
Gadis itu menatap kearah Lu Sun dengan sangat terkejut, kemudian menggelengkan kepalanya, sambil membenarkan posisi mantel bulu yang menutupi bagian tubuhnya yang terbuka.
Setelah itu dia pun mengucapkan terimakasih dan berkata dalam bahasa yang Lu Sun tidak mengerti.
Lalu mengembalikan uang tersebut kepada Lu Sun, lalu hendak pergi.
Lu Sun menahan tangannya, lalu kembali menyesapkan uang itu kembali ke tangannya dan berkata,
"Anggap saja aku meminjamkan nya pada mu, bila suatu hari kamu sukses dan ingin mengembalikan pada ku ."
"Aku ada di Nan Jing nama ku Lu Sun.."
ucap Lu Sun tersenyum lembut.
Gadis itu sepertinya mengerti maksud Lu Sun dia mengangguk menerimanya dan menatap Lu Sun dengan penuh rasa terimakasih.
Tiba-tiba dia berteriak, dengan wajah terkejut,
"Awaas..!!"
Ternyata pemuda yang bernama Mark itu, begitu bisa kembali bernafas dengan normal, melihat Lu Sun yang sedang lengah dan memunggunginya.
Dia segera mencabut Pistolnya hendak menembak Lu Sun dari belakang.
Tapi sebelum sempat dia menembak terdengar suara teriakan Awas, lalu tangan Mark yang memegang pistol jatuh di hadapannya.
Mark terbelalak tak percaya melihat potongan tangannya sendiri jatuh di hadapannya.
Sedangkan tangannya yang putus dipergelangan tangannya, kini menyemburkan darah seperti kran bocor.
Sambil berteriak kesakitan Mark memungut potongan tangannya, berlari meninggalkan tempat tersebut, sambil berteriak.
"Tunggu pembalasan dari ku Cina keparat.."
Sebenarnya tanpa teriakan dari penyanyi yang dia tolong, Lu Sun juga tahu ada bahaya yang sedang mengancam di punggungnya.
Sebelum gadis penyanyi itu berteriak, Lu Sun sudah menggunakan Wu Xiang Cien Chi, memotong pergelangan tangan pemuda tersebut.
Gadis itu sedikit melongo melihat kejadian barusan, tapi ucapan Lu Sun kembali menyadarkannya.
"Cepat pergi dar sini..!"
__ADS_1
Para pengunjung pun berhamburan meninggalkan tempat tersebut, setelah melihat insiden yang terjadi antara Lu Sun dengan Mark.
Gadis itu sekali lagi menganggukkan kepalanya kearah Lu Sun lalu dia berlari pergi dari tempat itu.
Pelayan wanita yang tadi melayani pesanan Lu Sun segera berkata,
"Cepat tinggalkan tempat ini tuan.. sebelum Geng itu benar-benar kemari."
Lu Sun yang bisa menangkap maksud baik gadis itu, dia meletakkan selembar 100 $US di atas meja.
Lalu dia pun meninggalkan ruangan tersebut, Kembali ke arena Panco, di mana pertandingan masih sedang berlangsung.
Lu Sun kembali duduk santai di sebelah Jennifer seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.
Dengan tenang dan santai, dia ikut menonton pertandingan didepan nya, yang menurutnya sangat membosankan.
Tapi dia tentu tidak berani mengucapkan nya, karena akan mengganggu suasana hati kedua temannya yang sedang menonton dengan seru.
Karena bosan Lu Sun mengeluarkan HP nya yang menyimpan banyak foto Ying Ying, sejak memori ponselnya sudah di pulihkan oleh Giok Lan semua foto-foto nya bersama Ying Ying pun kembali muncul di HP nya yang baru ini.
Sambil tersenyum bahagia Lu Sun melihat selembar demi selembar foto kenangan mereka berdua.
Lu Sun tiba-tiba merasa sangat rindu dengan Ying Ying, Lu Sun tersenyum penuh haru saat melihat foto prewedding nya bersama Ying Ying yang diambil di Bei Jing.
Merasa terganggu dengan wajah kesal Lu Sun menyimpan HP nya lalu berjalan kearah podium menerima tantangan berikutnya yang akan berhadapan dengan Pria asal Scotlandia yang bernama Coolenn
. Seperti namanya wajahnya dingin seperti es, rambut dan alisnya berwarna kuning pucat, matanya berwarna biru.
