari sini.


Mahluk ini setidaknya lebih kuat dari Jack aku harus berhati-hati.


Selagi Lu Sun sedang berpikir siapa yang bakal menjadi lawan berikutnya.


Dari balik pintu berjalan keluar seorang pemuda yang sebenarnya sangat tampan, wajahnya bersih alisnya tebal hidung mancung tarikan bibir dan dagunya keras dan jantan.


Tubuhnya tinggi besar sama seperti Lu Sun, cuma ototnya lebih kekar dan jelas belahannya.


Tapi karena aura biru yang memancar dari tubuhnya, ditambah dengan sepasang matanya yang mengeluarkan sinar biru dia terlihat menyeramkan.


Rumput ataupun tanaman yang berada disekitar area yang di lewati, hancur menjadi debu.


Tidak seperti Boba yang silau dengan cahaya matahari, karena terlalu lama berada ditempat gelap.


Pria ini bersikap biasa saja seolah-olah tidak terpengaruh oleh cahaya matahari, hal ini mungkin disebabkan oleh cahaya biru yang memancar dari matanya, telah menetralisir cahaya ultraviolet yang masuk ke retina matanya.


Menurut Lu Sun pemuda ini sedikit mirip dengan Lu Fan anaknya di jaman lalu.


"Siapa kamu ? apa mau mu ?"


tanya Lu Sun sambil menatap tajam kearah Black Panther.


Pria itu mendengus dingin dan berkata singkat,


"Hei Pau... membunuh mu.."


"Coba saja kalau kamu mampu .."


ucap Lu Sun bersiaga.


Di tempat lain Kepala sipir sedang mengawasi Pertemuan Lu Sun dan Black Panther dengan teropong jarak jauhnya.

__ADS_1


Dia memilih mengamati dari tempat jauh, disebuah gedung yang di lapisi kaca anti peluru kualitas no 1.


Dia menatap dengan takjub kearah Lu Sun dan Black Panther yang masing-masing mulai bergerak saling serang. melepaskan pukulan dahsyat.


Dia seperti sedang di suguhkan tontonan film khayalan yang disiarkan secara langsung.


Tapi dia tahu dengan jelas ini bukan film ini asli.


Sangat tidak masuk akal ada manusia yang bisa memiliki kekuatan seperti itu, ini mirip khayalan tapi nyata.


Setelah saling serang beberapa jurus kedua nya terpisah dalam jarak 10 meter saling tatap menafsir kekuatan asli lawan mereka.


"Anak muda apa hubungan mu dengan Pei Feng dari pulau tengkorak di laut Utara..?"


Setelah bergebrak beberapa jurus Lu Sun bisa melihat kemiripan jurus yang di mainkan Black Panther dengan Pei Feng .


Seperti yang pernah dia dengar cerita nya langsung dari anaknya Lu Fan.


Lu Sun curiga setelah melihat kabut tipis berwarna biru yang selalu menyelimuti tangan Black Panther setiap dia menahan serangan Lu Sun.


Black Panther tertegun, baru sekali ini ada orang yang mengenali nama gurunya.


Dia sudah hidup ratusan ribu tahun, kenapa masih ada yang mengenal nama gurunya dan asal usul gurunya.


Akibat jatuhnya meteor raksasa di dekat perairan sana, menimbulkan tsunami besar yang menelan semuanya kedasar laut.


"Siapa kamu sebenarnya kenapa bisa mengenal nama guru ku ?"


tanya Black Panther sambil menatap Lu Sun dengan tajam.


Secara tidak langsung pertanyaan ini menunjukkan dia mengakui bahwa gurunya adalah Bei Feng.


Lu Sun tersenyum dingin dan berkata,


"Sama seperti kamu aku juga berasal dari jaman itu, anak ku Lu Fan pernah berhadapan dengan guru mu dia lah yang cerita pada ku.."


Black Panther mundur dua tindak dan menatap Lu Sun dengan teliti kemudian berkata,


"Mirip kamu memang sedikit mirip dengannya, jadi kamu masih hidup Jendral Naga Hitam."


"Bagus hari ini kita kembali bertemu jadi aku bisa menuntaskan penasaran guru ku dulu.."


"Ayo majulah jangan banyak cakap lagi, keluarkan langsung jurus yang bisa menggetarkan langit dan bumi itu."

__ADS_1


Lu Sun tertawa terbahak-bahak dan berkata,


"Santai teman, aku tidak punya jurus itu."


"Jurus itu didapat anak ku dari guru ku yang sedikit pilih kasih, mungkin karena dia memiliki bakat yang lebih dari ku dan sifat yang lebih mirip dengan guru ku."


"Tapi aku akan berusaha penuhi permintaan mu dengan jurus andalan ku yang lain."


Lu Sun melepaskan Kang Lung You Hui dari jarak jauh menghimpun udara di sekitarnya kemudian melepaskan dua ekor naga putih transparan menerjang kearah Black Panther.


"Ilmu sampah kamu hanya buang buang waktu ku yang berharga saja."


ucap Black Panther sambil melepaskan pukulan kedua tangannya kedepan.


Dua bola biru menyambut serangan Lu Sun, Naga kabut putih Sirna tak berbekas saat bertemu kedua bola cahaya biru milik Black Panther.


Kedua cahaya biru itu terus melesat cepat kearah Lu Sun.


Lu Sun membentuk perisai berwarna merah biru menyambut kedua bola biru itu.


"Baaamm...!"


Benturan dahsyat terjadi, menggetarkan seluruh arena lapangan olahraga, tanah disekitar mereka bergetar hebat.


Seperti ada gempa yang melanda tapi baik Black Panther maupun Lu Sun tetap berdiri ditempat mereka tidak bergeming.


Hanya pakaian dan rambut mereka yang berkibar tertiup angin, rambut Lu Sun sudah terpotong pendek dan rapi jadi tidak terlalu terlihat kegagahannya saat tertiup angin.


Black Panther lah yang terlihat keren karena rambutnya panjang tergerai sebahu.


Setelah Pertemuan serangan tersebut, Black Panther kembali melepaskan pukulan yang lebih kuat kearah perisai yang Lu Sun ciptakan secara berulang-ulang.


Lu Sun mendorong perisai energinya pelan-pelan maju sambil melangkah maju selangkah demi selangkah mendekati Black Panther.


Ketika jarak mereka berdua tinggal 3 meter Lu Sun mendorong perisainya untuk menghantam Black Panther, cahaya biru merah itu bergerak maju seperti sebuah bulan sabit raksasa menubruk kearah Black Panther.


Black Panther tidak mau kalah dia juga mendorong kan Bola cahaya biru raksasa menyambut serangan Lu Sun.


Lalu tubuhnya menghilang dari posisinya, muncul di atas kepala Lu Sun memberikan serangkaian tendangan berantai.


Lu Sun menghindar dan menangkis dengan 72 langkah ajaib dan cakar peremuk tulang mencoba mencengkram kaki Black Panther dan menghancurkan tulangnya.


Lu Sun berhasil mencengkram pergelangan kaki dan paha Black Panther, tapi bagian yang tercengkram licin seperti belut.

__ADS_1


Saat Lu Sun merasa ada keanehan dengan yang dia cengkram, sebuah tendangan bertenaga dahsyat telah mendarat di dadanya.


__ADS_2