KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PEMOTRETAN BERJALAN LANCAR


__ADS_3

Sepuluh pria itu kini menatap kearah Giok Lan, salah satu pria yang barusan melumpuhkan Cindy.


Sambil menatap bingung Kearah Giok Lan dia berkata,


"Nona Sandra ini..?"


Giok Lan maju berdiri disamping Lu Sun dan berkata,


"Tolong sampaikan terimakasih ku kepada Paman Mao, jangan lupa datang ke resepsi kami."


Giok Lan memberikan sepucuk undangan kepada mereka.


"Kalian juga jangan lupa hadir..ya.."


"Masalah di sini lupakan saja, aku hanya ingin memberi pelajaran pada gadis sombong ini."


"agar dia tahu tingginya langit tebalnya bumi."


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu, nona Sandra."


"Kami akan sampaikan salam dan undangan anda kepada tuan Mao, terima kasih atas undangannya kami pasti akan hadir."


Setelah memberi hormat ke Sandra 10 orang itu pun bergerak pergi dengan santai meninggalkan butik tersebut.


Lu Sun cepat-cepat berjongkok disebelah Cindy menotok dan mengurut punggungnya melepaskan totokan nya.


"Ughh..!"


Cindy mengeluh kecil sambil berusaha menggerakkan badannya yang masih terasa kaku.


Lu Sun cepat bergerak mundur menjauhi Cindy, sambil menarik mundur Giok Lan kebelakang nya.


Lu Sun takut setelah kejadian tadi Cindy akan mengamuk menyerang Giok Lan.


Kini keadaan Giok Lan berbeda, setelah dia mengorbankan kekuatan nya, untuk menolong nyawanya.


Giok Lan kini berubah menjadi gadis lemah biasa, tak ada bedanya dengan Ying Ying dan Xue Xue.


Lu Sun memberi kode kepada Maya agar mengajak Cindy pergi dari situ.


Cindy kini emosi nya, mulai mereda, dia mulai teringat dengan pesan kakaknya di surat.


Meski masih menatap Lu Sun dengan tidak puas, tapi dia tidak menolak saat Maya mengajak nya meninggalkan tempat itu.


Dia mulai bisa berpikir secara logis, melawan pengawal gadis cantik itu yang tidak tahu dia undang darimana.


Dia pun sudah keok, apalagi di situ ada Lu Sun yang menurut kakaknya kesaktiannya, bahkan masih diatas kakaknya.

__ADS_1


Dia juga ingat pesan kakek senior Yang agar jangan berurusan dengan keluarga Lu.


Lagipula Lu Sun juga sudah menerima tamparan darinya tanpa perlawanan, dengan kemampuan Lu Sun bila dia tidak menghendaki mustahil dia bisa menamparnya.


Tadi pun Lu Sun juga sudah membantunya berbicara agar tidak di bawa orang-orang itu, selain itu Lu Sun juga membantu melepaskan totokan nya.


Dengan begitu saja sudah menunjukkan Lu Sun sudah cukup mengalah dan memberi muka padanya.


Dia tidak boleh kelewatan lagi, atau dia benar-benar akan kehilangan muka ditempat ini.


Setelah pikiran logisnya muncul, memang tiada alasan baginya tetap keras kepala mencari masalah di situ.


Cindy pun tidak menolak ajakan Maya pergi meninggalkan tempat itu.


Ying Ying dan Xue Yen sangat kagum dengan Giok Lan yang memiliki banyak koneksi.


"Adik Lan siapa orang-orang tadi itu ? mengapa mereka begitu hormat dengan mu ?"


tanya Ying Ying penasaran.


Xue Yen juga menatap Giok Lan dengan penuh rasa ingin tahu.


Giok Lan sambil tersenyum berkata,


"Ohh mereka adalah dari Biro Rahasia China, atasan mereka teman baik ayah ku.."


Pemilik butik bridal dan seluruh karyawan di sana kini memandang Giok Lan dengan penuh hormat.


Di daratan China masyarakat mana yang tidak pernah mendengar tentang biro Rahasia ini.


Bila berani bersinggungan dengan kelompok ini, nyawa mereka bakal lenyap tanpa bekas.


