KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MAHLUK TERSEBUT MELOLOSKAN DIRI


__ADS_3

Mahluk itu menyeringai kearah Lu Sun, kemudian menebaskan Tongkat pedangnya Kearah Lu Sun, yang langsung melesatkan seberkas cahaya biru kearah Lu Sun.


Lu Sun yang melihat hal itu, juga Melesatkan senjata Dewa Legendaris nya.


Melakukan serangan balasan kearah cahaya biru yang melesat Kearah nya.


Dua energi merah dan biru bertemu di udara, menimbulkan ledakan dahsyat.


Yang membuat bangunan tersebut mulai runtuh, karena tidak kuat menahan getaran akibat ledakan dahsyat yang terjadi.


Mahluk itu kembali menyeringai dan kini, dia melakukan tebasan berulang-ulang kearah Lu Sun, seperti tidak memperdulikan apakah gedung tersebut akan runtuh atau tidak.


Berbeda dengan Lu Sun, dia justru cemas kalau gedung tersebut runtuh, mayat Xue Yen akan tertimpa reruntuhan gedung.


Lu Sun menghilang dari posisinya, dengan Wu Ying 72 Pian Pu.


Muncul lagi di dekat mayat Xue Yen menyambar nya, kemudian melesat keluar dari dalam gedung tersebut.


Lu Sun meletakkan mayat Xue Yen ditempat yang agak berjauhan dari lokasi pertempuran.


Meski menjauhkan mayat Xue Yen, tapi tatapan Lu Sun tidak pernah meninggalkan gedung,


Dia tidak ingin membiarkan mahluk itu lolos begitu saja.


Dia harus bisa menuntaskan makhluk tersebut,


Mahluk itu keluar dari dalam gedung, melalui lubang yang tercipta akibat tebasan berulang-ulang nya.


Dia melayang keluar menyusul Lu Sun, begitu melihat Lu Sun dia langsung memberikan tebasan Kearah Lu Sun.


Lu Sun memutar tombaknya menjadi kitiran, yang menangkis semua cahaya biru yang tertuju ke dirinya.


Bias dari sinar biru itu menghantam kemana-mana, menimbulkan kerusakan tidak kecil pada area di sekitar tempat pertempuran.


Lu Sun terus memutar tombaknya seperti kitiran, sambil mendekati monster tersebut selangkah demi selangkah.


Semakin dekat bias sinar biru tersebut, kini terpantul kembali menyerang mahluk itu sendiri.


Membuat mahluk itu harus berlompatan menghindari serangan dirinya sendiri.


Tidak bisa lagi menyerang Lu Sun dengan tebasannya.


Lu Sun kini berkesempatan memberikan serangan balasan, dengan tikaman-tikaman ilmu tombak yang pernah dia pelajari dari Xiang Lung.

__ADS_1


Tombak pembunuh naga yang terdiri dari 20 jurus sakti.


Tapi mahluk itu bisa menangkis menghimdar, bahkan memberikan serangan balasan yang cukup dahsyat.


Setelah mengerahkan sampai habis ke 20 jurus tombak pembunuh naga, tapi belum menghasilkan serangan yang bisa melukai atau memukul mundur Mahluk tersebut.


Lu Sun terpaksa menggantinya dengan, 36 jurus yang dia warisi dari Sun Wu Kung, tombak pemusnah Dewa dan Iblis.


Jurus dahsyat ini bisa mengimbangi permainan Tongkat pedang mahluk itu, yang berbahaya dan memiliki banyak perubahan.


Perlahan tapi pasti Lu Sun mulai bisa mendesak mahluk itu sedikit demi sedikit, apalagi saat senjata Lu Sun dapat membesar dan mengecil seperti Tongkat Wu Kung.


Mahluk tersebut mulai pontang panting terkena serangan Lu Sun, tapi karena dia memiliki kulit yang tebal dan keras.


Semua serangan yang berhasil mendarat di tubuhnya, tidak ada yang berhasil melukainya.


Dia selalu bisa bangkit berdiri kembali, kemudian melanjutkan pertempuran, sekuat apapun Lu Sun menghajarnya.


Melihat hal ini Lu Sun terpaksa harus kembali menggunakan Jari pemusnah, untuk menghadapi mahluk tersebut.


Lu Sun menyimpan Tombak Dewa Legendaris nya, kemudian mulai berkonsentrasi melepaskan jurus jari penembus langit, kearah mahluk yang sedang terbang melayang di udara dengan sepasang sayap nya.


