
Sedang duduk menatap kearah pintu dengan tatapan mata menakutkan.
Rambutnya dibiarkan panjang terurai tak terawat, seluruh badannya di penuhi otot melingkar-lingkar.
Leher kaki dan tangannya terikat rantai besar seukuran lengan manusia dewasa.
Raksasa itu duduk diam tak bergerak dan tak bersuara, saat pintu besi terbuka, puluhan petugas Sipir penjara yang masing-masing membawa tongkat listrik di tangan melangkah masuk kedalam ruangan itu dengan hati-hati.
Salah seorang petugas yang merupakan wakil kepala sipir penjara berkata menggunakan pengeras suara dari.luar.
"Boba kami ingin membawa mu ke lapangan merasakan sinar matahari.."
"Kalau kamu penurut dan tidak macam-macam kami akan membawa mu kesana."
"Tapi bila kamu berani macam-macam kami tidak akan segan-segan menyetrum mu dan menyeret mu kembali kesini."
Boba tersenyum mengejek, dia tahu orang-orang kecil ini sangat licik.
Bila bukan sedang membutuhkannya, orang-orang ini tidak bakalan mengambil resiko
Melepaskan diri nya.
Tapi tidak apa-apa dia harus mengambil kesempatan ini, bila tidak selamanya dia hanya akan terus terkurung didalam sini.
Boba dengan suara kaku dan berat berkata,
"Baiklah, ...aku setuju..!"
Lalu dia pun berdiri dari duduknya, karena tubuhnya lebih tinggi dari langit-langit ruangan tahanan tersebut, dia terpaksa sedikit membungkukkan badannya.
Beberapa petugas maju melepaskan rantai yang mengikat kaki tangan dan lehernya.
Lalu mereka membawanya menuju lapangan olahraga di mana Lu Sun dan para tahanan lain sedang berada tadi.
Di lapangan terbuka itu sendiri kini semua tahanan di minta kembali ke kamar tahanan masing-masing.
Hanya tersisa Lu Sun yang di kecuali kan, berhubung nomernya tidak di panggil-panggil untuk masuk kedalam sel tahanan.
Lu Sun pun berbaring santai di kursi panjang yang terbuat dari semen.
Dia tidak terlalu menanggapi kenapa nomernya tidak di panggil-panggil, paling-paling kalau semua tahanan sudah masuk tersisa dia nanti juga tetap akan masuk juga pikir Lu Sun santai.
Tak lama setelah semua tahanan sudah di masukkan kedalam sel tahanan.
Dari arah pintu keluar, kini berjalan keluar Boba yang menutup mata nya dengan tangan menghalau cahaya yang menyilaukan matanya.
__ADS_1
Dia sudah terlalu lama di kurung ditempat gelap sehingga matanya perlu penyesuaian.
Sesaat kemudian dia tertawa gembira dan menghirup udara segar sepuasnya.
Lu Sun yang sedang berbaring memejamkan matanya, mendengar suara langkah kaki berat mendatangi ke arah lapangan di mana dia berada.
Dia menjadi curiga, sambil bangun duduk melihat siapa pemilik langkah berat itu, Lu Sun membuka matanya dan melihat kearah kedatangan Boba.
Lu Sun tidak terkejut sama sekali melihat ke datangan Boba yang bertubuh tinggi besar.
Bagi Lu Sun tidak ada yang aneh dan perlu di takutkan, dia sudah sering berjumpa dengan monyet raksasa yang berukuran 10 kali lipat dari Boba, jadi Lu Sun menanggapi nya dengan santai.
Boba setelah berhasil menyesuaikan matanya, dia menghentikan tertawanya dan menatap kearah Lu Sun dengan heran.
Sekali lihat Lu Sun tubuhnya juga tinggi besar dan terlihat kekar dan berotot hanya saja bila di bandingkan dirinya Lu Sun tentu masih kalah jauh.
Terdengar suara dari speaker TOA berkata,
"Selamat datang Boba, aku adalah wakil kepala sipir yang berwenang di sini."
"Bila kamu dapat mengalahkan dia yang sedang duduk di sana, kami akan memindahkan mu ke penjara yang lebih layak."
