
Dia sedikit terkejut dan terbangun tapi saat melihat dari sudut sebelah matanya yang sedikit terbuka.
Ternyata yang sedang menggendongnya adalah Lu Sun suaminya, Ying Ying memejamkan kembali matanya dan menyusupkan kepalanya dengan manja, dalam pelukan Lu Sun.
Lu Sun menggendong dan membaringkan Ying Ying di kasur dengan lembut, kemudian dengan selembut mungkin dia mencium bibir Ying Ying dengan mesra.
Sedangkan tangannya yang sebelah kiri menelusup kedalam kimono bagian dada dan mulai membelai dengan mesra bukit kenyal dan lembut milik istrinya.
Tangan kanannya menyelusup masuk ke bagian bawah membelai paha istrinya yang putih mulus dan lembut.
Ying Ying sedikit bereaksi mendapat serangan dari Lu Sun, tubuhnya sedikit menggelinjang, bila mulutnya tidak sedang ditutupi oleh bibir Lu Sun.
Pasti dia sudah mengeluarkan suara desahan nya.
Tapi sesaat kemudian Ying Ying perlahan-lahan melepaskan diri dari ciuman Lu Sun dan berkata,
"Sayang.. kamu darimana saja ? kenapa begini malam baru pulang ?"
Lu Sun menjawab sambil mencium leher istrinya yang jenjang tanpa menghentikan aksi tangannya yang semakin liar.
"Aku baru pulang dari rumah klien ku."
"Klien siapa ? pria atau wanita ? dalam rangka apa ?"
tanya Ying Ying penuh selidik.
Dia tidak menolak aksi suaminya, tapi dia tidak punya mood untuk menikmatinya, sebelum semuanya menjadi jelas.
Lu Sun dapat merasakan perubahan sikap Ying Ying yang tidak meresponnya, hal ini sangat tidak biasa.
Lu Sun pun menghentikan aksinya dan menatap Ying Ying dengan serius berkata,
"Sayang kamu terlihat berbeda, apa ada yang mengganggu pikiran mu ?"
Ying Ying balas menatap kearah Lu Sun dan berkata
"jawab dulu pertanyaan ku tadi."
Lu Sun menghela nafas dan berkata,
"Aku hari ini pergi menemui adiknya Jack Xie Ceng Lung."
"Buat apa ?"
tanya Ying Ying heran.
"Aku ingin mencari informasi 7 tetua keluarga Xie yang berandil besar mencelakai group Lu sampai bangkrut."
"Aku ingin memberikan mereka pelajaran setimpal.."
Ying Ying kini bangun duduk menatap Lu Sun dan berkata,
"Terus kamu dapat data informasi nya ? adik Jack setuju bekerja sama dengan mu ?"
__ADS_1
Lu Sun mengangguk dan menunjuk tas kulit diatas meja dan sebuah flashdisk kecil di meja dan berkata,
"Berhasil Cindy bersedia bekerjasama dan semua data ada di sana."
"Ohh..! jadi gadis itu namanya Cindy,"
ucap Ying Ying sedikit terbakar cemburu.
Dia langsung melanjutkan berkata,
"Terus apa yang kamu berikan ke gadis itu hingga dia bersedia bekerjasama dan begitu mempercayai mu ?"
Lu Sun dapat menangkap nada cemburu yang berusaha ditutupi oleh Ying Ying sambil berusaha menahan emosinya.
Lu Sun memegang tangan Ying Ying dengan lembut dan berkata,
"Sayang kalau kamu ingin tahu aku tidak akan menutup-nutupi nya, karena tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, diantara kami tidak ada apa-apa."
"Aku juga tidak melakukan sesuatu yang menghianati cinta kita."
"Dengarlah.."
Lu Sun menjelaskan secara detil semua kegiatannya hari ini, mulai dari bertemu Victor sampai pergi ke Gym mencari dan mendekati Cindy.
Termasuk menemani Cindy makan nonton bioskop sampai kerumah Cindy mengambil data informasi.
Semua Lu Sun jelaskan dengan lengkap, Ying Ying mendengarkan dengan serius.
Dia dapat melihat Lu Sun berbicara jujur apa adanya.
"Ya sudahlah kamu pasti capek setelah lelah seharian, biar aku siapkan air hangat buat mandi."
