
"San er, maafkan ayah...ayah sangat menyayangi mu.."
"Apapun yang terjadi jangan kemari lindungi kedua ibu mu dengan baik baik.."
Lu San selagi terpental, sangat terkejut ketika mendengar suara ayahnya yang seperti sedang berbisik di telinganya.
Ini adalah kemampuan Mengirim pesan suara ribuan Li, milik ayahnya.
Berarti ayahnya menendangnya menjauh memang ada maksudnya.
Ayahnya tidak mau dirinya terancam bahaya. ayahnya tidak sedang kerasukan tapi ayahnya dalam kondisi masih sadar.
Lu Sun setelah menendang Lu San menjauh dari nya.
Dengan sebuah teriakan keras menahan nyeri di kedua telinga nya yang berdarah Lu Sun melesat keatas langit.
Dengan golok diangkat tinggi-tinggi menghadap kearah langit, Lu Sun memunculkan sebuah mantra lingkaran Diagram berwarna biru di atas kepalanya yang semakin lama semakin besar.
Hingga akhirnya langit dan awan terbuka, terlihat langit gelap dengan jutaan bintang di alam galaksi raya.
Semua bintang menyorotkan satu sinar yang masuk kedalam tubuh Lu Sun lewat golok biru di tangannya.
Tubuh Lu Sun terus bergetar hebat menerima kekuatan tanpa batas dari berbagai bintang di angkasa raya.
Sedangkan Wu Sin setelah berhasil mematahkan semua serangan Lu Sun lewat cahaya pelangi dan suara musik pengacau pikiran dan Sukma.
Tubuhnya terpental dari posisinya,. beberapa ratus meter.
beberapa senar kecapinya putus, di ujung bibirnya ada darahnya yang menetes.
Menunjukkan meski berhasil mematahkan serangan Lu Sun dan berhasil menyerang balik ke Lu Sun, dia juga mengalami luka dalam tidak ringan.
Tapi saat dia berhasil memperbaiki posisinya, dia menjadi pucat melihat apa yang sedang Lu Sun lakukan.
"Ini..ini...apa yang sedang dia lakukan ?"
"Lu Sun kamu hebat, tapi kamu belum tahu kekuatan sejati ku, kamu ingin memusnahkan aku coba saja.."
batin Wu Sin sambil tersenyum penuh misteri di dalam hati.
"Kamu pasti tidak di beritahu oleh tua Bangka itu, aku pantang di.musnahkan..'
"Boleh saja, kita tunggu dan lihat.."
batin Wu Sin sambil tersenyum dalam hati.
Tapi penampilan di luarnya, dia berpura-pura ketakutan dan berkata,
__ADS_1
"Ponakan murid ku, aku menyerah..tolong jangan lakukan hal itu pada ku.."
"Aku berjanji akan berubah, tidak akan melanjutkan ambisi ku lagi.."
Lu Sun yang sudah di penuhi kekuatan dunia luar, kini menebaskan goloknya kearah Wu Sin dengan segenap kekuatannya.
Sambil berkata,
"Paman guru maaf,.. dosa mu sudah terlalu banyak, terima lah takdir mu hari ini..."
Seberkas cahaya biru menyilaukan membelah dan meledakkan tubuh Wu Sin berikut kecapi Giok hitam nya, hingga hancur berantakan.
Lautan di bawahnya ikut terbelah hingga dasar laut pun merekah terkena imbas dari Tebasan Lu Sun yang sangat dahsyat itu.
Karena dasar laut terbelah patahan itu langsung menimbulkan pusaran air raksasa yang memenuhi seluruh area pertempuran Lu Sun melawan Wu Sin.
Di saat Lu Sun sedang memejamkan matanya berusaha menenangkan goncangan kekuatannya yang terlalu di hamburkan.
Dia tidak menyadari tubuh Wu Sin yang hancur menjadi butiran cahaya masuk kedalam tujuh lubang di tubuhnya.
Hidung mata telinga dan mulut, semua butiran itu langsung masuk kedalam otaknya.
Berusaha menguasai alam sadar Lu Sun, saat sepasang mata Lu Sun terbuka senyumnya pun berubah menjadi kemayu, gayanya pun tidak lagi gagah.
