KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERITA MENGEJUTKAN


__ADS_3

"Kalian bertiga lebih baik berhati-hati saat sedang bepergian dari rumah.."


ucap Lu Sun yang tidak tahu kenapa merasa cemas.


Dia seperti merasa sesuatu yang buruk mungkin akan segera muncul menganggu ketenangan kehidupan keluarga mereka.


Giok Lan menatap suaminya dan berkata,


"Sun ke ke jangan berteka-teki lagi, katakan lah, sebenarnya apa yang sedang terjadi..?"


Lu Sun kembali menghela nafas panjang kemudian perlahan-lahan dia berkata,


"Jimmy Huang barusan menelpon mengabarkan berita kabar duka datang dari menantu keluarga Sun, suami Monica Sun.."


"Black Panther yang gagah dan sakti kini telah meninggal.."


"Ahhh...! ini... bagaimana mungkin bisa terjadi ? bahkan kemampuannya tidak berada di bawah kemampuan Sun ke ke..? ini sungguh sulit di percaya..!"


ucap Ying Ying sedikit terkejut.


Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,


"Di balik kematian Black Panther pasti ada misteri besar, aku curiga ini ada hubungannya dengan Ming Dao."


"Bila dugaan ku benar, maka kita harus lebih waspada lagi.."


Lu Sun setelah menyelesaikan sarapannya, dia langsung berangkat menuju kantor utama Group Lu menjemput Jimmy Huang dan Peter Ho menemaninya berangkat menuju tempat pemakaman Black Panther.


Saat tiba di lokasi pemakaman yang sangat luas Setelah mengedarkan pandangannya sekilas, Lu Sun akhirnya menemukan lokasi pemakaman Black Panther yang megah dan meriah.


Di lokasi pemakaman terlihat sangat ramai orang-orang berpakaian hitam lengkap dengan kaca mata hitam, semua pada berdiri di hadapan makam tersebut.


Lu Sun dan kedua bawahannya, baru saja berjalan mendekati area pemakaman, sudah langsung di sambut teriakan keras,


"Lu Cin Bao dari keluarga Lu datang memberikan penghormatan terakhir...!!"


Lu Sun melewati kerumunan orang yang menyibak untuknya lewat.


Panitia menyalakan sebatang dupa memberikannya dengan hormat kepada Lu Sun.


Lu Sun menerima dupa tersebut, kemudian menggunakan dupa tersebut memberikan penghormatan kepada sebuah makam besar yang di hiasi foto hitam putih Black Panther.


Di mana di dalam foto tersebut, terlihat Black Panther sedang tersenyum.


Setelah melakukan penghormatan, Lu Sun mengembalikan dupa tersebut ke panitia untuk di tancapkan di tempat dupa yang di letakkan di depan makam Black Panther.


Lu Sun kemudian berjalan kehadapan Monica Sun yang sedang berlutut di samping makam suaminya dengan airmata bercucuran.


Di samping Monica Sun juga terlihat seorang anak perempuan kecil berusia 3 tahunan ikut berlutut di samping Monica Sun.


Anak itu terlihat sedang menangis sedih sambil berkata,

__ADS_1


"Papa bangunlah jangan tinggalkan Sani..."


"Papa..."


"Bangunlah pa... Sani janji tidak akan pernah nakal lagi..."


Mendengar ucapan bocah itu, sejenak Lu Sun memejamkan matanya, hatinya sangat terharu dan kasihan dengan bocah tersebut dan Monica Sun.


Lu Sun kemudian berjongkok di depan mereka berdua dan berkata,


"Kalian berdua tabah lah, jaga kesehatan kalian."


"Saat ini itu yang paling penting.."


ucap Lu Sun pelan sambil menatap mereka berdua dengan penuh simpati.


"Bila kalian memerlukan bantuan ku, jangan sungkan hubungi aku di sini.."


ucap Lu Sun sambil memberikan kartu namanya ke Monica Sun.


"Suami mu terhitung salah satu lawan yang paling ku hormati di jaman ini.."


"Dia adalah seorang gagah yang patut di hormati.."


ucap Lu Sun tulus sambil menepuk lembut pundak Monica Sun, kemudian mengelus lembut kepala putri black Panther dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih..."


