
Simon dengan wajah penasaran berjalan mendekati papan sasaran tembak.
Saat berada di dekat papan sasaran tembak Simon terkejut melihat titik bagian tengah papan yang bolong.
Dia mengulurkan tangannya menyentuh papan yang bolong itu, lalu dia melihat kearah Lu Sun dengan tatapan bingung.
Lu Sun sambil tersenyum mengangguk, meyakinkannya dan berkata,
"Kemarilah Simon.."
Simon berlari menghampiri Lu Sun dan berkata,
"Guru benarkah anak panah ku lah penyebab bolongnya papan sasaran tembak ?"
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Berapa kali kamu melakukan tehnik pernapasan dan berapa banyak energi yang kamu kumpulkan dari udara sebelum melepaskan anak panah."
"Aku..aku.. tidak yakin akan kekuatan panah ku, dengan jarak sejauh itu."
"Jadi aku menambahkan dua kali lagi sebagai tambahan kekuatan sebelum melepaskan anak panah ku.."
ucap Simon ragu, tapi dia menjawab dengan jujur
Lu Sun tersenyum dan berkata,
Tehnik pernapasan itu memiliki kekuatan dan membantu ketepatan tembakan kalian."
"Kendalikan dengan baik, dan gunakan sesuai kebutuhan, bila berlebihan, bisa membahayakan orang lain, kalian harus ingat itu."
pesan Lu Sun kepada 3 orang murid yang berada di hadapannya.
Ketiga murid itu mengangguk mengerti, tanpa banyak membantah.
"Sekarang giliran mu Clara.."
Clara mengangguk kemudian dia mulai bersiap-siap dan membidik sasaran dengan anak panahnya.
Beberapa saat kemudian dia melepaskan anak panahnya, dan anak panahnya tepat mengenai sasaran.
Tapi karena sasaran paling tengah bolong, panah Clara pun hilang, tidak menancap di papan sasaran..
Clara menatap Lu Sun, Lu Sun tersenyum dan mengangguk,
"Sudah tepat.tembakan mu.."
ucap Lu Sun meyakinkan Clara.
"Nah sekarang soal kecepatan melakukan tembakan panah dalam perlombaan."
"Berapa kali kalian di beri kesempatan menembakkan panah dalam perlombaan ?"
tanya Lu Sun sambil menatap mereka bertiga.
"3 kali guru.."
jawab Kevin.
",Tepat ,"
jawab Lu Sun.
__ADS_1
"Berapa banyak waktu yang di berikan oleh juri, kepada kalian untuk menyelesaikan 3 kali tembakan."
"Dua menit guru.."
jawab Clara.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Nah kalian harus ingat, waktu kalian terbatas, jadi tidak bisa terlalu lama atau pun terlalu cepat melepaskan tembakan."
"Terlalu cepat tembakan kalian bisa meleset, terlalu lama kalian akan kehabisan waktu dan di diskualifikasi.."
Lu Sun mengajak mereka mundur ke garis 120 meter, kemudian berkata,
"Aku akan berikan contoh menembak dengan cepat, dan tepat.."
Sekali Raup Lu Sun menarik 3 batang anak panah di tangannya.
Lalu dia melepaskan tembakan panah nya berturut-turut sebanyak 3 kali tanpa membidik seakan-akan asal.
Setelah itu Lu Sun kembali dengan cepat meraup 3 batang anak panah dan melepaskannya secara bersamaan.
Semuanya anak panah yang Lu Sun lepaskan tepat mengenai sasaran, lalu Lu Sun berkata.
"Hari ini sampai di sini dulu,.mengenai tehnik menembak cepat tanpa membidik."
"Pertemuan Minggu depan baru ku ajarkan pada kalian.."
"Sekarang waktu sudah habis, kembali lah ke kelas siap-siap untuk pulang."
"Ya....!"
ucap ketiga murid itu kecewa, setelah melihat demonstrasi, cara memanah Lu Sun yang menakjubkan dan lain daripada lain.
Ketiga murid Lu Sun hanya bisa menatap bayangan punggung Lu Sun dengan tatapan kecewa dan sangat penasaran.
Lalu mereka menyusul lari kembali ke kelas mereka.