Tapi terlihat feminim, dengan bentuk tubuhnya yang tinggi besar, hal ini jelas terlihat sangat kontras.
Melihat kedatangan Lu Sun Ying Ying dan Giok Lan dengan gembira langsung bergerak maju ingin mendekati dan memeluknya.
Tapi pergerakan mereka tertahan oleh Lu San yang memiliki insting hewan buas yang tajam.
Dia bisa merasakan yang di hadapan nya ini ada yang tidak beres dan berbahaya.
"Ibu tahan,..mundur lah dia bukan ayah.."
ucap Lu San sambil menarik kedua ibunya mundur kebelakang nya.
"Apa..apa maksudmu San er...!?"
tanya kedua ibunya kompak dan kaget.
"Dan er jangan kurang ajar, aku ini bapak mu.."
ucap Wu Sin yang sudah menguasai tubuh Lu Sun berusaha mempengaruhi Lu San.
Tapi Lu San menggelengkan kepalanya dengan tegas.
Lalu berkata,
__ADS_1
"Ibu lihatlah cara bicaranya, ayah pasti tidak akan pernah berbicara dengan gaya seperti itu.."
"Wu Sin pasti sudah merasuki tubuh dan menguasai kesadaran ayah.."
Giok Lan dan Ying Ying saling pandang keduanya tidak bodoh, mereka sudah terlalu lama bersama Lu Sun.
Mereka tidak mungkin tidak mengenali kejanggalan yang ada di hadapan mereka.
Mereka berdua saling mengangguk kemudian mereka terbang mundur menjauhi Lu Sun, sambil berteriak,
"Sun ke ke sadar lah, kami mencintai mu...!"
Tubuh Lu Sun tersentak saat mendengar jeritan kedua istrinya, sejenak tubuhnya bergetar hebat seperti sedang terjadi perlawanan di dalam.
Lu San tahu ini kesempatan emas menyerang Wu Sin, tapi dia tidak tahu caranya.
Tidak mungkin dia menyerang dan membunuh ayahnya sendiri.
Sehingga dia hanya bisa berdiri bengong menatap ayahnya.
Tapi kesempatan yang dia lewatkan barusan sudah membuat Wu Sin kembali bangkit menguasai tubuh Lu Sun.
Dua mulai bergerak menyerang Lu San dengan Ilmu Golok Wu Ming di sertai Wu Ming Sen Kung yang dahsyat dan berbahaya.
Lu San terpaksa mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menahan serangan Wu Sin yang memanfaatkan kekuatan Lu Sun untuk mendesak Lu San.
Lu San ragu ragu untuk menyerang ayahnya sendiri hal ini, membuatnya semakin tertekan dan jatuh pontang panting menghadapi serangan ayahnya yang sedang di rasuki oleh Wu Sin.
Meski serius sekalipun Lu San tetap bukan tandingan ayahnya yang memiliki ilmu golok Wu Ming.
Apalagi kini Lu San berada dalam kondisi ragu ragu.
Dalam sekejap saja sekujur tubuh Lu San sudah terluka oleh serangan golok Wu Ming.
Bahkan Cing Kang Pu Huai Ce Sen tidak sanggup melindungi tubuhnya, karena golok Wu Ming memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan pertahanan Cing Kang Pu Huai Ce Sen seperti kekuatan bunga lima warna.
Untungnya Lu San memiliki darah dan kekuatan Naga Siluman Semesta, sehingga dia memiliki kekuatan regenerasi diri.
Lukanya dalam beberapa detik selalu akan sembuh lagi dengan sendirinya bila terluka.
Melihat keadaan Lu San,. Giok Lan tidak tega berpangku tangan, dia pun ikut maju memberikan bantuan dengan pedang Xuan Yuan dan gelang semesta.
Hanya Ying Ying yang tidak bisa maju membantu, karena dia kini tidak memiliki senjata.
Senjatanya kini tidak mau di kontrol dirinya, lebih memilih Lu San menjadi tuannya.
Ying Ying sadar bila dia memaksakan diri untuk maju, dia hanya akan menyusahkan Lu San dan Giok Lan untuk menjaganya.
__ADS_1