Lu Sun menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Jangan lupa kalau ada kesulitan hubungi aku.."


"Permisi.."


ucap Lu Sun kemudian berdiri dari posisi berjongkok nya.


Lu Sun sempat melihat Ming Dao sedang menatap tajam kearah nya dengan tatapan penuh kebencian.


Ming Dao tepat hadir di belakang Monica Sun, Lu Sun setelah berdiri dia menatap Ming Dao sekilas lalu berkata,


"Dengan meninggalnya beliau harusnya perjanjian tempo hari sudah tak berlaku.."


"Tapi demi menghormati beliau, selama kamu tidak datang cari gara-gara aku tidak akan pernah membuat perhitungan dengan mu.."


Lu Sun kemudian memberi kode agar Jimmy Huang dan Peter Ho mengikutinya meninggalkan tempat tersebut.


3 hari yang lalu di pegunungan Kun Lun San yang sepanjang tahun selalu tertutup salju.


Pagi itu di sebuah lembah yang sepi dan sangat di rahasiakan dari umum.


Di depan sebuah bangunan tua yang besar dan luas, sedikit mirip gudang.

__ADS_1


Berdiri seorang pria tinggi besar tanpa baju yang menutupi tubuh nya yang berotot.


Seluruh tubuhnya berkilauan tertimpa cahaya matahari pagi.


Bagian punggungnya bertato kepala seekor macan hitam terlihat begitu hidup gambar tato tersebut.


Seolah-olah mahluk di punggungnya ingin keluar dari punggungnya dan menyerang siapapun yang berani mendekati tuannya.


Pria itu adalah Black Panther yang perkasa.


"Ming Dao manusia tidak tahu balas Budi...! Segera lepaskan istri dan anak ku...!"


"Dengan memandang muka ibu mertua, aku akan memaafkan perbuatan mu hari ini..!"


ucap Black Panther sambil menuding kearah seorang pria lain yang berdiri di hadapannya.


Pria yang berdiri di hadapan Black Panther adalah Ming Dao.


Meski memiliki wajah yang tampan, tubuh yang tinggi dan atletis.


Tapi sorot mata dan tarikan bibirnya, menunjukkan dia adalah seorang yang kejam culas, sadis ambisius dan siap menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan nya.


"Ha...ha...ha...ha..! kamu ini sungguh naif.."


"Aku berani' menculik mereka, tentu aku sudah punya perhitungan nya..! kamu pikir aku akan takut dengan mu lagi..?"


"Tadi aku sengaja melayani mu beberapa jurus hanya ingin menguji kekuatan milik ku.."


Black Panther menatap Ming Dao dengan geram seluruh tubuhnya mengeluarkan aura biru yang menyeramkan.


Tapi Ming Dao tidak terlihat gentar sama sekali,dari tubuhnya dia mengeluarkan Aura warna warni seperti pelangi.


Menolak Aura biru yang mencoba mendekati dirinya.


Sambil kembali mengeluarkan suara tawa yang menggetarkan seluruh tempat tersebut.


Ming Dao kembali berkata,


"Ha...ha..ha...ha...! Adik ipar ku yang baik aku saran kan tarik kembali kekuatan mu..!"


"Kamu tahu itu, kamu tidak akan bisa mengalahkan ku..tadi kita sudah mencobanya berulang kali..!"


"Kalau kamu masih memaksakan diri mencoba menyerang ku, aku akan pastikan kamu akan kehilangan mereka berdua selama nya..!"


ucap Ming Dao sambil tersenyum licik, penuh kepercayaan diri.


Black Panther seluruh tubuhnya gemetaran menahan amarah, sepasang matanya yang bersinar kebiruan melotot kearah Ming Dao.


Mulutnya terus berdesis gigi gemerutukan menahan kemarahannya yang meledak-ledak di dalam dadanya.


Tapi dia tidak berani sembarangan bergerak, karena keselamatan anak istrinya ada ditangan orang licik yang berada di hadapannya ini.

__ADS_1


Baginya keselamatan anak istrinya nomor satu, di dunia ini tidak ada yang lebih penting dari anak dan istrinya itu.


__ADS_2