KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
RESPON GIOK LAN XUE YEN DAN NENEK


__ADS_3

Lu Sun mendekati istrinya dari belakang dan memeluknya sambil berkata,


"Kita berendam air hangat dulu yuk, sebelum tidur, gak baik tidur dalam keadaan begini."


"Nanti bisa gatal-gatal terutama bagian-bagian yang selalu tertutup."


Yi Yi mencemberutkan bibirnya dengan manja menghadap kearah suaminya dan berkata,


"Ini salah mu, harusnya aku sudah bersih tadi, gara-gara kamu aku jadi kotor lagi.."


"Ya...ya..semua salah ku...deh aku gak bisa nahan diri bertemu bidadari secantik kamu.."


ucap Lu Sun sambil tersenyum dan menggunakan jarinya menyentuh ujung hidung Istrinya.


"Aku sekarang gak kuat jalan ke kamar mandi, semua salah mu kamu harus tanggung jawab."


ucap Ying Ying manja.


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Tenang saja aku akan menggendong mu kekamar mandi."


"Aduh Mak..! berat kali..! kamu makan apa sih sayang..?"


ucap Lu Sun sambil tertawa mengangkat istrinya dari kasur tempat tidur mereka.


Ying Ying memukul dada Lu Sun dengan gemas dan berkata,


"Aku makan gajah..! Dasar payah...! kalau gak sanggup lain kali gak boleh sentuh-sentuh lagi..!"


"Segini aja gak sanggup masih ingin punya istri 3.."


ngomel Ying Ying karena di bilang berat, yang artinya dia gendut.


Wanita mana yang gak keki di bilang gendut, apalagi Ying Ying bukan satu-satunya istri Lu Sun.


Masih ada dua saingannya yang lebih muda dan gak kalah cantiknya, terutama si Giok Lan, Ying Ying sendiri sampai heran dan kagum kenapa bisa ada gadis secantik itu di dunia ini.


Untungnya meski Giok Lan yang paling cantik, tapi Lu Sun tetap sangat menyayanginya,


Dia sendiri bisa merasakan hal itu, Lu Sun tetap sedikit lebih menyayangi nya, ketimbang kedua isterinya yang lain.


Dia sendiri juga tidak tahu kenapa, padahal kalau soal pengorbanan mereka terhadap Lu Sun kedua madunya itu juga tidak kalah jauh ketimbang dirinya.


Contohnya saat ini Lu Sun lebih memilih pulang bersama nya dan bermesraan dengan nya ketimbang menunggui Giok Lan dan Xue Yen yang belum selesai dirawat di salon.


Selain itu setiap malam Lu Sun masih selalu tidur bersamanya hingga pagi.


Meski Lu Sun sering menyelinap diam-diam setelah melihatnya tidur, pergi ke kamar Giok Lan ataupun Xue Yen.

__ADS_1


Tapi setelah itu Lu Sun pasti kembali ke kamarnya dan tidur bersamanya hingga pagi.


Ying Ying bahkan pernah menyuruh nya tidur di kamar kedua madunya secara bergantian.


Tapi Lu Sun malah menjawab bila tidur tidak memeluknya dan mencium wangi tubuh dan rambutnya dia sulit tidur.


Lu Sun yang mendengar Omelan Ying Ying, dia malah tertawa senang.


Dengan lembut dia meletakkan istrinya di dalam bathtub berbentuk bundar, yang dilengkapi dengan Whirpool.


Setelah meletakkan Ying Ying, dia baru menyalakan keran air hangat mulai mengisi tempat berendam mereka.


Baru dia sendiri menyusul duduk disebelah Ying Ying, membiarkan Ying Ying bersandar dalam pelukannya sambil memejamkan mata nya.


Mereka berdua menikmati air hangat yang seperti sedang memijati tubuh mereka yang lelah.


"Sayang kita beginian asyik-asyik sendiri di sini, kalau mereka berdua tahu, aku jadi ngerasa gak enak.."


ucap Ying Ying sambil memejamkan matanya,


Dia menggunakan tangannya yang lembut memijat-mijat dada dan lengan suaminya dengan mesra.