Giok Lan mengajak Ying Ying dan Xue Xue melanjutkan acara mereka yang sempat terganggu.


Lu Sun sendiri mencatat di dalam ingatannya tentang adanya kelompok biro Rahasia yang kelihatannya berisi cukup banyak orang lihay dalam ilmu bela diri.


Meski mereka bukan ancaman bagi Lu Sun, tapi Lu Sun tetap mengingat dan mewaspadai kelompok ini.


Lu Sun kini dengan patuh duduk diruang tunggu kamar pas pakaian pengantin wanita.


Dia tidak berani bergerak sembarangan lagi, takut menimbulkan masalah yang bisa merusak acara baiknya bersama Ketiga Istrinya.


Mereka bertiga sudah terlalu banyak menderita sedikit kebahagiaan ini, Lu Sun harus berusaha agar tidak merusak nya.


Lu Sun ingin semua berjalan lancar tanpa hambatan sampai mereka menyelesaikan semua acara dan resepsi pernikahan mereka.


Pilihan Lu Sun untuk diam di dalam ruangan sangat tepat.

__ADS_1


Karena tidak lama setelah Lu Sun masuk menunggu di dalam.


Di ruangan salon yang terletak di ruko sebelah mereka kini sedang terjadi keributan antar Genk.


puluhan orang saling mengayunkan senjata tajam ditangan mereka kearah lawan mereka.


Kejadian menghebohkan ini membuat para tamu dan karyawan salon yang sebagian besar wanita.


Menjerit-jerit ketakutan dan berhamburan keluar dari salon tersebut.


Kejadian ini bermula dari salah satu pengunjung yang bermasalah dengan karyawan wanita salon tersebut yang bertugas sebagai pencuci rambut.


Dimana secara tidak sengaja samponya mengenai mata pengunjung salon karena dia melakukan kelalaian menerima telepon dari kekasihnya saat bekerja mencuci rambut .


Akibat insiden itu terjadi percekcokan antara pengunjung dan karyawan salon yang berujung, pegawai wanita itu di tampar oleh pengunjung tersebut.


Karena tidak terima si wanita itu, memberitahukan hal ini kepada kekasihnya yang kebetulan adalah anggota geng hati merah.


Maka datanglah kekasih wanita itu bersama teman-temannya.


Karena tidak ada titik temu, maka terjadilah perkelahian yang berujung pengeroyokan terhadap si pengunjung.


Karena di keroyok, pengunjung tersebut melarikan diri dalam kondisi babak belur.


Tak lama kemudian si pengunjung kembali membawa teman-temannya dari geng gagak hitam.


Maka terjadilah perkelahian sembrawut saling serang antara kedua geng, hingga akhirnya pihak berwajib datang dan menggiring mereka semua ke kantor polisi.


Sungguh beruntung Lu Sun diam di dalam ruangan sesekali mengintip dari sela-sela korden di mana istri-Istrinya sedang sibuk berganti pakaian dan tidak menyadarinya.


Ini jauh lebih baik daripada terlibat dalam tawuran tersebut.


Sesuai harapan Lu Sun hari itu semua berjalan lancar mulai dari pemotretan indoor sampai mengunjungi berbagai tempat wisata Di Nanjing melakukan pemotretan autdoor.


Dengan mengikuti arahan dari juru foto dan kru nya, hasil pemotretan foto-foto prewedding mereka berempat sangat sempurna.


Ketiga istri Lu Sun terlihat sangat bahagia dalam setiap tampilan foto mereka.


Hal ini membuat penyunting foto sedikit kesulitan karena semua foto terlihat sangat sempurna dan memuaskan.


Setelah selesai pemotretan Lu Sun dan Ketiga Istrinya di minta menunggu hasil pemotretan sebentar di studio.


Setelah hasil nya keluar, para karyawan studio membantu Lu Sun membawa 3 bingkai foto wedding berukuran besar ke mobil Lu Sun.


Sedangkan Lu Sun membawa setumpuk album foto perkawinan mereka, kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan Ketiga istri Lu Sun terlihat tanpa kenal lelah terus melihat foto album pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2