
Xue Yen tiba-tiba muncul menghadang di depan Jack untuk melindunginya, sambil merentangkan sepasang tangannya.
Menatap kearah Lu Sun dengan penuh permohonan dengan sepasang matanya yang berurai air mata, dia berkata.
"Aku yang bersalah padamu, kumohon lepaskan dia biar aku saja menebus semuanya."
Serangan Lu Sun masih tertahan oleh pertahanan berlapis-lapis yang di buat oleh Jack.
Sehingga Xue Yen yang menghadang di depan Jack masih memiliki waktu untuk berbicara dengan Lu Sun.
Berusaha membujuknya untuk mengampuni Jack.
Lu Sun tersenyum pahit dan berkata,
"Maafkan aku Xue Yen, dosanya sudah terlalu banyak, lebih baik kamu menyingkir lah dari sana."
"Dia bukan pria yang pantas menerima pengorbanan mu."
"Hai Jack, apakah kamu tidak punya rasa malu ,? terus berlindung di belakang wanita."
"Mana kesombongan dan harga diri mu yang selama ini kamu banggakan..?"
ucap Lu Sun sambil menambah kekuatan serangannya, sambil memancing gengsi Jack
Jack pura-pura tidak mendengarnya, dia pura-pura memperkuat pertahanan nya.
Berusaha menolak serangan dari Lu Sun.
Lu Sun yang menyadari pancingan nya gagal, dia menambah kekuatannya sehingga perisai yang dibuat Jack mulai retak di bagian tengahnya.
Akhirnya pertahanan itu pun retak dan pecah berantakan, kini meluncur deras menghantam perisai lapis kedua.
Yang terdiri dari energi lautan pedang yang merapat membentuk sebuah tembok perisai.
"Xue Yen cepatlah menyingkir sebelum semuanya terlambat,.aku tidak akan pernah membatalkan serangan ini percayalah..!"
ucap Lu Sun mulai cemas.
"Xue Yen jangan bodoh dan keras kepala, cepat menyingkir selama masih ada waktu!"
ucap Lu Sun yang nada suaranya semakin lama semakin cemas.
Xue Yen menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Sun ke ke, tekad ku sudah bulat tidak perlu membujukku, sampai ketemu di kehidupan berikutnya."
"Arghhh...!!"
Teriak Lu Sun kesal dan frustasi melihat ke nekad an Xue Yen.
__ADS_1
Akhirnya perisai lapis kedua pun tembus, saat ini sedang berusaha menembus lapis terakhir, setelah ini tembus.
Berikutnya adalah Xue Yen, bila terkena Kekuatan serangan Lu Sun, Xue Yen pasti tewas.
Sambil mengeratkan bibirnya Lu Sun tersenyum sedih dan berkata,
"Maafkan aku Xue Yen, aku terpaksa mengecewakan permintaan mu sekali ini."
"Aku tidak mungkin mengorbankan orang-orang yang mencintai ku, demi memenuhi permintaan mu.. maafkan aku...!!"
ucap Lu Sun sambil memejamkan matanya dan memperkuat serangan nya.
Akhirnya perisai Ketiga juga hancur berantakan cahaya jari Lu Sun kini langsung menembus tubuh Xue Yen dan terus menghantam Jack .
Xue Yen terkulai jatuh keatas tanah dengan posisi tertelungkup tidak bergerak.
Sedangkan Jack terpental menghantam dinding dengan dada berlubang dan mulut menyemburkan darah segar.
Lu Sun tidak berani lengah sedikitpun, dia terus memperhatikan lawannya dan gerak -gerik mereka.
Meski dia kini berada di atas angin, dia tetap fokus dan berhati-hati.
Padahal hatinya sangat ingin pergi memeluk Xue Yen, tapi dia tidak berani melakukannya.
Itu tindakan yang terlalu beresiko, mengingat, Jack setiap saat masih dapat memberikan serangan balasan terakhir kepadanya.
Lu Sun hanya mengeraskan hati berusaha tetap tenang dan waspada.
Dia melancarkan sebuah pukulan jarak jauh kearah Lu Sun.
Sinar biru merah dan sebuah gambar Pat Kwa raksasa bergerak menyerang Lu Sun.
Lu Sun kembali melanjutkan serangan keduanya jari penembus langit.
