KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SERANGAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Untungnya saat ini dia adalah kutu rambut, sehingga suara bangkisnya tidak akan ada yang bisa mendengarnya.


"Sekarang buka lah mata mu rasakan bagaimana wangi kan ?"


ucap Donnie berbisik Mesra di belakang telinga Deborah.


Deborah merasa jantungnya hampir copot dari tempatnya, saat telinga nya menerima hembusan nafas hangat dan wangi dari bibir Donnie Yen.


Wajahnya langsung merah semua hingga ke leher dan tengkuknya pun ikut merah.


Ada perasaan geli geli nikmat yang sulit di lukiskan, kedua kakinya sampai gemetaran.


Hampir tidak kuat untuk menopang tubuhnya, Deborah membuka matanya, benar saja sesuai ucapan Donnie Yen, dia mencium aroma yang sangat wangi.


Seolah-olah terpancar dari seluruh tubuhnya, dan aroma wangi tersebut sangat ajaib, terus mengikutinya kemanapun dia pergi


Bahkan setelah mereka naik keatas duduk berdua dengan Donnie Yen di London eyes, wangi itu tetap merebak tertiup angin sepoi-sepoi.


Perlahan-lahan bianglala raksasa itu mulai bergerak membawa mereka berdua yang duduk di sana naik keatas.


Sehingga mereka bisa menikmati pemandangan kota London dan pemandangan langit di kala senja yang sangat indah dan menakjubkan.


Udara segar dan bersih terus menerpa wajah mereka membawa perasaan yang sangat nyaman juga romantis.


Saat berada di puncak tertinggi, bianglala berhenti diam di sana.


Donnie Yen duduk merapat sambil merangkul bahu Deborah dia mengambil beberapa foto Selfi mereka berdua dengan kamera HP nya.


Deborah tersenyum bahagia tidak menolaknya, karena terbawa oleh suasana yang sangat romantis indah dan nyaman di atas sana.


Perlahan lahan Donnie Yen memanggil dengan suara lembut di dekat telinga Deborah.


"Debby.."


"Ya.."


ucap Deborah sambil menoleh kearah Donnie.


Tapi karena mereka dalam posisi begitu dekat, sepasang bibir mereka langsung bertaut.


Deborah sesaat terkejut dan ingin mundur melepaskan diri dari ciuman Donnie Yen.


Tapi saat Donnie Yen meletakkan kedua tangannya di kedua sisi telinga dan rahang Deborah, sambil mempererat ciuman nya.


Sepasang mata Deborah yang terbelalak terkejut perlahan lahan mengatup, tubuhnya terkulai lemas, seperti kehilangan tenaga.


Dia tidak meronta lagi, bahkan melingkarkan sepasang tangannya dibelakang leher Donnie Yen.

__ADS_1


Untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh terkulai.


Ciuman mesra itu berlangsung cukup lama hingga terdengar sebuah helaan nafas panjang yang bernada menyedihkan.


Deborah kepalanya seperti tersiram air dingin saat mendengar suara helaan nafas tersebut.


Dia buru-buru membuka matanya untuk melihat kearah asal suara helaan nafas panjang tersebut.


Deborah buru-buru bergerak melepaskan diri nya mundur menjauh dari Donnie Yen,.dia menatap dengan sangat terkejut kearah sosok yang sedang melayang di udara di hadapannya.


Wajah Deborah langsung pucat seperti kertas, saat melihat sosok yang ada di hadapannya.


Sosok itu sedang tersenyum sedih menatap kearah nya


Sepasang mata nya menyiratkan luka yang sangat mendalam.


Deborah sampai tidak berani dan tidak kuat melihat tatapan mata yang begitu terluka dan menyedihkan itu.


"Deborah,.. bila bersama nya adalah hal terbahagia dalam hidup mu, aku akan mundur dari kehidupan mu...demi kebahagiaan mu aku rela mundur.."


ucap sosok itu dengan suara bergetar.


"Tidak .tidak..tidak..sayang..ini bukan seperti apa yang kamu lihat .aku bisa menjelaskan semuanya."


ucap Deborah kaget hingga berdiri dari posisi duduknya.


