KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENYERANG MARKAS DI DASAR DANAU


__ADS_3

Sehingga air tidak bisa masuk.kedalam, tertahan oleh kubah Perisai yang melindungi istana dan kehidupan di dalam nya.


Dari jauh Lu Sun bisa melihat orang orang berjalan kesana kemari dengan bebas, tanpa kesulitan bernafas.


Mereka hidup dengan bebas di dalam air seperti kehidupan di daratan.


Mungkin di sana tersedia oksigen yang cukup buat kehidupan di bawah.


Orang orang yang bisa menciptakan bangunan seperti ini benar-benar adalah seorang jenius.


Pantas saja mereka memiliki senjata cahaya biru Peresvet yang sangat kuat dan berbahaya.


pikir Lu Sun dalam hati.


"Siau Yu di sini bukan urusan mu, sebaiknya kamu menjauhi tempat ini."


"Biar aku sendirian yang kesana menghancurkan markas kelompok itu.."


"Tapi tuan,.. aku ingin membantu mu."


ucap Siau Yu menatap Lu Sun penuh permohonan.


"Tidak Siau Yu, tubuh mu terlalu besar, tidak leluasa bergerak."


"Senjata cahaya itu sangat berbahaya, aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, sehingga harus kembali kehilangan sahabat ku."


ucap Lu Sun sambil membelai kepala Siau Yu dengan penuh kasih sayang.


Siau Yu belum juga beranjak masih terus menatap Lu Sun dengan penuh permohonan.


Lu Sun menghela nafas panjang, dia mengerti bila tidak memberi kesempatan kepada sahabat barunya untuk menemaninya bertarung.


Siau Yu pasti akan kecewa dan merasa kehadirannya tidak di butuhkan oleh tuannya.


Sambil menghela nafas panjang, Lu Sun berkata.


"Baiklah Siau Yu kamu boleh ikut menghabisi mereka semua, anggap saja sebagai santapan makan siang.."


"Tapi kamu harus tunggu kode dari ku, baru boleh maju ikut membantu.."


ucap Lu Sun mengalah.


Siau Yu mengangguk cepat dengan patuh, dia pun berenang mundur menjauh, bersembunyi di balik rumput rumput dasar danau yang panjang dan lebat.

__ADS_1


Punggung Siau Yu yang menyembul keluar tersamarkan oleh warna kulitnya, yang mirip batu yang menonjol.


Lu Sun bisa berjalan di dasar danau seperti sedang berada di darat, berkat mutiara yang di pinjamkan Siau Yu padanya.


Lu Sun berlompatan ringan di dasar danau mendekati kubah perisai markas kelompok Petrov berada.


Tapi saat 10 meter lagi sampai ke perisai kubah, sepuluh sinar biru ditembakkan, kearah Lu Sun dari tower tower yang berada di sekitar kubah.


Lu Sun dengan cepat bergerak menghindarinya, tapi senjata laser itu, seperti bisa mengikuti pergerakan Lu Sun secara otomatis dan terus menembakkan cahaya biru dari berbagai arah.


Bahkan ada beberapa cahaya biru yang bergerak horisontal seakan-akan ingin memotong apapun yang dilewatinya.


Dari kekuatan sinar yang lewat di sampingnya, Lu Sun memperkirakan sinar sinar itu miliki, kekuatan sepuluh kali lipat dari senjata Peresvet yang pernah dia temui beberapa waktu lalu.


Lu Sun bergerak menghindar dengan hati hati, dia tidak ingin menyambut langsung serangan laser tersebut.


Lu Sun sambil menghindar, dia terus memperhatikan cara kerja senjata yang menyerang nya.


Lu Sun melihat setelah melepaskan tembakan selama 3 detik senjata akan vakum, tower akan di lindungi secara otomatis oleh perisai pelindung.


Hingga 5 detik perisai akan kembali terbuka, saat Senjata laser kembali di tembakan.


Memanfaatkan situasi ini, Lu Sun mulai memberikan serangan balasan secepat kilat saat Senjata laser di tembakkan kearahnya.


Begitu pula senjata laser yang tersembunyi di dalam tanah, Lu Sun juga merusaknya.


