KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MULAI MENEMUKAN TITIK TERANG


__ADS_3

"Kok bisa ya ? paman mu Clooney punya koneksi petinggi militer di Amerika..?"


tanya Lu Sun heran..


"Sebenarnya bukan paman Clooney yang punya koneksi itu, tapi ayah ku, Paman Clooney hanya meneruskan saja."


"Ayah memiliki koneksi itu, lewat keluarganya secara turun temurun dari nenek moyang kami.


Mulai dari Civil War moyang kami sudah aktip menjadi pendukung dan pemasok senjata nomor satu buat presiden Abraham Lincoln.."


"Jadi sejak perang itu berakhir, mengingat jasa nenek moyang kami, sebagai pemasok senjata nomor satu buat gerakan pasukan presiden Abraham Lincoln."


"Keluarga kami selalu mendapatkan dukungan dari petinggi militer Amerika, untuk menjadi pengembang nomor satu persenjataan militer Amerika."


"Dan itu berlangsung hingga sekarang, di mana setelah ayah tiada, kini di sambung oleh Paman Clooney yang kini dibantu oleh suami Nicole John."


"Mereka berdua tentu kamu masih ingat kan ?"


ucap Giok Lan sambil tersenyum.


Lu Sun menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian Giok Lan melanjutkan ceritanya,


"Kini selain John paman Clooney di bantu oleh Alberto yang merupakan anak dari kakak ayah ku."


"Kelihatannya Alberto sudah dipersiapkan oleh paman untuk melanjutkan tradisi keluarga.. untuk menggantikan paman Clooney kelak.."


ucap Giok Lan menjelaskan.


Sambil tersenyum Lu Sun berkata,


"Yang jelas keturunan blaster ataupun asli China seperti saya, tidak bakal dapat jatah.."


Mendengar ucapan Lu Sun, Giok Lan tertawa dan berkata,


"Meski keluarga ayah setuju, koneksi di pemerintahan jelas tidak akan setuju."


Sambil tertawa Lu Sun berkata,


"Aku sih tidak tertarik dengan kekuasaan dan kekayaan keluarga mu, aku cuma tertarik dengan keturunan nya yang kini ada di hadapan ku saja.."


Giok Lan tersenyum senang dan kembali memeluk Lu Sun dengan erat.


Giok Lan tadinya sempat sedikit khawatir, bila Lu Sun tertarik ingin memajukan Lu Dan sebagai penerus keluarga besarnya.


Dengan kemampuan dan kekayaan Lu Sun, di tambah dukungan nya, itu bukan hal mustahil.


Tapi hal ini akan merusak tradisi, dan perpecahan keluarga, selain itu dukungan dari pemerintah terhadap kepentingan persenjataan ciptaan keluarganya pasti akan berkurang.

__ADS_1


Kini dia bisa kembali bernafas lega, setelah mendengar ucapan langsung dari Lu Sun.


"Sayang apa yang sedang kamu pikirkan..?"


tanya Giok Lan yang melihat Lu Sun seperti sedang melamun.


"Ini aku sedang berpikir, apakah organisasi rahasia itu, ada hubungannya dengan pesan yang di tinggalkan oleh majikannya Siau Yu.."


ucap Lu Sun sambil masih terus melihat kearah jendela.


"Emangnya pesan apa yang di tinggalkan oleh majikannya Siau Yu?, kenapa kamu selalu terlihat cemas, saat berbicara tentang hal ini.?"


tanya Giok Lan kurang mengerti.


"Sayang akhir akhir ini aku seperti punya firasat, sebuah hal buruk akan segera terjadi, perasaan ini sama persis seperti perasaan saat monster hijau muncul di jaman ku.."


"Pesan dari majikan Siau Yu adalah sesuai dengan ramalan nya, bila ada yang berjodoh dengan nya, dan menemukan peninggalannya."


"Maka adik seperguruannya, kecapi iblis yang berumur 300 juta tahun, akan segera muncul, untuk mengacau tiga alam di semesta ini."


ucap Lu Sun sambil melamun.


"Sayang dengan kemampuan mu, aku dan Ying Ying saat ini apalagi yang perlu kamu khawatirkan,? apakah benar sesakti itu kah orang yang di panggil kecapi iblis itu.?"


tanya Giok Lan heran.


