
Lu Sun masih ragu-ragu, dia kini memasukkan kedua tangannya kedalam,, kemudian menariknya kembali.
Semua berjalan lancar, tidak ada hambatan sama sekali.
Meski sedikit ragu Lu Sun tetap melangkah masuk kedalam cahaya pelangi tersebut.
Keraguan Lu Sun karena takut tidak bisa kembali, bila dia terkurung di sana tidak bisa kembali.
Bagaimana nasib Ketiga istri cantik yang baru di nikahi nya, hatinya merasa tidak rela harus berpisah dari mereka.
Tapi rasa penasarannya mengalahkan keragu-raguannya.
Dia sudah melangkah sejauh ini, tidak mungkin dia pergi ditengah-tengah jalan.
Setelah masuk kedalam, melewati portal cahaya.
Lu Sun berdiri bengong melihat pemandangan di dalam nya, pemandangan di balik portal tersebut sungguh menakjubkan.
Dia seperti berada di dunia lain, dunia yang sangat alami dan Indah.
Di depan Lu Sun terlihat hamparan rumput pendek berwarna hijau kuning.
dari tempat Lu Sun berdiri rumput pendek itu terlihat seperti hamparan karpet permadani berwarna hijau.
Di bagian agak ketengah terlihat hamparan bunga yang bermekaran, berwarna merah kuning putih biru dan ungu.
Lu Sun melangkah perlahan-lahan menuju rumput pendek yang tumbuh mirip karpet berwana hijau kekuningan.
Langkah demi langkah tanpa sadar sudah membawa Lu Sun mendekati hamparan bunga setinggi perutnya.
Lu Sun mendengar suara pekik nyaring di angkasa, Lu Sun pun mendongak melihat keatas, Lu Sun melihat sepasang burung Phoenix merah dengan garis-garis biru di ekornya.
Terlihat sedang terbang di angkasa berputar-putar sambil mengeluarkan suara pekik yang nyaring.
Ini fantasi fatamorgana atau real, Lu Sun sudah kesulitan membedakannya.
Wangi harum berbagai jenis bunga yang semerbak tertiup angin terbawa hingga masuk kedalam penciuman Lu Sun.
Sesaat bau itu membuat pikiran Lu Sun melayang, dia memejamkan matanya menikmati wewangian dari bunga yang masuk lewat penciuman nya.
Kemudian perlahan-lahan mempengaruhi pikirannya yang merasa tubuhnya jadi s jauh lebih segar dan ringan.
Semua ini hanya perasaan Lu Sun saja, wangi bunga itu sebenarnya tidak membawa efek apapun.
__ADS_1
Setelah berjalan melewati barisan hamparan bunga, Lu Sun mulai menemukan hutan belantara yang lebat dengan pepohonan berbentuk aneh-aneh, seperti pengawal raksasa yang. bertugas menghadang perjalanannya.
Dari balik hutan Lu Sun dapat merasakan aura nafsu membunuh yang sedang mengintai dirinya.
Tapi Lu Sun tidak terlihat jerih, dia terus melangkahkan kakinya masuk kedalam kawasan hutan yang gelap, karena tertutup oleh pepohonan berdaun lebar dan lebat sehingga cahaya matahari kesulitan masuk.
Hutan itu yang tadinya dari luar terlihat ramai penghuninya, seperti kelinci Rusa ular dan berbagai jenis burung dan monyet-monyet kecil.
Tapi begitu Lu Sun melangkah memasuki kawasan hutan, semua bintang itu seperti raib tertelan bumi.
Yang kini Lu Sun rasakan hanya aura membunuh yang sangat kuat sedang bergerak mendekatinya dari balik rerimbunan hutan.
Bunyi pohon bekresakan karena daun-daun dan ranting-ranting nya sedang dilewati sesuatu.
Lu Sun belum bisa melihat dengan jelas binatang yang sedang bergerak cepat menuju tempatnya.
Semakin dekat suara berkresakkan semakin jelas terdengar.
Lu Sun hanya berdiri siaga menunggu kedatangan bahaya yang sedang bergerak mendekati nya.
Akhirnya dari balik rerimbunan pohon melompat keluar dua ekor kera raksasa.
Tinggi kedua kera raksasa tersebut mencapai 50 meter.