Tak lama kemudian terdengar bunyi bell sekolah, tanda jam pulang sekolah telah tiba.
Lu Sun sendiri langsung berjalan meninggalkan gedung sekolah, menuju halaman parkir, di mana mobilnya biasanya parkir.
Lu Sun duduk di dalam mobilnya, membuka kaca jendela sambil menyalakan mobil dan pendingin mobil.
Untuk membuang hawa panas, dalam mobil tersebut.
Beberapa saat kemudian Lu Sun pun menutup kembali jendela mobilnya, duduk santai menanti kedatangan Lu San Afei dan Lu Dan.
Tak lama kemudian ketiga anak itupun muncul dan langsung masuk kedalam mobil.
Begitu masuk kedalam mobil Lu San bercerita dengan heboh,
"Ayah..ayah tahu tidak ? hari ini sekolah kita kedatangan seorang guru olahraga yang sangat hebat.."
"Ya,..ayah, aku juga mendengarnya,..tapi ada kabar dia tidak akan mengajar kelas aku dan kelas kakak San..sungguh heran..kok bisa gitu ya ?"
ucap Afei menyambung ucapan Lu San.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Ayah gak tahu, juga gak kenal..lebih baik sekarang kita pulang makan, mama Xue Yen sudah siapkan makan enak buat kita.."
__ADS_1
"Asyik...!!"
teriak San er dan Afei gembira.
Sebaliknya Lu Dan yang agak susah makan hanya diam saja, karena dia lebih suka ngemil minum susu makan buah, ketimbang makan nasi.
"Emangnya ibu Xue Xue masak apa hari ini ayah ?"
tanya Lu San .
"Tuh ada di HP ayah fotonya, lihat aja, "
ucap Lu Sun sambil membelokkan mobilnya keluar dari sekolah anaknya.
"Wah banyak banget, "
ucap Afei senang.
"Emangnya hari ini ulang tahun ayah ya ?"
tanya Afei.
Lu sun menggelengkan kepalanya, sambil terus nyetir.
"Afei kamu boleh makan tapi jangan banyak, ingat bodhi darah masih menunggu mu."
ucap Lu Sun mengingatkan.
"Ya ayah.."
ucap Afei tidak berani membantah, buah itu selain membuat tubuh panas dingin dan sangat menyiksa.
Rasanya juga sangat asem dan pahit, Afei sebenarnya sangat bosan makan buah itu hampir setiap hari.
Tapi harus di akui, khasiat buah itu sangat hebat dalam meningkatkan level latihan tenaga dalam nya.
Hari demi hari berlalu dengan cepat tanpa terasa, Lu Sun sudah mengajar selama 3 bulan di sekolah Kuang Ming.
Dia cukup menikmati hari-hari tenangnya, meski kadang ada gangguan kecil dari guru Ken dan para muridnya yang sombong.
Tapi Lu Sun selalu berhasil mengatasinya dengan jalan damai.
Ketiga anak Lu Sun juga di peringatkan oleh Lu Sun untuk menjauh dan mengindari bermasalah dengan kelompok guru Ken.
Mereka bertiga juga sudah tahu, guru olahraga baru yang sangat populer dan sabar itu, ternyata adalah ayah mereka.
Pagi itu Lu Sun yang sedang duduk di dalam ruangan kantor, bersama guru guru lain.
Di kejutkan dengan kehadiran kepala sekolah Ma bersama seorang gadis muda yang sangat cantik.
Alisnya matanya hidung dan bibirnya yang merah mungil membuatnya terlihat sangat cantik dan menggemaskan.
Lu Sun yang biasanya selalu menganggap sepi gadis manapun kecuali ketiga istrinya.
Kini ikut menatap gadis itu sampai melongo seperti orang bodoh.
"Pagi semuanya, hari ini aku membawa rekan baru untuk kalian semua.."
"Beliau adalah guru Erika Ciu, atau lengkapnya Ciu Li Ting."
"Guru Ciu akan menempati posisi sebagai guru pengajar tehnik robotika dan elektro."
__ADS_1
ucap Pak Ma sambil tersenyum gembira.
Guru Lin juga ikut menatap dengan wajah kaget kearah wajah guru baru itu.