KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PEMBICARAAN BEREMPAT


__ADS_3

"Pesawat aku sudah suruh siapkan, tapi masalah nya San er baru pulang, aku sedang berpikir sebaiknya aku berangkat sendirian saja."


"Sun ke ke dan Ying Ying tinggal di rumah untuk jaga San er.."


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Masalah ini tidak semudah yang kamu bayangkan, di belakangnya pasti ada konspirasi besar, mungkin ada jebakan yang sedang menanti mu."


"Aku tidak setuju kamu berangkat sendirian, kalau ada apa-apa, aku akan menyesal seumur hidup.."


"Sama seperti aku kehilangan Ying Ying dan Xue Yen, "


"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, untuk kedua kalinya.."


"Lagipula bila kamu terjadi sesuatu, San er pasti akan semakin menyalahi dirinya sendiri.."


"San er sudah dewasa, dia bukan anak kecil lagi dia pasti paham, kamu tenang saja."


"Lagipula kamu lihat sendiri, dia kini ada Alicia dan Deborah yang tiap hari datang menemaninya, di tambah dengan Cherry perawat pilihan nya sendiri."


"Ku rasa itu sudah lebih dari cukup, anak kita sudah dewasa, kamu harus memahaminya, dia perlu ruang privasi sendiri.."


ucap Lu Sun sambil membelai wajah Giok Lan dengan lembut.


Giok Lan mengigit bibir bawahnya sendiri, kemudian mengangguk dan berkata,


"Baiklah aku nurut saja.."


"Ayo kita temui mereka sekarang di ruang makan ."


Lu Sun kemudian bergandengan tangan keluar dari dalam kamar bersama Giok Lan.


Setelah tiba di ruang makan, Lu Sun pun berkata,


"Nenek,...aku mau minta tolong bantu jaga rumah selama aku tidak berada di rumah."


"Stopkan dulu kultivasi di taman rahasianya nek.."


"Musuh setiap saat bisa muncul saat aku pergi.."


Nenek tersenyum dan berkata,


"Kamu pergilah, urusan di sini serahkan ke nenek.."


Lu Sun mengangguk kecil dan berkata,


"Terimakasih nek.."


Lalu Lu Sun menoleh kearah Afei dan berkata,


"Afei kamu segera hubungi Peter dan Aliu,kalian bertiga harus stand by di rumah, selama ayah tidak ada.."


"Kalian bantu dan ikuti arahan nenek.."


"Baik Ayah..."

__ADS_1


jawab Afei cepat.


Lu Sun mengangguk, lalu sambil melihat semuanya dia kembali berkata,


"Aku Ying Ying dan Giok Lan malam ini akan segera berangkat ke Amerika, paman Clooney di Amerika baru saja meninggal.."


"Kami bertiga harus kesana membantu mengurusnya.."


Lu Sun berjalan menghampiri Lu San, lalu membelai kepala putranya dan berkata,


"San er ayah percaya dan bangga padamu nak, ayah yakin kamu bisa lewati cobaan ini dengan baik.."


"Kamu ngerti kan maksud ayah..?"


Lu San tersenyum pahit dan berkata,


"San er ngerti ayah, ayah tenang saja ayah ibu hati hati di jalan ."


Giok Lan sambil berurai airmata maju memeluk Lu San dan berbisik,


"Mama sangat menyayangi mu nak.."


Lu San mengangguk sambil tersenyum, dia berkata,


"San er juga menyayangi mama.."


Ying Ying memeluk Lu San setelah Giok Lan, dia tidak berkata apa-apa, hanya memeluk dan menciumi kepala putranya dengan penuh kasih sayang.


Lu San mengangguk kecil dan berkata,


"San er mengerti ma.."


Saat tiba di Bandara, semua sudah siap, begitu mereka bertiga masuk kedalam pesawat.


Pesawat pun langsung bergerak meninggalkan Nan Jing dengan tujuan New York.


Setelah Lu Sun pergi, Afei langsung menghubungi Aliu dan Peter Ho agar segera ke rumah dan standby di sana.