Dan terus menyerang Lu Sun dengan semburan dari mulutnya, yang berwarna merah kuning Hijau.


Semburan tersebut terkadang mengandung racun panas, sesaat kemudian mengandung racun dingin.


Karena kurang hati-hati Lu Sun sempat mengalami luka bakar di beberapa tempat, terkena cahaya laser dari mahluk tersebut.


Tapi karena Lu Sun memiliki tenaga sakti dan tenaga Chi tingkat tinggi, luka-luka tersebut bisa pulih dengan sendirinya.


Jadi tidak terlalu berarti bagi Lu Sun, meskipun seperti itu, Lu Sun cukup terganggu dengan serangan tersebut sehingga mengalami kesulitan berkonsentrasi.


Lu Sun mengerahkan energi pelindung melindungi tubuhnya dari serangan semburan racun dan serangan sinar laser dari mahluk tersebut.


Baru dia bisa Melesatkan serangan jari penembus langit, setelah mengunci pergerakan mahluk tersebut.


Serangan jurus pertama Lu Sun masih berhasil ditangkis oleh mahluk tersebut.


Tapi saat Lu Sun melancarkan serangan kedua, mahluk tersebut terpental menabrak gedung dan Kembali masuk kedalam rumah villa mewah tersebut.


Lu Sun akhirnya memutuskan mengeluarkan jurus ke 3 jurus paling dahsyat miliknya.


Untuk memusnahkan Mahluk yang sangat berbahaya tersebut.

__ADS_1


Lu Sun takut kejadian di jaman nya berulang, bila mahluk itu tidak segera dia musnahkan.


Lu Sun perlahan-lahan melayang di udara.


dan terus menyerap seluruh energi alam semesta, dan mengerahkan tenaga sakti Im yang Sen Kung sampai tingkat puncak.


Ketika melihat mahluk itu melayang keluar dari dalam gedung, Lu Sun langsung melesatkan jurus Ketiga nya jari Pembelah Semesta.


Mahluk itu mengerahkan kekuatan pelindung tubuhnya, untuk menahan serangan dahsyat dari Lu Sun.


Cahaya pelindung yang terdiri dari 3 warna melindungi nya, seperti sebuah cangkang telur.


Cahaya putih yang di Lesatkan oleh Lu Sun berhasil menembus cahaya pelindung, yang di buat oleh mahluk itu.


Mahluk itu menggunakan kedua tangan nya, untuk menahan cahaya putih, yang di Lesatkan oleh Lu Sun.


Mahluk itu terpental menabrak tebing, kemudian terguling kedalam jurang yang sangat dalam tak berdasar.


Lu Sun ingin mengejar nya, tapi dia kehabisan tenaga sehingga tidak bisa terbang menyusul kedalam jurang.


Terpaksa dia duduk bersila, memulihkan Kekuatan nya, baru bisa menyusul melakukan pengecekan.


Lu Sun hanya bisa berharap agar mahluk itu tewas terkena serangannya.


Sehingga tidak akan menimbulkan masalah di masa depan.


Setelah tenaganya pulih, Lu Sun langsung melesat kebawah jurang menggunakan Jin Tou Yun, untuk melakukan pemeriksaan.


Lu Sun tiba di dasar jurang, tapi mahluk tersebut tidak terlihat bayangan nya sama sekali.


Lu Sun mengelilingi dasar jurang yang tidak berapa luas, tapi tetap tidak menemukan mahluk tersebut.


Lu Sun terbang perlahan-lahan keatas melakukan pemeriksaan di tebing jurang, tetapi sampai dia tiba kembali di tepi tebing, mahluk itu tetap tidak berhasil Lu Sun temukan.


Sebenarnya mahluk itu belum pergi, dia terluka cukup parah, bila dia memilih meninggalkan tempat tersebut dia pasti akan ditemukan oleh Lu Sun.


Dia memilih bersembunyi di tebing yang sedikit mencekung kedalam, kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan sayapnya yang lebar.


Dia memiliki kemampuan berkamuflase, mirip bunglon.


Sehingga Lu Sun melewatkan nya pada saat pemeriksaan, karena tidak terlihat sama sekali.


Karena warna nya sama persis dengan tebing.

__ADS_1


Lu Sun kini kembali teringat dengan mayat Xue Yen, dengan sedih dia berjalan mendekati mayat Xue Yen.


Tapi Lu Sun terkejut melihat mayat tersebut.


__ADS_2