KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MELAWAN PESERTA RUSIA


__ADS_3

"Ok, makasih sayang sampai ketemu nanti, aku mencintaimu."


ucap Lu Sun menutup pembicaraan..


Terdengar suara tertawa merdu Giok Lan diseberang sana sebelum mematikan ponselnya.


Lu Sun juga mematikan ponselnya dan menyimpannya.


Terdengar suara sinis dari Jennifer yang sedang menyetir berkata,


"Sebenarnya istri mu ada berapa sih..?"


Paman Hogan membantu menerjemahkan nya buat Lu Sun,


Lu Sun sambil tersenyum malu-malu mengeluarkan tiga jari nya.


Jennifer sangat terkejut saat melihat jawaban Lu Sun lewat jarinya.


Jennifer sambil menepuk jidatnya sendiri menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Oh my God..!"


Paman Hogan hanya tertawa menanggapi sikap Jennifer.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah lapangan parkir yang sangat luas, di sana banyak terparkir truk-truk panjang dan besar mirip-mirip punya paman Hogan.


Tidak jauh dari lapangan parkir, terlihat sebuah tempat persinggahan yang mirip-mirip Bar hanya ukuran nya yang sangat besar.


Tempat itu di lengkapi berbagai fasilitas, seperti tempat minum, pub yang ada penyanyi dan penari telanjang, bahkan juga ada tempat main bilyard.


Kedatangan mereka bertiga jelas mengundang perhatian para tamu di sana yang sebagian besar adalah laki-laki.


Hal ini di karenakan diantara mereka ada Jennifer yang cantik dan sensual.


Paman Hogan cukup terkenal di tempat persinggahan tersebut, karena sebagian besar tamu yang ada di sana berprofesi sama dengan paman Hogan.


Mereka adalah pengemudi mobil truk besar, paman Hogan yang berjalan paling depan setelah bertegur sapa dengan beberapa sahabat nya.


Dia langsung membawa Lu Sun dan Jennifer menuju sebuah ruangan, yang di mana terlihat ada beberapa arena pertarungan tinju bebas.


Juga ada arena yang lebih kecil, yaitu arena adu panco, terlihat yang hadir disana adalah para pria yang rata-rata bertubuh tinggi besar.


Dengan otot lengan yang melingkar-limgkar, membuat yang melihatnya saja langsung ciut nyalinya apalagi berpikir mengikuti pertandingan.


Terlihat pertandingan babak penyisihan sudah di mulai yang kalah harus menyingkir dari sana.

__ADS_1


Di suatu tempat di mana berdiri seorang wasit bertubuh kecil yang terus memanggil-manggil nama paman Hogan.


Di sebelah pria bertubuh kecil itu terlihat seorang pria berkulit hitam yang kekar berotot, juga bertubuh tinggi besar.


Bahkan Lu Sun yang termasuk tinggi besar, hanya terlihat setinggi bahunya saja.


Pria Negro itu mencukur botak rambut sisi kiri dan kanan nya, hanya menyisakan bagian tengah yang dibiarkan berdiri.


Wajahnya di penuhi brewok pendek yang tercukur rapi.


Dia menatap Hogan yang cedera tangan kanannya sambil tersenyum sinis.


Paman Hogan berbicara sebentar dengan wasit, kemudian dia menepuk bahu Lu Sun dan berkata,


"Anak muda pergilah berjuang kesana, dan kalahkan dia.."


Lu Sun tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan menghampiri meja di mana dua orang akan meletakkan tangannya untuk beradu kekuatan lengan.


Lu Sun meletakkan tangannya di atas meja tersebut dan menyambut cengkraman tangan si Negro yang besar jari-jarinya.


Lu Sun bersikap santai menghadapi sikap garang yang ditunjukkan si Negro sambil tersenyum meremehkannya.


Lu Sun mengikuti setiap arahan dari wasit yang ternyata bisa berbicara bahasa Mandarin.


Begitu pertandingan di nyatakan di mulai oleh wasit, Si Negro langsung menarik tangan Lu Sun dengan menggunakan bobot berat badan nya untuk menarik tangan Lu Sun.


