KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERTEMU CINDY


__ADS_3

Lu Sun berlari santai, sambil melihat pemandangan diluar jendela kaca.


Lu Sun yang menguasai ilmu pernapasan, berlari tidak membuat nafasnya terganggu sama sekali.


Nafasnya tetap teratur langkahnya juga tetap ringan, dia tidak terlihat berkeringat sama sekali.


Ketika Lu Sun sedang menikmati ayunan langkahnya, dia tiba-tiba mencium bau wangi khas yang berasal dari sampingnya.


Ketika menoleh Lu Sun sangat girang, ternyata orang yang di tunggu-tunggu telah datang.


Lu Sun ingat dengan jelas meskipun gadis itu sedang memunggunginya, sambil menyetel mesin treadmill Lu Sun tetap mengenalinya.


Dari belakang gadis itu terlihat sangat sempurna bentuk tubuhnya.


Celana senam yang ketat dan terbuat dari bahan karet,mencetak lekuk tubuhnya yang sempurna.


kulitnya yang putih mulus membuatnya terlihat semakin mempesona.


Rambutnya yang berwarna coklat di kuncir seperti ekor kuda, sehingga bagian tengkuk sampai bahunya yang terbuka lebar memperlihatkan kulitnya yang putih mulus membuatnya terlihat sangat Sexy.


Meski sudah sangat lama tidak pernah bertemu, dan mereka juga hanya pernah bertemu sekali.


Tapi gadis bermata biru ini, sama dengan kakaknya Jack Xie Ceng Lung, tidak mudah terlupakan oleh Lu Sun.


Gadis itu menggunakan headset menutup kedua telinganya, mungkin dia sedang mendengarkan musik.


Lu Sun yang melihat dia terus mengutak-atik mesin treadmill dan tidak memulai-mulai latihannya.


Segera bertanya,


"Nona ada yang bisa saya bantu ?"


pertanyaan Lu Sun tidak mendapat tanggapan, Lu Sun kemudian baru menyadari kebodohannya sendiri.


Gadis itu tidak mungkin mendengar suaranya, karena sedang mengenakan headset ditelinga nya.


Lu Sun mengganti cara menegurnya dengan menyentuh pundak nya dari belakang.


Cindy sedikit terkejut ada yang menyentuh pundaknya dari belakang, secara reflex dia mencengkram tangan tersebut.


Tapi saat mencengkram nya dia sedikit terkejut dan menjerit kecil,


"Aihh...!"


Tangan yang berhasil di cengkramnya, seperti tak bertulang sangat licin seperti belut.


Sehingga cengkraman nya tidak membuahkan hasil.


Cindy segera membalikkan badannya melihat siapa orang yang berada di belakangnya itu.


Cindy sedikit terkejut melihat yang barusan menyentuhnya, adalah seorang pemuda tampan dengan lekuk otot sempurna menghiasi tubuhnya yang tinggi besar.


Pemuda tampan itu kini sedang tersenyum ramah kepada nya, seolah sedang berbicara sesuatu kepada nya.


Cindy yang menyadari, kupingnya masih terpasang headset segera membuka nya,


Sehingga terdengar lah dengan jelas suara Lu Sun,


"Nona maaf, kulihat ada yang tidak beres dengan mesin itu ya,.? ada yang bisa saya bantu ?"

__ADS_1


"Ya, entah kenapa mesin ini susah sekali di operasikan biasanya tidak begini."


ucap Cindy sudah melupakan peristiwa aneh tadi.


Karena sikap ramah dan sopan yang ditunjukkan oleh Lu Sun telah berhasil mengalihkan perhatiannya.


Lu Sun turun dari mesin treadmill nya dan berkata,


"Nona pakai saja mesin ku ini, biar saya lihat sebentar mesin yang itu."


Cindy tersenyum dan berkata,


"Kamu serius? bukannya kamu sendiri sedang asyik berlatih,?"


Lu Sun Kembali tersenyum simpatik dan berkata,


"Tidak apa-apa pakai saja, aku juga sudah cukup lama mainnya."


Cindy mengulurkan tangannya dan berkata,


"Nama ku Cindy Xie, terima kasih banyak ya, nama mu siapa ?"


