
Tanpa sempat mengeluarkan jeritannya, tubuh mahluk itu hancur menjadi debu terbawa angin dan langsung sirna tak berbekas.
Keempat mahluk lainnya menatap terkejut kearah pedang yang terus mengeluarkan aura ganas di tangan Ying Ying.
Setelah menewaskan mahluk berkepala Kirin, kini Ying menerjang kearah Harimau putih, membantu gelang semesta mengincar harimau putih itu dengan pedangnya.
Harimau putih langsung terdesak hebat oleh kehadiran Ying Ying, terutama pedang ganas ditangan Ying Ying.
Dalam beberapa gebrakan saja sebagian besar kukunya sudah terpotong oleh pedang Ying Ying yang sangat tajam itu.
Dalam satu kesempatan gelang emas yang berputar-putar di udara, saat melesat ke bawah berhasil mengalungi leher hingga kedua kaki depan harimau putih.
Gelang itu langsung mengecil dan mengikat harimau putih hingga terguling, harimau putih terus menggereng dan meraung penuh kemarahan.
Tapi semua sudah terlambat, dia sudah tidak memiliki kesempatan meloloskan diri, bila sudah terjerat oleh gelang pusaka tersebut.
Harimau itu menatap kearah Ying Ying dengan penuh ketakutan dan berkata,
"Tuan tahan pedang mu,... aku berjanji...arghhh...!!"
Sebelum dia sempat menyelesaikan kata-katanya dia telah meraung kesakitan, kemudian tubuhnya pun kembali hancur menjadi debu menyusul mahluk berkepala Kirin.
Ying Ying hanya mendengus dingin menanggapi kematian harimau putih.
Kini tubuh Ying Ying kembali melesat kearah udara, dia sedang mengincar Burung Hong yang terus mengusik dan menyerang Giok Lan dari udara.
Giok Lan sendiri yang sedang di kepung 1 lawan 3 dia masih berhasil mengimbangi mahluk itu.
Meski dia belum bisa menghabisi pengepung nya, tapi dia masih bisa mengimbangi mereka.
Dengan tewasnya harimau putih, gelang semesta otomatis kembali kerangan Giok Lan membantunya menghadapi serangan ganas ketiga mahluk itu.
Pedang Xuan Yuan bergerak lincah menyerang dan menebas kearah ular ganas yang berada di atas punggung kura kura kuno.
Tapi ular itu juga tidak mudah di bunuh, dia dengan lincah bergerak menghindar dan berusaha menggigit pedang Xuan Yuan.
Serangan kepala kura kura di hadapi Giok Lan dengan telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya emas.
Semburan api merah burung Hong tidak bisa menembus pelindung berwarna lembayung yang terpancar dari tubuh Giok Lan.
Sedangkan paruh dan cakarnya harus menghadapi tarian selendang Giok Lan yang melecut dan meledak di udara bagai bunyi petir..
__ADS_1
Burung Hong tidak bisa menyerang sembarangan, dia harus berhati-hati dengan selendang Giok Lan, yang sudah pernah membuat nya terbanting satu kali.
Dia tidak ingin sampai terulang untuk kedua kalinya.
Karena terlalu asyik melawan Giok Lan, dia tidak sadar sebuah tebasan bersinar kehijauan melengkung bagaikan bulan sabit sedang melesat dengan kecepatan luar biasa kearah sayap' kanannya.
Saat cahaya tersebut melewati sayapnya, dia baru tersadar, karena merasa bagian kanannya terasa ringan dan perih.
Bersamaan dengan itu tubuhnya menjadi oleng sebelah berputar-putar jatuh kebawah.
Melihat kesempatan itu Giok Lan melecut kan selendangnya menghantam kepala burung Hong itu.
Serangan tiba-tiba itu tidak terhindarkan lagi, kepala burung Hong meledak terkena lecutan selendang Giok Lan.
Di saat bersamaan pedang Xuan Yuan juga berhasil memapas leher ular dipunggung kura kura itu hingga putus.
Naga Hijau sendiri terlalu sibuk melawan gelang semesta yang terus menyerangnya tiada henti sehingga kesulitan memberikan pertolongan kepada kedua temannya.
