KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEDATANGAN GIOK LAN


__ADS_3

"Aku takut tidak bisa.. mengontrol...diri ku."


ucap Lu Sun yang mulai memburu nafasnya menahan gelora di dalam tubuhnya.


Xue Yen mendesah pelan, dia juga dari tadi sudah terpancing, dia bergumam lirih,


"Masukkan saja Sun ke ke tidak apa-apa..."


Lu Sun mengguyur Kepalanya dengan air Shower, akhirnya dia sadar dan bisa mengontrol Kembali dirinya.


Lu Sun kemudian memberi shampoo dan membantu mencuci rambut Xue Yen.


Sambil berkata,


"Jangan gila sayang, kondisi mu belum boleh, nanti saja bila sudah pulih total."


"Ayo udahan nanti masuk angin.."


ucap Lu Sun lembut mematikan kran shower.


Kemudian dengan lembut menggendong Xue Yen menjauhi shower, dan menggunakan handuk membantu mengeringkan rambut Xue Yen.


Tiba-tiba ditangan Lu Sun muncul sebuah pengering rambut yang menggunakan batere cas tanpa kabel.


Xue Yen tertawa melihatnya,


"kamu kok bisa punya begituan..?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Aku melihatnya di jual dipertokoan di kapal pesiar, karena merasa lucu dan praktis."


"Aku membelinya dan ku simpan di dalam gelang ku."


"Tidak tahunya, kini malah berguna."


Lu Sun membantu mengeringkan rambut Xue Yen sampai benar-benar kering.


baru memakai kembali celana pelindung, dan mengenakan kembali pakaian dari rumah sakit.


Lu Sun menggendong dan membaringkan Xue Yen di ranjangnya dengan hati-hati.


Lu Sun baru menyadari Prof Billy sedang duduk di sofa memperhatikan nya sambil tersenyum, saat dia membantu menyelimuti dan menyalakan tv buat Xue Yen.


"Prof maaf aku..."


Peof Billy melambaikan tangannya dan berkata,


"Tidak apa-apa, toh dia menyukainya.."


ucapnya sambil tersenyum menggoda Xue Yen putrinya.


Xue Yen sedikit merah wajahnya, tapi dia tidak membantah dan bertanya,


"Sejak kapan ayah di sini ?"


Sambil tersenyum Prof Billy berkata,


"Tadi aku ketiduran didepan, begitu bangun aku langsung masuk kesini, tapi kalian sedang mandi."

__ADS_1


Prof Billy menatap Lu Sun dan berkata,


"Cin Bao sekali ini kamu harus segera nikahi Xue Xue, tidak boleh banyak alasan lagi ya.."


"Kamu tidak tahu, selama di Kanada tiap malam dia menangis sambil memeluk foto mu."


ucap Prof Billy serius.


"Ayah...!! kamu bicara apa...! jangan mengarang..!"


ucap Xue Xue malu..


Prof Billy dengan serius berkata,


"Aku tidak mengarang, nih lihat aku merekam nya."


ucap prof Billy tidak mau kalah sambil menunjukkan HP nya.


"Ayah..! kamu mengintip dan merekam ku...!"


teriak Xue Xue semakin malu, sambil menutupi wajahnya.


Lu Sun tertawa kecil dan membelai rambut Xue Yen, dia berkata.


"Setelah Xue Xue pulih dan bisa meninggalkan rumah sakit, aku pasti akan segera menikah dengan nya, ayah tidak perlu khawatir."


Lu Sun langsung merubah panggilannya menjadi ayah.


Prof Billy sangat senang dan berkata,


"Bagus, aku sudah tidak sabar ingin kembali ke Nan Jing, merayakan pernikahan kalian."


Lu Sun mengangguk, di dalam hati dia ingin sekaligus mengadakan pesta menikahi Ketiga wanita yang di cintai nya sekaligus.


Malam itu Prof Billy di antar George tidur di apartemen Lu Sun, sebenarnya milik ayah Giok Lan.


Sedangkan Lu Sun tidur di rumah sakit menemani Xue Yen.


Untung Lu Sun tidur menemani Xue Yen, karena Xue Yen setiap tertidur pasti bermimpi dan berteriak-teriak histeris.