Lu Sun menyambut uluran tangan Cindy dengan lembut dan hangat sambil berkata,


"Nama ku Lu Sun panggil saja saya kakak Sun."


Cindy tidak melepaskan pegangan tangannya sambil tertawa merdu dia berkata,


"Tidak mau, kamu masih begitu muda pantasnya aku memanggil mu adik Sun."


Lu Sun ikut tertawa dan menarik kembali tangannya sambil berkata,


Lu Sun kemudian mencoba melihat di mana letak eror mesin tersebut.


Cindy sendiri kembali memasang headset nya, lalu mulai berlari di atas mesin treadmill yang tadinya di gunakan Lu Sun.


Sekali-sekali dia melirik kearah Lu Sun yang terlihat belum berhasil memperbaiki mesin itu.


Setelah mencoba beberapa kali, Lu Sun akhirnya, mencabut Stop kontak mesin itu dari lubang listrik.


Baru mencolokkannya kembali, kemudian Lu Sun menunggu mesin itu melakukan reset ulang sendiri.


Setelah menunggu beberapa saat mesin itu kembali bisa di gunakan, Lu Sun pun kembali naik keatas treadmill dan meneruskan lari santainya.


Saat menoleh kearah Cindy kebetulan Cindy juga sedang menatap kearahnya, sambil tersenyum lebar Cindy memberi tanda jempol Kearah Lu Sun.


Lu Sun mengangguk dan memberinya senyum simpatik.


Cindy kemudian membuka headset nya dan berkata,


"Aku tidak pernah melihat mu disini ? member baru ya ?"


Lu Sun mengangguk dan berkata, sambil tersenyum.


"Ya aku baru mencobanya hari ini, mohon petunjuk dari senior Cindy."


Cindy langsung menepuk lengan Lu Sun yang keras dan berotot sambil tertawa, dia berkata.


"Bagus ya, berani meledek ku, awas nanti.."

__ADS_1


Lu Sun sambil tersenyum berkata,


"Itu bukan ngeledek itu tulus nona Cindy."


Cindy sambil tertawa memainkan matanya berkata,


"Alasan basi..lebay..!"


"Sebelum masuk member sini, emangnya kamu biasa berlatih di Gym mana ?"


tanya Cindy sambil berlari-lari dan mengatur pernafasan nya.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak pernah berlatih di Gym sebelumnya, ini adalah pertama kali aku daftar masuk menjadi member."


Cindy mencibir, bibirnya yang merah mungil terlihat menggemaskan,


"Bohong badan berotot begitu, hantu yang percaya tidak pernah nge Gym sebelumnya."


Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,


"Serius aku baru pertama kali ke Gym, biasanya aku hanya berlatih di rumah."


Cindy mengangguk dan berkata,


"Nah ini lebih masuk akal, mungkin alat dirumah mu malah lebih lengkap dari pada alat-alat di sini."


"Tapi kalau dirumah mu alatnya lebih lengkap buat apa kamu kesini buang-buang duit.?"


Lu Sun hanya bisa menanggapinya dengan tersenyum sambil berlari.


Cindy kembali berkata,


"Kamu pasti kemari ingin pamer kekuatan dan otot-otot mu kan ? hayo benarkan tebakan ku ?"


Lu Sun tersenyum dan mengangkat bahunya seakan-akan tidak tahu, dia tetap terus berlari.


Cindy menjadi semakin penasaran dan berkata,


"Kalau mau pamer otot-otot mu kepada para wanita, jangan pakai baju, buka saja baju mu gantung di sini."


Lu Sun sambil berlari berkata,


"Emangnya boleh ? bukannya peraturannya, member tidak di perbolehkan berlatih tanpa membawa handuk kecil, tidak memakai sepatu dan tidak boleh melepaskan baju."


Cindy sambil tertawa berkata,


"Kalau aku bilang boleh ya boleh, di sini aku lah peraturannya."


"Percaya tidak..?"


ucap Cindy sambil tertawa.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak percaya, kalau aku menuruti mu, bisa-bisa aku diusir Sama pelatih dan penjaga di sini."


Sambil tersenyum Cindy berkata,

__ADS_1


"Begini saja kita taruhan, kamu buka baju mu kalau ada yang berani menegur atau mengusir mu dari sini, aku juga akan buka baju ku temani kamu keluar dari sini."


__ADS_2