KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
JURUS KE 3 ILMU GOLOK WU MING


__ADS_3

Lalu dengan sekuat tenaga Michiko Manahan rasa malunya, dia menggigit benda kenyal dan lembut milik Afei dengan sekuat tenaga.


Terdengar raungan kesakitan Afei, yang langsung melepaskan jepitan kakinya..


"Arrghhh...!!"


Afei langsung bergulingan menjauh sambil memegangi benda rahasianya dengan kedua tangannya.


Wajahnya sampai merah, urat urat di dahinya sampai menonjol menahan rasa nyeri yang sangat luar biasa di daerah terlarang nya.


Keringat sebesar-besar jagung menghiasi wajah nya, yang terlihat sangat menderita.


Michiko sendiri buru buru merangkak bangun, berdiri disana dengan nafas Senin kamis.


Dan meludah berkali kali sampai ingin muntah.


Tapi tidak ada yang keluar.


Ingin rasanya dia memanfaatkan kesempatan tersebut memberikan serangan mematikan pada Afei.


Tapi entah kenapa dia malah merasa tidak tega, dan kasihan dengan Afei.


Selain itu kini dia sendiri juga kehilangan tenaga dan kemampuan untuk melakukan hal itu.


Dengan kondisinya yang lemas dan lemah seperti ini, bila dia nekad mendekati dan menyerang Afei.


Bagus kalau berhasil, kalau tidak... terus Afei kembali menangkap dan menguncinya, dia mau bagaimana meloloskan diri.


Bisa sekali belum tentu bisa untuk yang kedua kalinya, batin Michiko dan dia merasa bergidik, seluruh bulu roma nya langsung berdiri.


Kejadian yang terjadi antara Afei dan Michiko tidak ada yang memperhatikan nya, kecuali San er.


Yang lain terlalu sibuk menonton pertandingan antara Lu Sun melawan Ikeda, kemudian di lanjutkan dengan Henshin.


Bahkan Kyoto dan Ryozo, pun tidak menyadari kejadian yang di alami oleh Michiko dan Afei.


Mereka terlalu fokus dengan pertarungan Lu Sun.


Mereka bersiaga setiap saat maju untuk menolong saudara mereka, dari serangan berbahaya dan tak terduga dari Lu Sun.


Seperti saat ini di mana Lu Sun sedang melepaskan jurus Golok Wu Ming yang sangat dahsyat.


Saat kedua cahaya golok dan bumerang bulan sabit bertemu di udara.


Bumerang bulan sabit langsung sirna tanpa bekas sedangkan cahaya golok biru terus meluncur menebas kearah Henshin.


Henshin yang berusaha menahan serangan Lu Sun dengan sepasang tangan nya terpental menabrak lantai yang menimbulkan sebuah cekungan yang cukup dalam.


Tubuh Henshin terkapar di sana memumtahkan darah segar cukup banyak, terlihat tergeletak pasrah menanti tebasan golok biru Lu Sun tiba.

__ADS_1


Tapi sebelum cahaya Golok biru sampai ke Henshin.


Kyoto Ryozo dan Ikeda secara bersamaan muncul di dekat Henshin.


Mereka membentuk perisai biru terang, dengan gabungan kekuatan mereka bertiga.


Meski mereka bertiga tertekan hingga jatuh dalam posisi bertekuk lutut, mereka masih berhasil menahan jurus serangan pertama Golok Wu Ming.


"Bergabung...!!"


Teriak Kyoto memberi aba-aba pada Ryozo dan Ikeda.


Kedua orang itu langsung menempelkan sepasang tangan mereka di punggung Kyoto.


Kyoto langsung membentuk sebuah cahaya biru melengkung, kemudian di dorong ke udara menuju arah Lu Sun yang sedang melayang di atas sana.


Cahaya biru melengkung itu terlihat seperti bulan sabit biru, yang sedang melesat kearah Lu Sun.


Melihat ke tiga lawannya menggabungkan kekuatan mereka menjadi satu untuk membalas serangan nya.


Lu Sun kembali mengulangi, memberikan tebasan jurus golok Wu Ming yang pertama, yang dilakukan secara berurutan sebaya 3 kali.


Tebasan Lu Sun langsung menghasilkan 3 cahaya golok biru yang melesat menyambut serangan Kyoto.


Benturan Dahsyat terjadi di udara, sebelum guncangan dahsyat hilang, Kyoto pun kembali berkata,


Lalu tubuh Ketiga orang itu berpencar Ketiga arah menyusul serangan bumerang mereka.