Dia tidak memakai baju sehingga terlihat otot ditubuhnya yang kekar, untuk bagian bawah dia mengenakan rok bergaris-garis.
Hal ini membuatnya terlihat agak lucu, tapi bagi Lu Sun itu biasa saja, karena di jamannya dia juga mengenakan rok panjang di bagian luarnya.
Dia bahkan pernah mengenakan rok kulit harimau yang pendek, tanpa dalaman.
Teringat hal itu, Lu Sun jadi teringat kepada istri pertama nya Siau Ching, yang kini telah reinkarnasi jadi Ying Ying yang tetap dengan setia mendampinginya.
Lu Sun baru sadar dari lamunannya saat wasit menepuk bahunya dan mempersilahkan dia maju menghadapi lawan nya.
Kini tidak ada yang berani meremehkan Lu Sun lagi, Setelah orang-orang melihat bagaimana dia dengan mudah selalu berhasil mengalahkan lawan-lawannya.
Termasuk Coolenn juga menatapnya dengan waspada dan serius.
__ADS_1
Lu Sun sendiri terlihat santai tanpa beban sama sekali.
Lu Sun dan Coolenn saling berpegangan tangan mereka sudah siap tinggal menunggu aba-aba dari wasit.
Begitu peluit di tiup Coolenn dengan sekuat tenaga mulai menarik tangan Lu Sun, tangan Lu Sun pelan-pelan mulai tertarik ke bawah.
Lu Sun mengerutkan alisnya, melihat kearah Coolenn yang memiliki tenaga alami yang luar biasa.
Bila dia tidak berkultivasi mungkin tenaga mereka akan imbang.
Lu Sun yang merasa penasaran tidak mau mengerahkan tenaga sakti, dia ingin bermain dengan tenaga luar.
Bermain-main dengan Coollenn biar seru, Lu Sun mulai mengerahkan tenaga luarnya sedikit demi sedikit mengimbangi Coolenn.
Perlengkapan tangannya yang hampir terjatuh ke bantal di bawahnya mulai naik kembali.
Melihat hal ini, Coollenn sedikit terkejut, dia sambil berteriak kembali mengerahkan tenaganya menarik lengan Lu Sun kembali ke bawah.
Tarik menarik pun terjadi, perlahan-lahan wajah Lu Sun mulai merah, keringat juga mulai memenuhi wajahnya.
Lu Sun terus bertahan, dia belum memberikan balasan karena dia merasa Coollenn masih menyimpan tenaga kejutan buatnya.
Benar saja Coolenn akhirnya mulai kehilangan kesabarannya, dia mulai mengeluarkan seluruh kekuatan sejatinya.
Ternyata kekuatan sejatinya sangat mengejutkan, lengan Lu Sun sontak tertarik ke bawah hingga hampir mengenai bantalan di bawahnya.
Jennifer dan Paman Hogan sangat tegang hingga berdiri dari kursi penonton.
Jennifer terlihat menggenggam sepasang tangannya didepan dada dengan erat-erat.
Dia terlihat sangat tegang.
Lu Sun yang sempat melihatnya, mengedipkan mata kepada nya sambil tersenyum nakal.
Dengan galak dia mempelototi Lu Sun, sambil mengigit bibir bawahnya sendiri dengan gemas.
Melihat hal itu Lu Sun tersenyum semakin lebar, karena membagi konsentrasi tangan Lu Sun sedikit lagi menyentuh bantal di bawahnya.
Hanya kurang 1 cm lagi sudah mengenai bantal dan akan dinyatakan kalah, memanfaatkan situasi ini Coollenn dengan segenap tenaga sambil berteriak memberikan sentakan sekuat tenaga untuk mengakhiri perlawanan Lu Sun.
Jennifer sampai melompat berteriak keras dan menutup kedua matanya dengan jari tangannya yang halus putih dan lentik.
__ADS_1
Sedangkan Hogan terlihat terduduk lemas sambil menepuk jidatnya sendiri, lalu menutup mukanya dengan telapak tangan kirinya yang besar, dengan jari-jari tangan nya yang besar-besar dan kasar.