Kedua kera raksasa itu memilik warna bulu yang berbeda, yang satu berwarna putih yang satu lagi berwarna merah.
Kedua kera berukuran raksasa itu menggereng keras di depan Lu Sun memamerkan taring mereka yang besar dan menyeramkan.
"Rooarr..!! Roaarr...!! Rooaarr...!!"
Angin yang ditimbulkan dari gerengan mereka membuat baju ditubuh Lu Sun berkibar-kibar seperti tertiup angin kencang.
Pohon-pohon dibelakang Lu Sun juga bergoyang-goyang terkena Sambaran angin gerengan kedua kera raksasa tersebut.
Lu Sun tidak bergeming meski tadi kulit wajahnya bergerak-gerak karena hembusan angin yang sangat kuat menerpanya.
Melihat ketenangan yang ditunjukkan Lu Sun, kedua kera itu berdiri dengan kedua kaki belakangnya yang besar dan sedikit bengkok.
Mereka kembali menggereng keras sambil memukul-mukul dada sendiri.
"Sudah cukup kalian..!?" kini giliran ku..!"
"Roaarrr...!! Rooaaarrrrr...!!!"
__ADS_1
Raungan Lu Sun yang menggunakan tenaga Chi.
Membuat tempat itu bergetar hebat seperti di Landa gempa, beberapa pohon tua langsung rubuh tidak kuat menahan getaran suara raungan Lu Sun.
Kedua kera raksasa itu sampai jatuh terduduk karena tanah yang mereka injak berguncang hebat dan tidak stabil.
"Bagaimana mau diteruskan..!?"
ucap Lu Sun sambil menatap kedua kera itu dengan tajam.
Aura menakutkan dan penuh wibawa mulai terpancar dari tubuh Lu Sun.
Menekan kedua kera raksasa didepan nya yang membuat mereka merasa tidak nyaman, dan semakin marah.
Kedua kera itu memasang kuda-kuda layaknya manusia, lalu dengan langkah mantab dan gesit.
Kedua kera berukuran raksasa itu mulai bergerak menyerang Lu Sun dengan angin pukulan mereka yang menderu-deru.
Akibat angin pukulan yang ditimbulkan oleh angin pukulan telapak tangan kedua ekor kera raksasa itu, banyak pepohonan disekitar mereka yang roboh menimbulkan suara berisik.
Lu Sun di dalam hati sangat terkejut melihat kedua kera itu bisa bersilat seperti layaknya manusia.
Kelihatannya kedua mahluk ini adalah peliharaan penjaga tempat ini yang memiliki kesaktian tinggi.
Lu Sun tidak berani berayal lagi saat menyaksikan pergerakan kedua hewan buas itu yang teratur dan rapi .
Naik dalam menyerang maupun bertahan, bahkan mereka tidak bergerak melompat-lompat seperti kera dan lebih banyak mengandalkan insting hewan liar mereka.
Kedua kera raksasa ini Bergerak dengan menggeser kakinya secara kokoh dan kuat, terkadang mereka memberikan tendangan dengan kaki mereka, yang memiliki telapak kaki beberapa kali lipat dari tubuh Lu Sun.
Lu Sun yang bertubuh kecil bisa beterbangan mengelilingi tubuh mereka, sambil memberikan serangan jarak jauh.
Tapi serangan jarak jauh Lu Sun selalu berhasil mereka tepis dengan sepasang lengan mereka yang besar dan sangat kuat.
Tubuh Lu Sun yang kecil beberapa kali terhempas menabrak pepohonan di belakangnya karena terdorong oleh angin pukulan kedua kera itu yang dahsyat.
Meski tidak sampai terluka, tapi baju kaos yang Lu Sun kenakan mulai robek-robek di sana sini.
Hal ini mulai membangkitkan kemarahan Lu Sun, karena kaos yang dia kenakan saat ini adalah kaos kebanggaan hadiah Ying Ying saat dia menerima gaji pertamanya.
Kaos ini menyimpan kenangan tersendiri buat Lu Sun.
Melihat kaos kebanggaannya robek-robek hati Lu Sun terasa sakit.
__ADS_1
Dia segera terbang menjauhi kedua kera tersebut, kemudian melepaskan kaos yang dia kenakan dan menyimpannya kedalam gelang.