KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
43. Seseorang Menghadang 3: Sebuah Bantuan


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, dekat Wilayah Hutan Kematian, Di Jalan menuju arah Kota.


Guru Li dengan cemas berlari sangat cepat, walaupun jarak antara rumahnya dan Kota lumayan dekat, namun karena keempat murid nya belum pulang jadi dia buru buru menuju ke Kota.


Hanya butuh waktu 10 menit saja untuk tiba di Kota, namun Guru Li hanya melihat jalanan yang hampir sepi karena sudah mendekati tengah malam, ia akhirnya melihat sekeliling untuk mencari murid muridnya.


"Sial, kemana mereka pergi? Sudah kucari hampir ke seluruh Kota tapi tak bisa ku temukan, kemana perginya mereka??". Gumam nya dengan tambah cemas.


Beberapa saat kemudian, ia akhirnya sadar bahwa ada jalan pintas untuk menuju ke arah rumahnya, Guru Li yang sadar akan itu langsung berlari dengan sangat kencang lagi, karena jalan yang di lewati itu sangat sepi, sunyi dan gelap.


~


Di tengah perjalanan menuju arah Kediaman Li Guan.


Pria berambut kuning itu tiba tiba berjalan menuju ke arah Shen Long, sementara Chu Ning, Xuan Hu dan Yu Zuan sedang bertarung dengan lawan mereka yang seimbang.


"Kalian bertiga, bantu ketiga Senior kalian sana! Biar aku yang mengurus sisanya di sini". Kata Pria rambut kuning itu sesampainya di dekat pertempuran antara Shen Long dan ketiga anak buahnya, ia langsung saja menyuruh ketiganya untuk membantu anak buahnya yang lain.


Ketiga anak buahnya langsung mengerti apa yang di maksud dengan Pria rambut kuning itu, mereka akhirnya pindah untuk melawan masing masing ketiga murid dari Perguruan Berbintang lainnya.


Sekarang tinggal Shen Long seorang dan Pria berambut kuning itu.


"Hahaha..... Untung kau memilih tempat yang bagus, bocah kecil...". Kata Pria bertopeng itu dengan melihat sekeliling.


Shen Long sebelumnya melawan ketiga musuhnya dengan menarik mereka hampir mendekati tempat yang paling gelap di situ, ia juga jauh dari pandangan kedua kakak seniornya dan adik juniornya.


(Yah, dengan ini kalian para reader pasti tau apa yang akan di lakukan Shen Long kalau dia masih melawan ketiga musuhnya yang tadi).


Shen Long hanya tertawa mengejek, "Hahaha..... Apa kau tak tau, alasanku membawa anak buah mu kemari? Pak tua...". Kata Shen Long dengan tenang.


"Pak tua katamu???". Marah Pria rambut kuning itu.


Memang di lihat dari pencahayaan yang minim, Pria rambut kuning itu memiliki raut wajah yang seperti sudah berumur lebih, namun itu di lihat dari saat dia marah.


Tapi sebenarnya Pria rambut kuning itu masih di usia 28 tahunan, karena dia memiliki wajah yang menyeramkan jadi memang terlihat seperti orang yang sudah tua.


"Sudahlah, cukup basa basi nya. Aku sudah ngantuk, apa kau tak mengantuk? Atau kau seorang nocturnal?? Orang yang bekerja atau makan di malam hari dan tidur di pagi hingga sore hari? Kalau begitu, berarti kau orang yang malas yah? Hahaha..... Ternyata penjahat ada juga yang malas". Umpat Shen Long langsung ke Pria rambut kuning itu, ia mengejek Pria tersebut dengan kata kata nya yang sangat pedas.


"Kau...". Pria rambut kuning itu memelototi Shen Long dengan marah, ia sudah naik pitam karena umpatan dari Shen Long barusan.


"Majulah sini, aku ingin menguji Jurus yang ku pelajari tadi dari Guru ku, kau pasti akan terkejut melihatnya". Ucap Shen Long dengan tenang.


"Kau kira aku kelinci percobaan mu, hah? Aku lebih kuat darimu, kau tau! Aku ada di Tingkat Kristal Bintang 5, sedangkan kau hanya di Tingkat Emas Bintang 5, harusnya kau sadar betul dengan itu, bocah!!". Kesal dengan perkataan Shen Long, Pria rambut emas itu akhirnya memberi umpatan balik kepada Shen Long.


"Baiklah, akan ku buktikan itu. Sebaiknya kau berhati hati, yang ku panggil kali ini adalah seorang teman lama". Seakan sudah tau dengan siapa yang akan di panggil, Shen Long memberi peringatan pada Pria rambut kuning itu.


Pria rambut kuning itu hanya diam untuk menjawabnya, artinya ia tak butuh ocehan dari bocah di bawah umur.


'Bocah Shen, apa kau sudah ingat dengan Jurus Pasukan Buatan yang di miliki Bocah Tian?'. Tanya Ketua Kong pada Shen Long di dalam batin.