"Kamu juga bisa merasakan sinar matahari dan udara segar tiap pagi di sini, gimana ? tertarik ?"
Boba tersenyum dia melihat kearah Lu Sun sebentar lalu kembali melihat kearah speaker TOA sambil mengangguk dia berkata,
Boba lalu membalikkan badannya menatap Lu Sun, tanpa banyak berkata,
"Dia langsung meraung berlari kearah Lu Sun dan melayang kan tinjunya yang kuat dan keras kearah Lu Sun."
Tapi tinjunya tidak mengenai sasaran, hanya meledakkan bangku semen di mana Lu Sun berbaring hingga jebol dan terbelah dua."
Lu Sun melayang ringan dan mendarat ditempat lain.
Lu Sun diam-diam terkejut, ternyata si Boba ini bukan hanya memiliki tubuh besar dan tenaga luar yang kuat.
Pukulan nya tadi yang mampu menghancurkan bangku semen panjang dan besar.
Hal ini jelas menunjukkan si Boba ini juga menguasai ilmu tenaga yang dahsyat.
Lu Sun pun kini sadar kenapa namanya tidak di panggil-panggil, kelihatannya dia ingin di adu dengan pria raksasa bernama Boba ini.
Kelihatannya kepala sipir penjara ingin memviralkan pertarungannya untuk mencari keuntungan pribadi.
Lu Sun dengan tatapan marah menatap ke arah, tempat persembunyian kepala sipir penjara.
__ADS_1
Lu Sun mengabaikan Boba, dia kini menyentilkan jarinya kearah kaca Anti peluru yang menutupi tempat persembunyian kepala sipir penjara.
Sentilan Lu Sun hanya menimbulkan retak pada jendela, tapi saat sentilan kedua jendela anti peluru yang sangat tebal dan satu arah tersebut akhirnya pecah meluruk ke bawah.
Selanjutnya Lu Sun juga menghancurkan semua CCTV yang ada di sekitarnya.
Lu Sun melakukan semua itu, sambil berlompatan menghindari serangan yang dilepaskan oleh Boba.
Boba yang selalu tidak berhasil menyerang Lu Sun menjadi sangat penasaran .
Dia mempercepat kecepatan nya menyerang juga berusaha mengurung Lu Sun, mempersempit ruang gerak Lu Sun.
Setelah menghancurkan semua CCTV dia juga melesatkan 6 nadi Pedang Sakti kearah, beberapa petugas dan kepala sipir yang sedang merekam dengan kamera hp mereka
Begitu tersambar sinar merah dari jari Lu Sun kamera hp mereka langsung meledak dan rusak.
Tidak bisa di gunakan lagi, mereka tidak berani merekam lagi takut HP cadangan mereka juga di hancurkan oleh Lu Sun dari jarah jauh.
Kepala sipir penjara itu kini berdiri bengong, dia tidak menyangka tahanan barunya sesakti ini, kini dia mulai percaya dengan ucapan para pasukan pengawal anti teror.
Begitu dia melihat kearah arena,.dia sangat terkejut melihat Boba bergerak ke sana kesini ,
berusaha mendaratkan pukulan nya ketubuh Lu Sun.
Tapi tidak ada serangannya yang berhasil mengenai sasaran yang dia tuju.
Lu Sun selalu bergerak dengan lincah bagai seekor kupu-kupu mengelilingi Boba.
Sesekali Lu Sun melepaskan pukulan Penahluk Naga yang keras.
"Blaarrr..!!"
terdengar bunyi ledakan dahsyat saat jurus yang Lu Sun lepaskan di sambut dengan keras lawan keras oleh si Boba .
Tubuh Boba yang tinggi besar terpental terguling-guling menjauhi Lu Sun.
Lu Sun hanya berdiri diam ditempat dan berkata,
"Boba apa kamu masih ingin melanjutkannya lagi ?"
ucap Lu Sun sambil menatap tajam kearah Boba.
Boba menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Anak muda maafkan aku yang telah berlaku kurang sopan tadi."
__ADS_1
.