"Aku akan membantu mu menghilangkan sisa bau tidak sedap ditubuh mu."
Lu Sun tanpa sadar mengangkat tangannya mencium bau dipakaiannya.
Lu Sun sadar bukan dirinya yang bau, tapi wangi parfum Cindy yang menempel ditubuhnya lah yang membuat Ying Ying tidak suka.
Lu Sun mengangguk cepat dan berkata,
"Siap boss, ayo kita mulai."
Lalu dia langsung melepaskan seluruh pakaian nya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Ehh..!" air panasnya belum ku siapkan sayang..!"
ucap Ying Ying setengah berteriak lalu buru-buru menyusul Lu Sun kekamar mandi.
Lu Sun hanya pura-pura berjalan menuju kamar mandi, tapi dia tidak langsung masuk dia bersembunyi di balik tembok.
Begitu Ying Ying lewat, dia langsung menyambar dan menggendongnya kekamar mandi sambil tertawa.
Ying Ying sangat terkejut karena tubuhnya tiba-tiba melayang, dia sampai berteriak kaget.
__ADS_1
Tapi sesaat kemudian sudah terdengar suara tertawa merdu dan desahan manja Ying Ying dari dalam kamar mandi.
Lu Sun bisa dengan mudah mengubah air dingin menjadi air hangat dengan tenaga Yang miliknya.
Makanya dia santai saja membawa Ying Ying ikut berendam bersama nya.
Di dalam kamar mandi karena sudah tidak sabar lagi, Lu Sun langsung menggebrak Ying Ying sebanyak 2 ronde.
Baru dia lanjutkan kembali bersama Ying Ying di kasur sebanyak 4 ronde.
Semua godaan yang di terimanya dari Cindy Maya dan Giok Lan yang terus ditahan-tahan, akhirnya diledakkan bersama Ying Ying.
Ketika sinar matahari mulai memasuki kamar, melalui celah korden, Lu Sun pun bangun dari tidurnya.
Lu Sun melihat sekilas kearah Ying Ying yang tidur tengkurap dengan sangat pulas, karena kelelahan melayaninya semalam.
Lu Sun tidak membangunkan nya, dia membiarkan Ying Ying tidur sepuasnya melepas lelah.
Selesai mandi Lu Sun langsung turun kelantai bawah menuju ruang makan, di mana di sana terlihat Nenek dan Xue Yen sudah berpakaian rapi dan sedang sarapan.
"Kamu semalam pulang jam berapa ? kemana saja kemaren seharian ?"
tanya Xue Yen sambil menyiapkan sarapan buat Lu Sun.
Lu Sun menjelaskan ulang seperti yang semalam dia jelaskan ke Ying Ying.
Xue Yen mendengarkan cerita Lu Sun sambil sarapan.
Setelah Lu Sun menutup ceritanya,
Xue Yen sambil tersenyum berkata,
"Terus setelah pulang kamu apakan Ying Ying sampai tidak bisa bangun."
"Kelihatannya hari ini dia bakal cuti gak bisa kekantor deh ."
Lu Sun sambil sarapan tersenyum penuh misteri berkata,
"Aku tidak akan memberitahu mu, kamu belum cukup umur."
"Sebulan kemudian setelah kita menikah, aku baru akan jelaskan pada mu."
Xue Yen sedikit cemberut menanggapi godaan Lu Sun dengan keki dia melempar roti di tangannya kearah Lu Sun.
Lu Sun tidak menghindar, dia malah menyambutnya dengan mulut terbuka dan memakan roti tersebut sambil memejamkan matanya dia berkata,
"Uhh..! wanginya aku dapat merasakan wangi bekas bibir dan tangan mu sayang sungguh nikmat rasanya."
Xue Yen berdecak kesal dan berkata,
"Nenek lihat gayanya yang mesum sungguh menyebalkan.."
Nenek hanya menanggapinya dengan tertawa dan berkata,
__ADS_1
"Aku tidak bisa ikut campur dalam urusan para leluhur, silahkan kalian selesaikan sendiri, mau di lanjutkan di kamar juga boleh, biar Lu San segera punya adik.."
ucap nenek sambil tertawa meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kamar rahasia.