KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEHARUAN DAN KESETIAAN


__ADS_3

Setelah kembali ke rumah Lu Sun dan Ying Ying serta Giok Lan terlibat pembicaraan serius di taman samping rumah.


Ying Ying menceritakan semua yang dia dengar dari Lu Dan, tentang tabiat Lu San putranya itu, ke Lu Sun suaminya.


Giok Lan yang juga ikut duduk di sebelah Lu Sun, hanya menundukkan kepalanya.


Sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya.


Karena hal ini, dia sudah mengetahui dengan jelas dari awal hingga akhir.


Dia yang paling dekat dengan semua anak anak, sehingga semua hal apapun yang terjadi pada anak anak tidak ada yang tidak dia ketahui.


Hanya saja selama ini, dia selalu merahasiakan dan menutupinya dari Lu Sun.


Dia takut Lu Sun marah dan menghukum Lu San pita kesayangannya, karena anak itu telah kehilangan ibunya sejak usia 3 tahun.


Dan anak itupun sangat dekat dengan nya dari kecil hingga sekarang.


Mendengar cerita Ying Ying wajah Lu Sun sebentar merah, sebentar pucat.


Tangannya gemetar dan terkepal erat.


Seluruh aura naga di tubuhnya bergolak hebat dan merembes keluar, untungnya di dekatnya adalah Ying Ying dan Giok Lan yang memiliki kemampuan tinggi


Sehingga mereka tidak terpengaruh oleh rembesan aura naga Lu Sun ini.


Bila orang awam berada di sekitar sana, niscaya dia akan kehilangan kesadarannya.


Lu Sun akhirnya buka suara setelah Ying Ying selesai bercerita.


"Dalam hal ini kita bertiga juga ada salahnya, aku terlalu fokus dengan musuh dan dendam di luar sana."


"Selain itu aku juga dengan egois terus fokus dengan perasaan kehilangan ku atas Ying Ying."


"Sehingga kurang perduli dengan semua hal yang terjadi di sekitar ku.."


"Ying Ying kamu terlalu fokus dengan ambisi perusahaan dan yayasan mu, sehingga lupa memperhatikan perkembangan anak itu."


"Kamu selalu menyerahkan anak itu pada Giok Lan, yang memiliki lebih banyak waktu di rumah.."


"Xue Yen aku tidak bisa bicara, dia sepanjang hari hanya sibuk fokus dengan dapur dan kepentingan perut keluarga ini.."


"Dan kamu Giok Lan, kamu terlalu over memanjakan anak itu.."


"Tapi kini semua sudah terjadi tiada gunanya, mencari siapa benar siapa salah.."


"Yang paling penting saat ini adalah bagaimana cara mendidik anak itu, agar kembali ke jalan benar."

__ADS_1


Giok Lan dan Ying Ying menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Lu Sun.


"Kini dia sudah besar, agak sedikit sulit, tapi bukan tidak mungkin untuk di didik."


Lu Sun menggunakan ilmu Cuan Im Cien Li (penyampai pesan ribuan Li) untuk memanggil Afei datang ke taman.


Sesaat kemudian Afei langsung Tina dihadapan Lu Sun dan berkata,


"Guru ada pesan apa yang akan di sampaikan ke murid.? murid siap mendengarkan nya."


"Afei lepaskan baju mu sekarang..!"


ucap Lu Sun singkat.


"Guru ini..buat apa..?"


tanya Afei ragu ragu.


Dia segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Lu Sun dan berkata,


"Bila Afei ada melakukan hal yang membuat guru dan kedua ibu tidak senang.."


"Afei siap menerima hukuman.."


Lu Sun menatap tajam kearah Afei dan berkata,


"Atau kamu tidak mendengar dengan jelas ucapan ku barusan..?"


"Apa aku perlu mengulanginya, atau aku perlu turun tangan membantu mu..?"


tanya Lu Sun tegas.


Mendengar ucapan gurunya ini, Afei tanpa berani membantah lagi.


Dengan perlahan-lahan dia melepaskan bajunya satu persatu.