Lu Sun menoleh menatap Giok Lan dan berkata,


"Maksud Sun ke ke kecapi iblis itu ada hubungannya dengan Tan Sim Houw dipedalaman Mongolia itu. ?"


ucap Giok Lan dengan wajah sedikit kaget


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Benar Lan er, Kecapi iblis terhitung sebagai Susiok Couw nya Tan Sim Houw."


"Atau dengan kata lain Kecapi iblis adalah adik seperguruan Wu Ming Lau Jen, majikan Siau Yu, sedangkan gurunya Tan Sim Houw, yang bernama Bei Ming, adalah seseorang yang secara kebetulan menemukan ilmu peninggalan Wu Ming Lau Jen."


"Tapi karena keterbatasan bahasa dan pengetahuan, Bei Ming dan muridnya Tan Sim Houw hanya berhasil mempelajari Wu Ming Sen Kung hingga level 10 saja."


"Makanya aku ingin mengajak mu, keperpustakaan besok untuk menerjemahkan ilmu ini."


ucap Lu Sun sambil menunjukkan gambar yang di ambil dengan HP nya.


Giok Lan mengamati sebentar dan berkata,


"Huruf-huruf ini sedikit mirip dengan tulisan Hieroglip, tulisan peninggalan jaman Mesir kuno."


Lu Sun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Semoga besok kita bisa menerjemahkan nya, sehingga kelak bila iblis itu muncul, mungkin ilmu inilah yang berguna untuk menghadapi nya.."


Giok Lan mengangguk dan berkata,


"Bila tidak berhasil, terpaksa kita kunjungi perpustakaan kahyangan, atau aku akan membawamu ke langit lapis ke 3 dimana Yu Se Tian Cun berada, mungkin dia bisa membantu kita."


"Ahh benar,...benar sekali tepat sayang, aku sampai lupa punya seorang istri, yang punya banyak koneksi di langit."


"Yu Se Tian Cun adalah Pan Gu sedang kan Pan Gu adalah murid dewa agung Wu Ming, mencarinya adalah jalan terakhir yang paling tepat.."


ucap Lu Sun sambil memeluk Giok Lan dengan gembira.


Dia terlihat seperti anak kecil yang menemukan permen atau mainan kesayangan nya.


Melihat kegembiraan Lu Sun, Giok Lan pun ikut tersenyum bahagia, sambil membalas memeluk dan menepuk-nepuk punggung suaminya.


"Sayang terimakasih banyak..."


ucap Lu Sun gembira.


"Aku adalah istri mu, tentu saja bila bisa berbagi beban pikiran dengan mu, adalah suatu kebahagiaan bagi ku, jadi tidak perlu berterimakasih."


"Sayang kamu luar biasa, aku sangat mencintaimu.."


ucap Lu Sun sambil mencium bibir istrinya dengan mesra.


Giok Lan menahan bibir suaminya dengan dua jarinya dan berkata,


"Jadi maksud mu bila aku tidak bisa bantu apa-apa kamu tidak akan mencintai ku..?"


"Ehh,..bukan... bukan...itu maksudku..aku..aku.


ucap Lu Sun bingung dan panik.


Melihat sikap Lu Sun, Giok Lan pun meledak tertawa nya, dia tidak serius menegur Lu Sun.


Dia hanya ingin bermain main dengan suaminya.


Tapi saat melihat reaksi Lu Sun yang panik, Giok Lan tidak dapat lagi menahan diri untuk tertawa.


Melihat Giok Lan tertawa, Lu Sun pun sadar, istrinya sedang mempermainkan nya,


"Mengerjai ku,.. berani mengerjai ku...awas...ini rasakan.."


ucap Lu Sun sambil menindih dan mengelitiki pinggang dan perut Giok Lan.


"Hi...hi...hi...ha...ha...ha...ha....!"


"Jangan...aduh...ampun...geli sayang...Hi...hi...hi..ha...ha...ha...! ..ampun sayang..aduh jangan..jangan.. di sana..ha...ha...ha..ha.! ampun sayang...!"

__ADS_1


teriak Giok Lan sambil tertawa dan berusaha menahan jari Lu Sun yang bergerak liar di sekitar titik kegelian nya.


__ADS_2