Lu San setelah selesai makan malam, dia mengantar Alicia dan Deborah hingga depan halaman rumah.


Alicia dan Deborah naik ke mobil Lexus milik Deborah yang standby di sana, Deborah menurunkan kaca jendela.


Kedua gadis itu melambaikan tangannya kearah Lu San, Lu San membalas nya dengan anggukan kepala dan berkata,


"Hati hati di jalan.."


Setelah mobil Deborah menghilang dari hadapan Lu San, Lu San pun berkata,


"Kak aku sudah lelah, kita kembali ke kamar, kakak juga perlu istirahat setelah sibuk dan lelah seharian.."


Deborah mengangguk dan berkata,


"Baik adik San.."


"Tapi aku tidak lelah, malah sangat puas masakan koki di rumah mu enak sekali.."

__ADS_1


ucap Cherry polos.


Lu San tersenyum dan berkata,


"Awal awal sih ya, rapi lama-lama kamu juga bakal bosan, sebenarnya bila di banding masakan ma ma Xue Yen dan Deborah menurut ku masakan koki kami masih kalah jauh.."


"Oh ya,.. sayangnya mulai besok sepertinya kamu bakal puasa deh dari masakan Deborah.."


"Tapi kalau kamu berubah pikiran, masih sempat.."


ucap Cherry mendorong Lu San masuk kedalam rumah, sambil tertawa.


Lu San menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak kak,.. keputusan ku sudah bulat dan gak akan berubah."


Keesokan siang , sepulang dari sekolah, Alicia dan Deborah kembali datang mengunjungi Lu San yang duduk di kursi roda menanti kedatangan kedua gadis itu.


Sebenarnya pagi pagi sekali, Deborah ada datang mengantar sarapan buat Lu San.


Tapi dia tidak berhasil menemui Lu San.


Hanya Cherry yang keluar menyambutnya dan mengatakan Lu San belum bangun tidur.


Cherry melakukannya sesuai dengan instruksi dari Lu San, yang sebenarnya sudah bangun tidur, bahkan sudah mandi dan sudah rapi.


Lu San dari pagi pagi sudah duduk di tepi jendela menanti kedatangan Deborah.


Begitu melihat mobil Deborah tiba.


Lu San langsung menghubungi Cherry dan memintanya menyambut Deborah dan mengatakan pada Deborah dia masih sedang tidur belum bangun.


Lu San hanya duduk di tepi jendela, mengintip dari memperhatikan semua gerak gerik dan wajah Deborah dengan tatapan mata sedih dan di penuhi kerinduan mendalam, serta ada sedikit perasaan bersalah.


Lu San melihat sampai mobil Deborah menghilang dari pandangan nya, dia baru menghela nafas panjang duduk diam ditepi jendela sambil melamun.


Di taman samping kini Lu San menyambut kedua gadis tersebut, sambil ditemani Cherry yang berdiri di belakang kursi roda nya.


"Deborah Alicia kebetulan kalian berdua datang, kemarilah aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian berdua.."


ucap Lu San


"Apa itu kak..?"


tanya kedua gadis itu kompak saat duduk di hadapan Lu San.


"Deborah Alicia sebelumnya kakak mau minta maaf pada kalian berdua.."


ucap Lu San.


Kedua gadis itu saling pandang, kemudian menatap Lu San dengan penuh tanda tanya.


"Deborah Alicia, bersama kalian terus terang aku sangat senang dan bahagia, tapi kalian harus tahu.."


"Terhadap kalian berdua aku hanya punya perasaan kakak terhadap adik, dan persahabatan dekat saja, tidak perasaan lainnya.."

__ADS_1


Deborah wajahnya seketika pucat, sedangkan Alicia dia bisa bersikap lebih natural, karena dari awal dia sudah bisa menebak, perasaan Lu San padanya sudah jauh berubah.


Tapi yang dia heran adalah terhadap Deborah Lu San juga berkata seperti itu


__ADS_2