Setelah baju lapis pertama dilepaskan, di baju lapis kedua Lu Sun, Ying Ying dan Giok Lan mulai bisa melihat ada sedikit bekas rembesan noda darah mengering di sana.


Afei melanjutkan melepaskan baju lapis kedua nya, di sini terlihat rembesan darah yang menodai baju lapis pertama, dengan sangat jelas dan hampir memenuhi seluruh baju lapis pertama tersebut.


Sambil mengigit bibir bawahnya sendiri menahan nyeri, Afei melepaskan baju lapis pertama yang melekat di tubuhnya.


Afei harus menahan rasa nyeri dan perih untuk melepaskan baju yang lengket menempel pada luka di tubuhnya.


Karena kaos itu kini melekat jadi satu dengan luka Afei karena darah yang mengering.


Afei sambil memejamkan matanya dan mengigit bibirnya keras keras anak usia 14 tahun itu dengan sekali sentak lepaslah baju yang menempel pada tubuhnya.

__ADS_1


Seluruh luka yang menghiasi tubuh Afei langsung terbuka kembali dan mengeluarkan darah dan nanah , karena luka tersebut di biarkan begitu saja.


San er melarang Afei mengobati luka lukanya itu, sehingga luka itu menjadi koreng dan mengeluarkan nanah darah dan bau busuk yang menyengat.


Selama ini Afei menutupi bau luka ini dengan semprotan parfum dan baju lapis tiga, sehingga tidak ada yang menyadarinya.


Begitu melihat luka itu, Lu Sun langsung memejamkan matanya, dia jadi teringat dengan luka luka nya sendiri dan luka luka yang di alami pasukannya saat di Medan perang.


Lu Sun tidak tega melihat nya, dari sudut matanya mengalirkan dua titik air bening, yang langsung di hapus nya.


Sedangkan Ying Ying dan Giok Lan sampai menjerit kecil melihat luka tersebut.


Mereka merasa ngeri melihat luka tersebut, mereka lalu membuang muka kesamping agar tidak melihatnya lebih jauh.


Sesaat kemudian Lu Sun ikut berlutut di sebelah Afei, Lu Sun memberikan dua pil berwarna putih, ke Afei dan berkata,


"Telanlah obat ini anak ku.. maafkan ayah yang tidak menjaga dan merawat mu dengan benar."


Lalu Lu Sun menyalurkan tenaga Im Yang Sen Kung untuk membantu Afei memulihkan luka luka nya.


Afei menerima nya dengan tangan gemetar, tanpa berkata apapun anak itu langsung menelannya.


Setelah obat tertelan Afei hanya berkata,


Singkat,


"terimakasih guru.."


"Guru tidak bersalah, tidak perlu minta maaf pada Afei."


"Sejak guru membawa Afei kemari, Afei sudah bersumpah pada diri sendiri, hidup hanya untuk melindungi keluarga Lu, mati pun akan menjadi hantu yang melindungi keluarga Lu."


Mendengar ucapan Afei, Lu Sun Ying Ying dan Giok Lan yang ikut berlutut dan bersimpuh didepan Afei.


Mereka langsung memejamkan mata mereka, meneteskan air mata haru, melihat sikap Afei yang luar biasa berbakti dan sangat setia itu.


Lu Sun sambil memejamkan matanya dan berkata,


"Sayang kalian lihatlah baik baik dan ingatlah baik baik, kenapa ada pepatah yang mengatakan anak angkat jauh lebih baik dari anak kandung."


"Inilah contoh dan bukti nya, kita bertiga sampai kapan pun, tidak pernah boleh melupakan kejadian hari ini.."


Ying Ying dan Giok Lan mengangguk cepat dengan penuh rasa haru.


Dalam sekejap luka di tubuh Afei langsung mengering seperti di selimuti es tipis, sesaat kemudian luka yang mengering, kulitnya yang hitam hitam mulai mengelupas.


Oleh hawa panas yang menyelimuti tubuh Afei.

__ADS_1


__ADS_2