__ADS_1


'Aku sudah tau dan sadar akan itu Ketua, saat aku lihat perubahan energi yang di lakukan Guru Li tadi pagi, dan saat itulah aku sadar dalam ingatan Kakek Tian akan Jurus Pasukan Buatan'. Jawab Shen Long dengan baik.


'Baiklah, kalau begitu aku tak perlu turun tangan untuk membantumu'. Ucap Ketua Kong.


'Ketua, apa kau tak ingat dengan kekuatan asliku? Aku bisa mengalahkannya dalam satu jentikan saja, Ketua pasti sudah berumur jadi lupa akan hal itu, hahaha....'. Shen Long masih sempet sempet nya melakukan hal konyol dengan Ketua Kong tanpa memperhatikan sekitarnya.


'Haha.... Kau benar, aku lupa kekuatan aslimu sudah sangat jauh melampaui Pria menyebalkan itu'. Dengan santainya juga, Ketua Kong menanggapinya.


'Baiklah.... Sekarang aku akan mencobanya'. Shen Long kembali fokus ke musuhnya saat ini, ia akan mengeluarkan Jurus Pasukan Buatan.


Shen Long melihat sekeliling untuk memeriksa keadaan sekitar, ia ternyata sudah agak jauh dari pertempuran kedua kakak seniornya dan adik juniornya.


Namun ia merasakan kehadiran yang kuat mendekati ketiga teman seperguruannya, 'Itu pasti Guru Li, jika aku ketahuan bisa menggunakan Jurus Pasukan Sendiri, pasti akan di tanya beberapa kali olehnya. Sepertinya aku harus mencari tempat yang agak lebar dan luas, pastinya sepi tanpa ada yang melihat'. Pikir Shen Long dengan merasakan kehadiran yang kuat itu, tanpa banyak basa basi lagi ia langsung mundur berlari ke arah belakang menjauh dari kedua kakak senior nya dan adik juniornya.


"Hei, mau kabur kemana kau? Tunggu aku...". Pria berambut kuning itu akhirnya mengikuti Shen Long juga, ia tak ingin melepaskan musuh lemahnya dengan mudah.


~


Di sisi lain, pertempuran ketiga murid dari Perguruan Berbintang dan ketiga musuhnya yang lain sedang berlangsung, tanpa di duga ada 3 orang tambahan lagi yang sebelumnya melawan Shen Long.


"Dimana Shen Long??". Tanya Chu Ning pada kedua temannya.


"Bukannya tadi mereka yang melawan Adik Ketiga??". Jawaban yang di iringi dengan rasa bingung di tunjukan pada Xuan Hu saat melihat 3 rombongan musuh yang tadinya melawan Shen Long.


"Yah, mereka bertiga yang melawan Kakak Ketiga". Jawab Yu Zuan.


Ketika ketiga musuhnya itu ada yang datang lagi, ketiga musuh yang Chu Ning dan lainnya lawan langsung mundur.


"Kenapa kalian kemari?". Kata salah satu musuh dari mereka yang terkuat.


"Kami di suruh Senior Besar untuk membantu kalian, Senior...". Jawab salah satu dari mereka yang datang.


"Lalu Senior mana??". Tanya nya lagi.


"Itu, Senior Besar sedang akan melawan dia". Jawab nya lagi dengan menunjuk ke arah berdirinya Senior Besarnya dan Shen Long, saat itu mereka masih terlihat dalam sedikit penerangan oleh bintang dan bulan di malam hari ini.


"Baiklah, kalau begitu kau ikut denganku, kau dengannya dan kau dengan dia". Seniornya menunjuk satu persatu juniornya untuk membagi tim menjadi 3 bagian dengan 1 Senior dan 1 Junior, jadi mereka nanti akan melawan musuh nya dengan 2 vs 1.


"Hei, nanti dulu untuk urusan Adik Junior. Kita kalahkan dulu yang ada di depan kita, fokus!!". Kata Xuan Hu dengan jiwa pemberani nya.


"Ya!". Jawab kompak Chu Ning dan Xuan Hu.


"Elemen Api: Nafas Naga Api!!". Chu Ning lagi lagi melancarkan serangan dengan menggunakan Jurus itu, namun kali ini dampaknya lebih besar dari yang sebelumnya.


"Elemen Tanah: Tanah Pelindung!!". Senior musuhnya yang berada paling depan menggunakan Jurus Elemen Tanah nya, ia mengeluarkan tanah dan membentuknya menjadi seperti setengah mangkok yang terbalik, dan Jurus tersebut berhasil melindungi teman lainnya.


Setelah ia melepaskan jurusnya, dari bagian belakang mereka seperti ada yang melewati nya dengan cepat.


"Kalian berhati hatilah!!". Ucap yang paling Senior di antara para musuh.

__ADS_1


"Terlambat!!". Kata seseorang yang sudah ada di belakang para musuhnya.