Menolak memohon agar Jack ataupun Ming Dao berhenti melecehkannya.


Lu Sun sangat marah, tapi juga kasihan dengan Xue Yen, berkat keberadaan Lu Sun.


Xue Yen akhirnya bisa tidur dengan tenang.


Xue Yen tidur dengan nyenyak dalam pelukan Lu Sun.


Hari-hari terus berlalu, tak terasa 3 hari telah berlalu.


Selama 3 hari ini, Lu Sun lah yang dengan sabar merawat dan menenangkan Xue Yen bila bermimpi buruk.


Perlahan-lahan kondisi Xue Yen mulai membaik, pagi ini Xue Yen sudah diijinkan oleh dokter untuk meninggalkan rumah sakit.


Di saat Lu Sun sedang bersiap-siap meninggalkan rumah sakit, pintu kamar terbuka dari luar terdengar sebuah suara lembut memanggilnya.


"Sun ke ke..aku datang.."


Giok Lan berdiri di depan pintu kamar yang terbuka sambil tersenyum manis menatap Lu Sun.

__ADS_1


Lu Sun langsung menoleh ke belakang, dia tersenyum lebar, kemudian langsung berjalan keluar memeluk Giok Lan.


"Kapan datang, kenapa tidak memberitahu ku, biar aku atau George pergi menjemput mu?"


ucap Lu Sun lembut penuh kerinduan.


"Tidak perlu kamu sedang sibuk, disini banyak bawahan kantor cabang ayah, mereka bisa mengirim supir menjemput ku."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Bagaimana urusan mu di sana lancar ? sudah beres semua ?"


Giok Lan menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Pemakaman ayah sih sudah beres, cuma serah terima dan pengalihan nama atas semua warisan dan Asset masih belum beres."


"Ku pikir sudah beres, kenapa kamu tidak membereskan semua nya sampai selesai baru kemari, sayang ?"


Giok Lan tersenyum manja memegang wajah Lu Sun dan berkata,


"Aku merindukan mu, aku ingin melihat keadaan mu."


"Kenapa kamu tidak rindu ya sama aku ? merasa terganggu ya dengan kedatangan ku ?"


ucap Giok Lan lirih sambil menundukkan kepalanya dengan sedih.


Lu Sun terkejut mendengarnya, dia cepat mengangkat wajah Giok Lan dan buru-buru berkata,


"Kamu ini bicara apa, tentu aku senang kamu kemari, aku juga sama dengan mu selalu merindukan mu."


"Aku hanya khawatir, bila serah terimanya tidak beres, kedepannya akan menimbulkan masalah dan kesulitan buat mu."


ucap Lu Sun lembut sambil membelai wajah Giok Lan.


Mendengar ucapan Lu Sun, Giok Lan kembali tersenyum dan berkata,


"Urusan sana sangat ribet, warisan ayah banyak sekali, kalau harus menunggu semua beres mungkin 1/2 tahun belum tentu selesai."


"Jadi aku memutuskan kesini dulu menemui mu, dua tiga hari baru kembali melanjutkan membereskannya."


"Gimana keadaan kakak Xue Yen sekarang ?"


Lu Sun mencium kening Giok Lan dengan penuh rindu, kemudian baru menjawabnya,


"Sudah jauh lebih baik, ayo ku antar kamu menemuinya, dia sedang di taman mengikuti jadwal theraphy senam rumah sakit."


Giok Lan menahan tangan Lu Sun sejenak dan berkata,


"Apa kehadiran ku tidak akan menimbulkan salah paham dan menganggu pikirannya yang tertekan."


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Cepat atau lambat dia harus tahu hubungan kita, daripada nanti dia tahu dari orang lain."


"Itu akan lebih tidak baik, aku akan menjelaskan padanya, aku yakin dia pasti ngerti."


"Ayo.. percayalah padaku.."


Giok Lan mengangguk, dia tidak menolak lagi, dia berjalan sambil bergandengan tangan dengan Lu Sun.

__ADS_1


Dia terlihat sangat bahagia, dapat terlihat dari senyum yang terus menghiasi wajahnya.


Lu Sun dan Giok Lan akhirnya menemukan Xue Yen yang sedang duduk berjemur matahari pagi, di bangku panjang yang disediakan rumah sakit.


__ADS_2