Tapi saat ini kondisinya berbeda, saat mendengar Lu San akan pergi menjauh darinya.


Tiba-tiba dia seperti tertarik kembali dari alam khayal dan keromantisan yang dirasakan sebelumnya.


Dia tiba-tiba merasa sangat ketakutan akan kehilangan Lu San selamanya.


Lu San tersenyum dan berkata,


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi Debby, ketahuilah, aku adalah anjing kecil yang kamu tendang di bandara.."


"Ohh..!"


jerit Deborah tertahan sambil menatap Lu San dengan terkejut.


"Aku pula lah yang bersembunyi di balik rambut mu mengikuti mu kemana pun kamu pergi dari mulai berangkat sampai kesini."


"Terimakasih,. setidaknya aku harus ucapkan terima kasih pada mu, setidaknya aku masih di beri kesempatan untuk menikmati wisata di London bersama mu."


"Bukan hanya dia yang mendapat kan semua foto mesra bersama mu, bila kamu mau lihat dengan teliti, di setiap foto mu bersama nya aku juga selalu ikut hadir di sana menemani mu.."


Wajah Deborah semakin pucat, dia perlahan-lahan terjatuh duduk bersimpuh sambil menangis, rasa penyesalan dan rasa bersalah kini menyelimuti seluruh perasaannya.

__ADS_1


Dia juga tahu inilah konsekuensi, bakal dia terima bila berani bermain api, kini dia benar-benar menuai akibatnya.


"Jagalah dirimu baik-baik,.. selamat tinggal.."


ucap Lu San kemudian memutar tubuhnya.


Dia hendak berkelebat meninggalkan tempat yang melukai hatinya dengan sangat mendalam tersebut.


Mendengar ucapan Lu San tubuh Deborah yang lemas tersentak, dia sadar ini konsekuensi yang harus di terimanya, tapi dia tidak rela, dia tidak rela kehilangan Lu San dengan cara seperti ini.


Kini dia baru mulai sadar, sekalipun di tukar dengan Donnie Yen dia tidak akan pernah hidup bahagia.


Seumur hidupnya dia hanya akan hidup dalam penyesalan nya.


Deborah mengangkat kepalanya dan buru buru berteriak,


"San ke ke... jangan...jangan,.. tolong jangan tinggalkan Debby.. Debby tida mau..!!"


"Berikan Debby kesempatan sekali lagi.


Debby tahu Debby bersalah.. maafkan Debby San ke ke..!"


"Tolong jangan pergi..tinggalkan Debby,.. Debby tidak mau...!"


Lu San yang hampir melesat pergi menghentikan langkahnya sejenak mengambang di udara kedua bahu nya bergetar hebat


Menandakan dia pun sedang menahan tangisnya agar jangan sampai terdengar dan terlihat oleh siapa pun..


Dia tahu sebagai pria dia boleh berdarah tidak boleh menangis, tapi dia juga manusia yang punya perasaan dan hatinya terbuat dari darah dan daging.


Bukan terbuat dari kayu batu ataupun besi, sehingga sekuat apapun dia menahannya, air matanya tetap menetes keluar membasahi wajahnya.


Sementara itu di bawah sana banyak orang yang kaget dan berbicara sambil menunjuk kearah Lu San yang sedang melayang di udara.


Beberapa orang mulai mengeluarkan HP mereka yang canggih untuk menzoom dan memvideokan Lu San yang sedang melayang di udara.


Perlahan lahan Lu San memutar tubuhnya menghadap kearah Debby dengan airmata bercucuran dia berkata,


"Debby,.. apa lagi yang kamu inginkan dari ku ?"


"Semua ini adalah pilihan mu, aku doa kan semoga kalian berbahagia.."


Lu San hendak melesat pergi setelah berkata dan menatap Debby untuk terakhir kalinya.


Tapi ujung matanya menatap ada 5 titik cahaya hijau sedang melesat dengan kecepatan tinggi mengarah ke Derby.


Lu San langsung menghilang dari posisinya, dia muncul di belakang Debby merangkul Debby dengan erat menggunakan punggungnya yang di lindungi Cing Kang Pu Huai Ce Sen.

__ADS_1


__ADS_2