
Untuk mengurangi hawa dingin yang menyerang Nicole karena hanya mengenakan jaket milik John.
John menggunakan sepasang tangannya menggosok-gosok telapak tangan Nicole sambil menghembuskan hawa hangat ke telapak tangan tersebut.
Tapi setelah beberapa saat di lakukan, masih tidak terlihat perubahan, bahkan kini bibir Nicole mulai membiru.
Dan terlihat menggigil gemetaran, John pun berkata,
"Maaf Nicole saya terpaksa melakukan ini padamu."
Nicole menatap heran kepada John.
John mendekatkan duduknya di sebelah Nicole , kemudian memeluk Nicole kedalam pelukannya.
Mereka berdua menggunakan suhu tubuh mereka untuk saling menghangatkan.
Nicole sedikit terkejut dengan gerakan John, tapi Nicole tidak menolak nya.
Karena selain merasa nyaman, dia diam-diam juga menyukai pelukan hangat yang tulus dar John.
Nicole merasa nyaman dan tenang berada di sisi John.
Perlahan-lahan hawa panas yang dipancarkan oleh tubuh mereka berdua, mulai bisa memberikan kehangatan untuk mereka.
Nicole memulai percakapan memecah keheningan malam.
"John terimakasih banyak telah menolong ku.."
John tersenyum dan mempererat pelukannya dan berkata,
"Tidak perlu terlalu di pikirkan, itu cuma hal kecil saja."
Nicole menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak John bagiku itu adalah suatu tindakan heroic yang luar biasa, aku sangat bersyukur ada kamu ikut dalam perjalanan ini."
John tersenyum hatinya sangat nyaman dengan pujian Nicole,
"Nicole kepala ku mulai membesar.."
ucap John.
Nicole terkejut dan sedikit menoleh kebelakang, melihat kepala John yang menurutnya biasa saja.
"Apa yang kamu rasakan,? ada apa dengan kepala mu ?"
tanya Nicole cemas.
John tersenyum dan berkata,
"Ya kepala ku membesar karena di puji oleh gadis tercantik sedunia ."
Nicole bernafas lega, ternyata John dalton keadaan baik-baik saja.
Hatinya entah kenapa merasa sangat nyaman dengan pujian yang dilontarkan oleh John barusan.
Sambil tersenyum manis Nicole memberikan cubit mesra di lengan John dan berkata,
"Dasar gombal.."
John pun tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Tapi serius kamu memang sangat cantik Nicole dan ini bukan gombal."
Nicole tidak membantah lagi, sesaat kemudian dia kembali berkata,
"John aku minta maaf ya, atas sikap ku dulu pada mu, kamu mau kan memaafkan aku ?"
John langsung mengangguk cepat dan berkata,
"Sebenarnya aku tidak pernah menyalahkan atau pun kecewa padamu, tapi bila dengan meminta maaf hati mu, bisa merasa lebih nyaman."
"Dengan senang hati aku akan menerima permintaan maaf dari mu."
Nicole tiba-tiba terisak karena merasa terharu dengan kebaikan dan ketulusan John kepadanya.
John terkejut mendengar suara Isak Nicole, dia bertanya dengan cemas,
"Nicole kamu kenapa ? apa perkataan ku ada yang menyakiti atau menyinggung perasaan mu."
"Bila ya, aku mohon maaf, ok jangan menangis lagi."
Nicole menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak apa-apa aku hanya merasa terharu saja."
"John...apakah kamu pernah menyukai ku ?"
ucap Nicole sambil menoleh menatap John.
John wajahnya langsung merah padam, untungnya suasana didalam gua sedikit gelap, sehingga perubahan wajah John tidak terlihat.
John terdiam sesaat mendengar pertanyaan Nicole yang tiba-tiba.
Tapi akhirnya John mengangguk dan berkata,
"Makanya meski aku tahu, itu cuma angan-angan sepihak, tapi aku tetap menerima ajakan mu untuk kesini."
Nicole tiba-tiba membalikkan badannya menghadap kearah John dan berkata,
"Maukah kamu menjadi kekasih yang selalu melindungi menyayangi dan mencintai ku selama nya."
John benar-benar tidak menyangka Nicole akan mengatakan hal itu kepada nya.