Lu Sun bergerak cepat mengelilingi seluruh kubah dan merusak seluruh senjata laser yang mengincarnya.


Setelah membersihkan seluruh kawasan di luar kubah perisai, Lu Sun baru berteriak,


"Siau Yu kemarilah...!"


"Ayo kita hancurkan bersama kubah Perisai cahaya ini.!"


Lu Sun menebaskan energi cahaya golok biru kearah perisai tersebut.


Perisai pelindung bergetar hebat tapi dia masih sanggup menahan serangan Lu Sun.


Lu Sun terus melepaskan tebasan golok cahaya biru tepat di satu titik.


Sedangkan Siau Yu menggunakan ekornya membantu menghantam perisai tersebut di titik yang sama dengan Lu Sun.


Para penghuni di dalam perisai pelindung mulai panik mereka beramai-ramai siaga dengan senjata di tangan, mereka menatap kubah Perisai yang sedikit demi sedikit mulai retak dengan tatapan dan wajah cemas.

__ADS_1


Tentu saja mereka cemas, bila perisai hancur atau bocor, air danau akan memenuhi tempat itu dan menenggelamkan mereka semua tanpa ampun.


Dari dalam perisai segera mengirimkan 10 kapal selam kecil, yang di persenjatai senjata laser.


Kapal selam kecil itu melesat cepat dan menembakkan senjata laser mereka kearah Lu Sun untuk menghentikan aksi Lu Sun dan Siaiu Yu.


"Siau Yu mundur...!!"


teriak Lu Sun karena khawatir Siau Yu terkena serangan laser yang di lepaskan oleh mesin kapal selam kecil itu.


Lu Sun sendiri sambil berteriak, dia melesat kearah kapal selam kecil memberikan tebasan energi Golok biru.


Satu persatu kapal selam kecil itu yang terkena tebasan energi Golok Biru Lu Sun terbelah dua dan langsung meledak.


Lu Sun berkelebatan kesana-kemari dengan sangat cepat, sehingga kapal selam kecil kesulitan membidik dan menargetkannya.


Sisa 3 kapal selam memutar arah berniat melarikan diri, tapi Lu Sun tidak memberi mereka kesempatan untuk itu.


Dia melepaskan satu tebasan golok raksasa' saat tiga kapal selam itu berada dalam posisi sejajar.


Tiga kapal selam kecil terakhir meledak dan hancur menjadi puing puing yang berserakan di dasar danau.


Kondisi pertempuran itu sedikit merusak ekosistem di dasar danau.


Meski menyayangkan nya, tai Lu Sun tidak bisa berhenti bertindak.


Bila dia tidak menghancurkan instalasi kelompok ini, entah kekacauan apa yang akan mereka lakukan di Sin Jiang.


Hal ini bisa merusak kedaulatan negara China, dan membahayakan seluruh penduduk yang ada di wilayah konflik tersebut.


Mereka bisa menjadi pemicu kekacauan seperti Afganistan dan Taliban, padahal jelas-jelas mereka sealiran dan bersaudara.


Tapi masih juga pecah menjadi dua kubu yang saling serang dan menghancurkan kehidupan masyarakat di sana.


Apalagi di Sin Jiang yang terdiri dari berbagai suku yang beda aliran bahkan beda kepercayaan dan secara fisik pun berbeda.


Bila para perusuh ini tidak di habisi dan di usir, Lu Sun khawatir mereka akan membuat kekacauan yang jauh lebih besar.


Lu Sun dan Siau Yu kembali menyerang Perisai yang setelah beberapa saat mereka tinggalkan, retakan nya mulai merapat kembali.


Untuk mempercepat proses pembobolan, Lu Sun berubah menjadi sebatang pedang yang raksasa yang berputar-putar mengebor Perisai pelindung bangunan di dasar danau tersebut.


Lu Sun menggunakan jurus manusia dan pedang bersatu (Jen Cien He Ie) dengan kekuatan Im Yang Sen Kung di gabungkan dengan kekuatan Bei Ming Sen Kung.

__ADS_1


Hasilnya langsung terlihat retakan semakin meluas.


__ADS_2