Lu Sun membuka matanya dan berkata,


"Jangan khawatir, setelah dari salon mereka pasti akan melanjutkan dengan shopping sampai puas."


"Karena besok kan kita mau berangkat ke Dubai."


Ying Ying mengangguk dan berkata,


"Syukurlah kalau memang seperti yang kamu bilang barusan.."


Ying Ying kembali memejamkan matanya dan bersandar di dada Lu Sun, dia merasa hatinya jauh lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan Lu Sun.


Tak terasa dia pun tertidur pulas dalam pelukan suaminya.


Lu Sun membiarkan Ying Ying tertidur pulas dalam pelukan nya.


Dengan hati-hati dan perlahan-lahan Lu Sun memindahkan Ying Ying kembali ke kasur.


Lalu dengan hati-hati Lu Sun mengeringkan tubuh istrinya dengan handuk kering.


Setelah selesai Lu Sun baru menyelimutinya dengan lembut.


Setelah berganti pakaian Lu Sun duduk di samping Ying Ying menatap wajah istrinya sambil tersenyum berkata,


"Kamu adalah anugrah terbaik dalam hidup ku, seumur hidup aku tidak akan pernah bisa jauh dari mu.."


"Bahkan di kehidupan berikutnya sekalipun, aku berharap kita bisa kembali bersama lagi."

__ADS_1


"Kamu pernah bertanya pada ku kenapa aku selalu memilih tidur bersama mu,?"


"Itu karena aku tidak pernah bisa melupakan bagaimana kamu dengan penuh kasih sayang kesabaran dan dengan penuh kesetiaan."


"Merawat seorang cacat total dari tidak bisa bergerak sampai bisa bergerak."


"Kamu juga bekerja keras sendirian dengan perut besar untuk menghidupi kami bertiga aku nenek dan anak kita Lu San."


"Semua itu sampai mati pun aku tidak akan pernah bisa melupakannya.."


Lu Sun membungkukkan badannya mencium bibir Istrinya dengan lembut, lalu dia berjalan keluar dari kamar.


Setelah Lu Sun berbalik badan dua butir air bening mengalir dari sudut mata Ying Ying.


Yang satu bergulir masuk ke bibirnya, yang satu lagi jatuh membasahi bantal di mana Ying Ying sedang tidur dalam posisi miring.


Bibir Ying Ying menyunggingkan senyum bahagia.


Lu Sun begitu keluar dari kamar nya, dia langsung berjalan menuju kamar Lu San.


Begitu Lu Sun membuka pintu kamar, di sana dia melihat kedua pengasuh Lu San tidur di lantai beralaskan karpet.


Sedangkan Lu San masih tertidur pulas sambil memeluk mainan barunya.


Lu Sun menutup kembali pintu kamar tersebut,


lalu dia turun ke lantai bawah menuju dapur mengambil beberapa macam makanan kecil dan minuman ringan membawanya ke tepi kolam renang duduk santai di sana menikmati udara sore.


Sambil menunggu putranya Lu San bangun tidur untuk berenang bersama.


Sementara itu Giok Lan Xue Yen dan nenek yang sedang menikmati perawatan pijatan refleksi di salon .


Mereka bertiga tampak begitu menikmati pijatan dari 3 terapis wanita yang melayani mereka.


Saat HP Xue Yen dan Giok Lan bunyi, kedua wanita itu dengan malas membuka HP mereka.


Setelah membaca isi pesan Lu Sun, keduanya saling pandang kemudian Giok Lan berkata,


"Kita di tinggalkan nih, Sun ke ke sudah pulang duluan dengan Ying Ying.."


"Jangan-jangan anak kedua kak Ying Ying malah lebih tua dari anak kak Xue Xue."


Xue Yen mencemberutkan bibirnya dan berkata,


"Sun ke ke memang begitu dah sifatnya, udah biarin aja lah.."


Nenek yang mendengar hal itu hanya tersenyum, di dalam hati dia berkata,


"Di saat Cucuku terkapar tidak bergerak kamu kemana Xue Xue ?"

__ADS_1


__ADS_2