"Crak.... Slash..". Ia menusuk bagian jantung dan membelahnya hingga ke bagian ujung kepala dari musuh nya yang posisinya ada di paling belakang, tak lain ia adalah Yu Zuan dengan Teknik Bayangan nya.


"Sialan kau!! Tunjukan dirimu kalau berani!". Kata teman dari musuh yang di bunuh itu, ia masih junior.


"Awas!!". Teriak Seniornya yang ada di posisi terdepan.


"Sroot... Slash...". Yu Zuan tiba tiba muncul di depan musuhnya yang berteriak tadi, ia langsung menusuk dahi nya dan membelahnya turun ke bawah, lalu ia langsung menghilang lagi tanpa jejak.


"Sial, jika begini terus lama lama pasukan ku akan habis". Gumam si Senior.


"Kalian, dekat denganku sekarang!!". Kata Senior itu dengan tegas.


"Hei kau, lingkari kita dengan Jurus Elemen Api mu cepat!!". Senior itu menunjuk teman sesama Senior nya yang pengguna Elemen Api.


"Baiklah, Elemen Api: Lingkaran Pelindung!!". Ia dengan cepat mengeluarkan Jurus Elemen Api nya untuk melingkari ketiga temannya, itu adalah api yang panas namun efeknya tak akan timbul dengan dirinya dan teman nya.


Yu Zuan langsung berhenti bergerak saat ia melihat Jurus Elemen Api tersebut, ia tau jika melewati api itu kecepatannya bakal berkurang dan saat itu terjadi, para musuhnya pasti akan menangkap dan menghajarnya.


"Sekarang giliranku, Elemen Tanah: Golem Tanah!!". Kata Xuan Hu dengan yakin, ia langsung mengeluarkan 1 Golem nya yang biasa.


"Elemen Tanah: Golem Tanah!!". Si Senior tak ingin mengalah saat melihat Golem yang di panggil Xuan Hu, ia langsung bereaksi dengan membuat Golem Tanah nya sendiri.


(Di Bumi yang di tinggali Wu Shen saat ini, Jurus dan Teknik bisa di samakan karena ada Buku atau Pelajaran nya saat mereka masih belajar, jadi jika Jurus dan Teknik ada yang sama itu artinya mereka mempelajari Buku atau Kitab yang sama namun beda Guru, dan biasanya Guru yang paling Senior pasti muridnya akan selalu menang walaupun musuh nya menggunakan Jurus yang sama).


"Serang dia!!". Teriak Si Senior dari musuh pada Golem nya.


"Tunjukan padaku, apa itu kekuatan absolut!!". Teriak Xuan Hu pada Golem nya, dan sebenarnya itu adalah Golem dari anak buahnya Er.


Golem dari si Senior dan Xuan Hu memiliki Tingkat Kultivasi yang sama, yaitu di Tingkat Emas Bintang 5.


"Dem... Dem... Dem... Duar.....". Terdengar langkah dari kedua Golem itu dan saling memukul satu sama lain.


Pukulan demi pukulan di kerahkan dari kedua Golem itu, tak ada yang ingin mengalah satu sama lain, Golem dari Si Senior memiliki modifikasi yang lebih unggul dan bagus daripada Golem milik Xuan Hu, namun kelemahannya adalah pada kecepatannya.


Sebaliknya, Golem milik Xuan Hu memiliki warna yang standar dan memiliki tingkat kecepatan yang agak cepat daripada Golem milik si Senior, namun perbedaan nya adalah pada tingkat serangannya yang memiliki demage lebih kecil daripada Golem si Senior.


Selain itu, Golem milik si Senior punya Pertahanan yang lebih daripada Golem milik Xuan Hu, hal ini menyebabkan pertandingan antara kedua Golem sedikit tak berimbang.


"Dar.. Dar... Dar...". Tinju dari Golem Xuan Hu selalu mengenai Golem milik si Senior tanpa ada yang meleset, tapi balik lagi Pertahanan Golem si Senior sungguh sangat kokoh jadi susah sekali untuk menjatuhkannya.


Sampai ketika, "Dem.... Duar......". Golem milik si Senior dengan pasti memukul Golem milik Xuan Hu, dan serangan yang di berikan sungguh membuat Golem milik Xuan Hu yang kokoh hampir runtuh.


"Sial, selain tebal. Serangannya juga sangat kuat, apa aku harus memanggil Er untuk urusan seperti ini??". Gumam Xuan Hu dengan kesal.


"Tenang dulu Xuan Hu, ingat kata Guru! Jangan kau gunakan Jurus Pasukan Sendiri untuk urusan yang tak penting ini!!". Chu Ning mengingatkan kembali perkataan Guru Li.


"Yah, Ning'er benar. Jangan kau gunakan Jurus itu hanya untuk para bedebah itu...". Tiba tiba dari arah belakang mereka, terdengar suara yang sangat familiar.

__ADS_1


__ADS_2