Dia tadi nya mengira kedekatan mereka saat ini, hanya karena saling membutuhkan saja, tidak akan ada kelanjutannya.
Tapi mendengar kata-kata Nicole barusan membuat hati John sangat bahagia, dan tumbuh harapan besar bisa meraih masa depan yang penuh kebahagiaan bersama Nicole.
Tapi sesaat kemudian John sedikit meragu, Nicole sangat cantik dan kaya, sedangkan dia hanya orang biasa, kutu buku yang berpenampilan pas-pasan.
John belum bisa percaya sepenuhnya jadi dia bertanya memastikan,
"Nicole kamu tidak sedang bercanda dengan ku kan ?"
"Bila ini hanya candaan, tolong hentikan ini adalah candaan yang sangat menyakitkan bagi ku."
"Aku memang menaruh harapan besar dan sangat ingin, tapi aku..."
Sebelum John sempat menyelesaikan kalimatnya lebih jauh.
Nicole sudah memberikan ciuman mesra di bibir John, sehingga John tidak bisa melanjutkan ucapannya.
Akhirnya mereka berdua berciuman mesra, meluapkan perasaan mereka berdua.
__ADS_1
Karena terbawa suasana Nicole dengan sukarela memberikan sesuatu yang hampir direnggut secara paksa oleh Charlie, kepada John.
Mereka berdua menikmati kehangatan dan kemesraan mereka berdua sepanjang malam.
Ketika pagi tiba, John dengan lembut dan penuh kasih sayang, dia membangunkan Nicole yang masih terbaring lemas.
Melihat keadaan kekasihnya yang masih lemas, akhirnya John menggendong Nicole di punggungnya dan bergerak menuruni lereng gunung.
Melanjutkan perjalanan mereka secepat mungkin meninggalkan tempat berbahaya tersebut.
Tapi saat mereka tiba di lereng yang landai, terlihat Charlie Kevin dan Anna.
Sedang berdiri disana menghadang dan menanti kedatangan John dan Nicole sambil menatap sinis kearah John.
John berusaha bersikap setenang mungkin, padahal hatinya sangat takut.
Bila sampai terjadi pertengkaran melawan Charlie seorang saja.
John tidak akan sanggup, apalagi harus melawan mereka berdua..
Nicole sudah gemetar ketakutan berlindung di balik punggung John.
Charlie sambil tersenyum mengejek berkata,
"Apa kabar jagoan ? hebat ya sudah jadi pahlawan ? gimana enak semalam ?"
"Tutup mulutmu yang kotor itu..!"
teriak John marah.
"Kamu bebas menghina ku, tapi jangan pernah berani menghinanya..!"
"Atau aku akan..."
"Atau kamu akan apa ?"
tanya Charlie memotong kalimat John yang belum selesai.
Charlie maju mendorong John sambil tertawa dan bertanya.
John tiba-tiba mencabut pisau Komando yang dia bawa untuk menjaga diri.
John mengarahkan nya ke Charlie sambil berkata,
"Kamu jangan memaksa ku, atau aku akan..."
"Wow...wow ..wow... ! lihat jagoan kita sekarang..."
ucap Charlie sambil tertawa mengejek.. dia tidak terlihat takut meski John memegang pisau ditangan.
Melihat Charlie terus berjalan maju mendekati nya sambil tertawa mengejek.
John langsung menyabet-nyabetkan pisau komando ditangannya kearah Charlie.
Charlie menanggapi sabetan pisau John sambil tertawa, dengan gerakan sangat cepat dia menangkap pergelangan tangan John yang memegang pisau.
Mengunci dan menelikung pergelangan tangan Charlie hingga pisau komando yang di pegang nya terlepas.
Charlie menendang pisau itu menjauh, kemudian dia mencekik leher John yang meronta-ronta dengan mata melotot dan mulut terbuka kesulitan bernafas.
Kedua tangan John hanya bisa mencakar-cakar tangan Charlie yang berotot, kaki John menggantung di udara menendang-nendang lemah.
__ADS_1
Nicole terus berteriak histeris ketakutan dan berlutut memohon agar Charlie melepaskan John dan jangan menyakitinya.