Mereka kemudian dari tiga arah datang menyerang Lu Sun dengan jurus andalan mereka masing-masing.


Ikeda melesatkan tebasan golok hitam raksasa kearah Lu Sun.


Sedangkan Ryozo dan Kyoto melepaskan ribuan bumerang kecil kearah Lu Sun dari Aram samping kiri kanan.


Kyoto juga melepaskan aura yang sangat kuat untuk mengunci pergerakan Lu Sun.


Melihat bahaya yang datang ke arahnya, Lu Sun memainkan jurus ketiga dari golok Wu Ming yang mengkhususkan diri dalam pertahanan.


cahaya Golok biru berputar putar mengelilingi seluruh tubuhnya, semakin lama semakin tebal sehingga membentuk tornado bayangan biru.


Yang semakin meluas jangkauannya, bayangan biru itu mengeluarkan tenaga menyedot yang sangat kuat sehingga semua kekuatan yang sedang mendekat lenyap tersedot ke dalam pusaran.


Serangan Golok Hitam Ikeda dan ribuan bumerang Kyoto dan Ryozo, semuanya sirna terhisap.


Setelah itu, bayangan tornado biru yang tadinya menghisap kini meledak, melontarkan semua kekuatan nya ke segala arah.


Kyoto yang sudah menangkap adanya bahaya begitu serangan yang mereka lakukan sirna terhisap.


Dia segera berteriak,

__ADS_1


"Bergabung kembali, lindungi adik ke 3..!!"


Tubuh mereka bertiga kembali ketempat semula dan kembali membentuk perisai biru terang.


Melindungi diri mereka dan Henshin yang sedang memulihkan kekuatan nya.


Tepat perisai pelindung tercipta, Tornado biru pun meledak melontarkan Kekuatan nya.


Lu Sun setelah melepaskan jurus Ketiga, dia menunggu hingga jurus tersebut meledak.


Dia langsung menyusul nya dengan tebasan beruntun sebanyak 5 kali dengan jurus pertama golok Wu Ming.


Lima cahaya golok biru yang lebih besar dan lebih kuat tenaga nya, bergerak bagaikan Sambaran petir yang mengeluarkan suara mengaung langsung meledak dahsyat.


Saat membentur perisai biru yang di ciptakan oleh kekuatan gabungan Kyoto Ryozo dan Ikeda.


Sekitar area yang Lu Sun serang langsung menjadi gelap tertutup oleh sebuah pasir batu dan tanah yang berhamburan.


Tidak kuat menahan ledakan pertemuan kedua tenaga dahsyat itu.


Tapi di balik bayangan pasir dan debu, cahaya biru Perisai pelindung masih bisa terlihat .


Ini menunjukkan perisai tersebut belum hancur dan berhasil menahan serangan Lu Sun.


Lu Sun menatap dengan tatapan tidak percaya.


Tadi sudah mengerahkan 70% kekuatan Wu Ming Sen Kung dalam memainkan jurus pertama, tapi mereka masih berhasil menahannya.


Aku tidak mungkin mengerahkan hingga 100% itu sangat membahayakan keselamatan diri ku sendiri.


Aku akan mencoba nya sekali lagi, dengan kekuatan 90% bila tidak berhasil juga terpaksa memainkan jurus kedua.


Lu Sun tidak tahu bahwa di sana telah terjadi perubahan, Henshin telah pulih di saat detik-detik terakhir.


Dia ikut membantu memberikan tambahan tenaga sehingga perisai biru berhasil dipertahankan.


Lalu dengan gabungan kekuatan mereka berempat mereka melepaskan serangan balik lewat Kyoto.


Sebuah bumerang biru terang menyeruak keluar dari balik kepulan debu pasir dan tanah.


Cahaya itu melesat cepat kearah Lu Sun yang sedang mengapung di udara.


Melihat ada serangan yang sedang mendatangi dirinya, Lu Sun mempercepat serangan tebasan tunggalnya yang mengandung 90% kekuatan nya.


Sebuah cahaya golok biru yang berkilauan, bergerak bagaikan petir menyambut serangan bumerang tersebut.


Tapi tenaga serangan bumerang ini sangat antik, saat cahaya golok Lu Sun hampir membentuknya.


Tiba-tiba bumerang biru tersebut memisahkan diri.

__ADS_1


__ADS_2