
Menu sarapan Giok Lan memang lebih praktis dan mudah di siapkan, makanya sudah selesai duluan.
Sedangkan menu sarapan Xue Yen yang jago masak adalah mie goreng spesial yang lebih ribet, jadi di siapkan bersamaan dengan bubur polos kesukaan Ying Ying dan Lu San.
Sebenarnya masak mie goreng nya mudah, tapi yang ribet adalah Toppingnya, yang harus menggunakan jamur Hio Kow, wortel di iris tipis-tipis, sayur Pak Choy, jagung muda, Tahu, dan telur dadar yang di iris tipis-tipis, serta taburan bawang goreng, dan daun bawang iris.
Sedikit saja salah rusak lah semuanya, jadi Lu Sun harus lebih hati-hati menyiapkan satu persatu topingnya setelah mie gorengnya selesai di masak.
Apalagi Xue Yen tidak suka daging dan seafood jadi untuk mendapatkan rasa gurihnya, Lu Sun memerlukan kaldu Ayam kampung.
Untungnya daging ayam kampungnya, bisa diambil dagingnya dipotong kecil-kecil di jadikan taburan diatas bubur polos Ying Ying dan Lu San.
Meski terlihat sibuk dan ribet, tapi Lu Sun mengerjakan semuanya dengan hati gembira.
Tak lama kemudian Xue Yen sudah bangun, dengan rambut sedikit acak-acakan dan wajah sedikit pucat dan lesu.
Dia mengambil gaunnya yang di letakkan di sampingnya, mengenakan nya, lalu dia berjalan keluar dari kamar nya ingin pergi ke dapur.
Karena biasanya pagi dan siang, dia lah yang selalu menyiapkan makanan untuk semua orang dirumah.
Hal ini karena cuma dia yang bisa masak, Lu Sun baru akhir-akhir ini dirumah.
Sebelumnya dia banyak urusan, jarang di rumah, sehingga semua tugas dapur jatuh ke dia.
Tapi untuk penyiapan bahan dia tetap di bantu oleh para pembantu, karena setelah masak dia harus ke kantor groups Lu yang dititipkan Lu Sun padanya.
Xue Yen begitu keluar dari kamar mencium bau wangi masakan, dia pun tersenyum.
Ini pasti suaminya sedang membantunya menyiapkan sarapan, pikir Ying Ying.
Dia pun kemudian turun ke lantai bawah berjalan menuju dapur.
Melihat suaminya sedang sibuk Xue Yen pun buru-buru menghampirinya dan berkata,
"Sudah biar aku saja yang terusin, makasih ya sayang pagi-pagi sudah datang ke dapur bantuan nyiapkan sarapan."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Kamu baru bangun, duduklah disana dekat Giok Lan, bentar lagi juga siap.."
Lu Sun meraih pinggang Xue Yen mencium keningnya, lalu memberi kode agar Xue Yen duduk santai di sana.
Xue Yen mengangguk dan tersenyum senang, wajah cemberut dan kesalnya kemaren sudah lenyap total.
Setelah semua sarapan siap Lu Sun pun berkata,
"Kalian makan saja dulu, aku mau pergi manggil Ying Ying dan Lu San kemari."
Xue Xue dan Giok Lan mengangguk, mereka masing-masing mencicipi masakan mie yang di buat Lu Sun.
__ADS_1
"Wow..! Kakak Xue Xue masakan Sun ke ke ternyata tidak kalah enak dengan masakan mu.."
ucap Giok Lan antusias begitu mencicipi mie masakan Lu Sun.
Xue Yen tersenyum dan berkata,
"Sun ke ke memang bisa masak, hanya saja dia masak berdasarkan keinginannya, kalau dia lagi ingin dia masak kalau gak ya gak masak.."
"Kalau ngandalin dia kita bisa mati kelaparan.."
ucap Xue Yen sambil tersenyum.
Sementara itu Lu Sun begitu kembali ke kamarnya, dia melihat Ying Ying sudah bangun tidur dan sedang menyiapkan semua perlengkapan mereka buat berangkat.