Seberkas sinar susulan kembali bertemu di udara dengan serangan Jack yang langsung hilang tanpa bekas.
Berkas cahaya putih itu terus meluncur dengan kecepatan tinggi menghantam dada Jack.
Jack berteriak kesakitan berkelonjotan, menahan rasa sakit yang amat sangat parah.
Sementara itu di tempat lain, Ming Dao yang memanfaatkan situasi di mana Lu Sun yang terlalu fokus melawan Jack.
Dia diam-diam melarikan diri lewat jalan belakang, menuruni gunung secepatnya meninggalkan tempat tersebut.
Dengan sangat tergesa-gesa, membawa beberapa tas berisi uang tunai di belakang bagasi mobilnya.
Karena kondisi jalan yang bersalju tebal, mobil Jack beberapa kali hampir terpeleset jatuh kedalam jurang.
Untungnya dia sangat pandai menyetir sehingga selalu berhasil menyelamatkan diri,meski ban mobil terus berdecit.
__ADS_1
Meninggalkan bekas garis hitam memanjang akibat ban mobil yang bergesekan dengan jalan licin yang dia lalui.
Akhirnya Ming Dao berhasil menjauhi pegunungan Rocky mountain, memasuki jalan bebas hambatan kabur melarikan diri.
Sementara itu ditempat pertempuran Jack melawan Lu Sun, Jack yang terluka sangat parah tidak ada kemungkinan untuk hidup lebih lama lagi.
Masih tetap tersenyum lebar menatap Lu Sun dan berkata sambil mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya.
"Aku... menunggu kedatangan mu...di akherat..teman.."
Kemudian 3 buah batu terlepas dari pegangannya jatuh di atas perutnya, mengeluarkan cahaya merah kuning hijau yang menyilaukan.
Perlahan-lahan Ketiga cahaya itu menyatu dengan tubuh Jack.
Terjadi perubahan pada tubuh Jack tubuhnya mulai tumbuh sisik seperti kulit Naga, lalu muncul ekor yang mirip ekor buaya.
Wajahnya perlahan-lahan mulai berubah menjadi wajah seekor kadal yang memiliki tanduk seperti tanduk Naga.
Mulutnya memiliki taring panjang yang seperti taring harimau purba.
Tangan dan kakinya pun berubah menjadi cakar Naga, ada sepasang sayap lebar seperti sayap kelelawar muncul di punggungnya.
Seluruh tubuhnya di kelilingi oleh cahaya 3 warna.
Kulitnya yang bersisik Naga berwarna kehijauan.
Tinggi mahluk itu mencapai 3 meter, Lu Sun yang bertubuh tinggi besar, bila dibandingkan dengan mahluk tersebut hanya setinggi dadanya mahluk itu.
Untuk melihat mahluk itu, Lu Sun harus menengadah keatas melihat nya.
Mahluk itu Meraung keras kemudian melesat menerjang kearah Lu Sun dengan sepasang cakar nya yang mengeluarkan cahaya energi, kuning dan merah.
Lu Sun sempat terpana melihat munculnya mahluk aneh, mirip yang pernah dia Lawan di pertempuran terakhirnya.
Sebelum akhirnya dia terluka parah dan meninggal.
Cuma kelihatannya mahluk ini bahkan jauh lebih kuat, ketimbang mahluk yang pernah dia lawan dulu.
Ketika merasakan angin serangan yang datang menghampirinya.
Tubuh Lu Sun bergerak secara reflex dengan Wu Ying 72 Pian Pu.
Lenyap dan muncul di area lain, Lu Sun segera mengeluarkan senjata legendaris nya, untuk berjaga-jaga dan mengantisipasi serangan mahluk berbahaya itu.
Mahluk itu yang kehilangan Lu Sun yang diserangnya, segera membalikkan badannya.
Kemudian mengeluarkan suara geraman dahsyat yang menggetarkan villa mewah milik Jack.
Mahluk itu tidak langsung menyerang Lu Sun, dia terus menatap kearah tombak di tangan Lu Sun.
__ADS_1
Mahluk itu mengulurkan tangannya ke udara muncul sebuah tongkat bermata golok kebiruan sedikit bengkok.
Lebih mirip dengan pedang Arab, ketimbang golok khas China daratan.