Tapi lengan Lu Sun tetap diam ditempat tidak bergeming seperti sebatang tiang beton raksasa'.


Bagaimana pun cara si Negro menariknya, tangan tersebut tetap diam tidak bergeming sama sekali.


Keringat terlihat sudah membasahi Wajah dan tubuh si Negro, dia pun sudah mulai terlihat lelah kehabisan tenaga.


Melihat keadaan lawannya, Lu Sun mulai menarik tangan lawannya pelan-pelan ke bawah.


Si Negro tidak sanggup menghadapi tekanan Lu Sun lagi, karena dia sudah kehabisan tenaga.


Dia hanya bisa pasrah melihat Lu Sun menggiring tangannya ke bawah.


Setelah melewati tahap uji coba pertama, Lu Sun diberikan waktu selama 1 jam untuk memulihkan kekuatan nya.


Begitu juga dengan petarung adu panco yang lain.


Lu Sun yang sudah menyelesaikan tahap awal lomba adu panco terlihat santai, dia berkeliling menyaksikan orang-orang kuat, yang sedang berjuang saling mengalahkan lawan mereka.


Lu Sun melihat-lihat pertarungan lain dan meneliti Kekuatan semua peserta yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Dari semua petarung Lu Sun tertarik dengan 4 petarung, yang pertama berasal dari Korea Selatan, Hal ini dapat terlihat dari sulaman bendera Korea Selatan, yang melekat di baju dan jaketnya.


Peserta kedua adalah peserta dari Jepang


Peserta Ketiga adalah peserta dari Korea Utara.


Dan dua peserta terakhir yang membuatnya tertarik adalah peserta dari Rusia dan Peserta dari Skotlandia.


Sesuai perkiraan Lu Sun kelima orang itu, dapat menyelesaikan pertandingan adu panco nya dengan sangat mudah.


Pertandingan masih terus berlangsung dengan seru, sesuai dengan prediksi Lu Sun.


Satu persatu ke 5 personil itu mulai melangkah maju ke babak berikutnya.


Mengikuti jejak langkah Lu Sun, yang telah tiba paling awal di babak kedua.


Lu Sun akhirnya kembali ketempat duduknya semula, duduk disebelah Jennifer dan Paman Hogan.


Lu Sun yang melihat pembawa acara seperti sedang menyampaikan sesuatu, dia segera menoleh kearah Paman Hogan dan bertanya,


dengan penasaran.


"Apa yang sedang di sampaikan oleh nya.?"


Paman Hogan kemudian menjelaskan kepada Lu Sun, bahwa juara pertama dari lomba malam ini.


Akan di beri kesempatan memilih menghadapi juara bertahan untuk mendapatkan hadiah 10 kali lipat, dengan mempertaruhkan hadiah kemenangannya sebagai juara 1.


Atau bisa memilih melepaskan hak itu, dan pulang dengan hadiah yang diraihnya sebagai juara no 1."


Lu Sun menunjuk ke satu tempat yang agak tinggi tempat duduknya, di mana di sana terlihat duduk seorang pria bertubuh tinggi besar dengan wajah di penuhi brewok.


Bila di lihat dari wajahnya yang memiliki hidung bengkok, mata cekung kedalam Lu Sun menebak orang itu berasal dari timur tengah.


"Apakah dia berasal dari negara timur tengah ?"


tanya Lu Sun menatap paman Hogan.


Paman Hogan berkata hampir benar tapi juga salah.


Dia adalah juara bertahan 100 kali tak terkalahkan yang berasal dari negara Turki.


Itu adalah negara perbatasan Eropa dan Asia tengah.


Lu Sun mengangguk, dia tidak begitu mengerti atau mendengarkan tentang negara itu.

__ADS_1


Tiba-tiba babak kedua di mulai nama Lu Sun dan nama peserta Rusia pavliuchenko di panggil oleh wasit untuk maju kedepan.


Lu Sun pun naik keatas sebuah mimbar yang tempat nya agak tinggi, di sana sudah tersedia sebuah meja sebagai arena pertandingan panco.


__ADS_2