Tadinya dia mengira Ying Ying masih asyik tidur, ternyata dia salah sangka.
"Sayang sarapan sudah siap, sarapan dulu yuk ?"
ucap Lu Sun sambil tersenyum.
Ying Ying menoleh menatap suaminya dan berkata,
"Nanggung sayang dikit lagi selesai, coba kamu cek tas mu, apa ada yang kurang ?"
Lu Sun tersenyum lalu duduk disebelah Ying Ying yang sibuk menyusun barang bawaannya.
"Selama ni juga kamu yang selalu siapin tas ku, gak pernah kurang tuh, lebih malah."
Ucap Lu Sun sambil membantu mengambilkan barang yang Ying Ying perlukan agar lebih cepat beres
Dengan tangannya yang bisa memanjang, Lu Sun bisa mengambil barang-barang yang Ying Ying perlukan dengan lebih cepat.
Dalam waktu singkat semua pun selesai, Lu Sun memasukkan kedua tas itu kedalam gelangnya agar lebih praktis.
Melihat hal ini Ying Ying pun tertawa dan berkata,
"Tahu begini harusnya aku dari tadi meminta mu membantu ku jadi bisa lebih cepat beres."
Lu Sun tersenyum memberikan kode agar Ying Ying menggandeng tangannya, lalu mereka pun keluar dari kamar, mampir sebentar ke kamar Lu San menjemputnya ikut turun kelantai dasar menuju dapur.
"Kak Ying Ying ayo makan, cicipi masakan Sun ke ke."
ucap Giok Lan ceria.
Sedangkan Xue Xue membenarkan dengan kode jempol, karena mulutnya sedang mengunyah mie.
Ying Ying mengangguk dan berkata,
"Kalian makan duluan saja, aku mau suapin Lu San dulu baru makan."
__ADS_1
"Kak Ying Ying Lu San biar sama saya saja, saya sudah selesai makan.."
"San er mau kan di suapin sama mama Lan Lan ?"
ucap Giok Lan sambil tersenyum mendekati Lu San.
Lu San tersenyum dan berkata,
"Mau, tapi mama Kan harus janji nanti jalan-jalan harus temani San er beli mainan.."
"San er lupa ya pesan mami Ying Ying kemaren ?"
ucap Lu Sun sambil menatap tajam ke Lu San.
Lu San buru-buru menundukkan kepalanya dengan wajah sedih dan berkata,
"Ya ayah...San er ngerti."
"Sun ke ke kamu gimana sih ? San er masih kecil, cuma minta beli mainan kamu pake pelotot-pelotot segala."
"Kasihan kan lihat dia jadi sedih.."
ucap Giok Lan menegur suaminya dengan tatapan tidak senang.
Lalu dia mengelus kepala Lu San dan berkata,
"San er anak baik, jangan takut ada mama Lan di sini."
"Mama Kan janji akan belikan San er mainan nanti, yang penting San er makan dulu, ok.."
"Makasih mama Lan,.."
ucap Lu San kembali ceria.
Dia langsung membuka mulutnya lebar-lebar menerima suapan Lan Lan sesendok demi sesendok.
Lu Sun menatap ke Ying Ying tanda tak berdaya, Ying Ying juga tersenyum tak berdaya kemudian menundukkan kepalanya fokus makan buburnya.
Sedangkan Lu Sun milih makan bakpao buatan Xue Xue yang tadi pagi sudah dia panaskan dengan microwave.
"Adik Lan kamu tidak boleh terlalu memanjakan Lu San."
ucap Xue Xue sambil minum teh.
"Dulu aku juga seperti kamu selalu manjakan Lu Fan, kamu tahu kan Lu Fan..?"
"Giok Lan mengangguk pernah dengar sih, tapi gak pernah bertemu."
"Bukannya dia putra paling berbakti Sun ke ke di jaman lalu.."
__ADS_1
ucap Giok Lan menyindir sambil tertawa.
Lu Sun langsung tersedak teh yang sedang di minumnya.