Menyaksikan kedua temannya yang lain kembali tewas, dengan marah, kura kura raksasa memasukkan tubuhnya kedalam cangkang yang melesat melayang dengan kencang menabrak Ying Ying yang sedang berada diudara.
Kura kura itu menganggap Ying Ying dengan pedangnya lah yang paling bahaya, jadi dia harus menyingkirkan Ying Ying dulu, baru nanti mengurus Giok Lan.
Tapi perkiraan Ying Ying salah, cangkang itu sangat kuat, tebasan Ying Ying tidak menghasilkan efek apapun.
Cangkang itu tetap melesat cepat menghantam dirinya tanpa ampun.
Tapi di saat kritis, tubuh Ying Ying telah menghilang dari tempatnya.
Kemudian di turunkan ditempat lain oleh Lu Sun dengan hati-hati .
Tadi saat melihat Ying Ying dalam bahaya,
Lu Sun langsung menghilang dari posisinya, lalu muncul diposisi Ying Ying, menggendongnya kemudian menghilang dan muncul kembali ditempat lain.
"Makasih sayang..."
ucap Ying Ying tersipu.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Kamu hadapi naga itu saja, membantu Lan Lan, kura kura tua ini serahkan pada ku saja."
__ADS_1
Kura kura yang kehilangan sasarannya sangat marah, dia kembali mendarat di atas tanah.
Lalu kembali melesat kearah Lu Sun, yang tadi menggagalkan kesempatan baik'nya itu.
Tapi kura kura itu tidak tahu dia sekali ini salah sasaran dan mencari mampus sendiri.
Lu Sun sambil tersenyum menunjukkan jarinya yang mengeluarkan cahaya putih menyilaukan menyambut cangkang kura-kura yang sedang menerjang kearah dirinya.
Cangkang kura-kura terjatuh keatas tanah dengan posisi bagian bawah menghadap keatas.
Terlihat sebuah lobang yang tembus dari punggung hingga ke bagian bawah.
Darah berwarna hijau Scotlight menyembur deras seperti keran bocor, dari lubang yang menganga itu.
Sesaat kemudian kepala kura kura terjulur keluar dari dalam cangkang lalu jatuh terkulai dengan lidah terjulur keluar dari mulutnya.
Kura kura itu tewas dengan penuh penasaran, bagaimana cangkangnya yang terkenal sangat keras bisa tertembus oleh serangan lawannya.
Sesaat kemudian kura kura itupun sirna menjadi debu.
Kini Lu Sun berdiri menonton Naga hijau yang sedang berjuang keras dan mati matian melawan kepungan Giok Lan dan Ying Ying.
Naga hijau terdesak hebat, dia sedikit demi sedikit mulai terpojok sulit memberikan serangan balasan, meskipun ukuran tubuhnya jauh lebih besar dan memiliki sisik yang kuat dan tebal.
Tapi terhadap serangan pedang Xuan Yuan maupun pedang naga siluman, sisiknya yang tebal dan kuat tidak sanggup menahannya.
Setiap terkena tebasan, sisiknya akan rontok kulit dan dagingnya akan terbuka lebar, dia merasakan nyeri di sekujur tubuhnya.
Sambil terus meraung marah naga itu meliuk-liuk melayang di udara, sambil terus berusaha mempertahankan diri dari serangan Giok Lan dan Ying Ying yang juga bisa mengimbanginya terbang diudara.
Dengan gerakan sangat cepat dan lincah kedua orang itu terus menebaskan Pedang mereka kearahnya.
Naga hijau yang kuwalahan dan kehilangan semangat tarung akhirnya memutuskan ingin lari menyelamatkan diri.
Tapi sepertinya Giok Lan dan Ying Ying tidak ada yang Sudi melepaskan dia pergi begitu saja.
Baik pedang Xuan Yuan maupun pedang Naga Siluman, tiba-tiba berubah membesar, dan menebas ganas kearah tubuh naga hijau.
Sehingga naga hijau pun langsung tewas dengan tubuh terpotong menjadi 3 bagian.
Jatuh keatas tanah kemudian menghilang menjadi debu.
__ADS_1