KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MEMBERIKAN PARFUM CANTIK DAN WANGI.


__ADS_3

Deborah tertidur dengan sangat pulas, tidak tahu karena terlalu lelah lahir batin selama bersama Lu San kurang tidur dan istirahat dengan baik.


Atau karena bahu Donnie Yen dan kehangatannya yang membuat dirinya sangat nyaman.


Hingga pesawat mendarat, Deborah baru kaget dan terbangun dari tidurnya.


Saat terbangun Deborah buru buru menjauh dari Donnie Yen dengan wajah merah menahan malu berkata,


"Maaf Donnie aku ketiduran.."


"Tidak apa-apa Debby, santai saja..gak masalah.."


Deborah mengangguk kecil sambil mengigit bibir bawahnya sendiri, dia mengutuki dirinya diam diam di dalam hati.


"Deborah..Deborah..apa yang sedang kamu lakukan,? mengapa kamu begitu murahan tertidur dan berbaring mesra dalam pelukan pria yang baru kamu kenal..?"


"Bagaimana bila hal ini sampai Lu San tahu apa yang akan kamu katakan padanya, bagaimana kamu akan menjelaskan padanya.."


"Kamu sungguh kelewatan Deborah.. kamu tidak tahu malu.."


gumam Deborah memaki maki dirinya sendiri dalam hati.


Begitu pintu pesawat mulai di buka penumpang mulai boleh turun dari pesawat, Deborah buru buru berdiri dari tempat duduknya.


Tanpa berkata apa-apa dia langsung mengambil tas ranselnya lalu buru-buru meninggalkan Donnie Yen yang mengikuti dirinya dari belakang.


Deborah bahkan tidak berani menoleh kebelakang dia merasa sangat malu atas kelakuan nya saat tertidur di pesawat.


Meski Donnie Yen bersikap santai dan tidak mempermasalahkan nya, tapi Deborah belum bisa menerimanya, rasa penyesalan dan bersalah terus menghantui dirinya.


Tapi di sisi lain ada satu perasaan senang bahagia dan nikmat yang sulit di ungkapkan.


Terjadi pertentangan batin yang cukup hebat di dalam hati Deborah.


Dan dia sendiri berada dalam kebimbangan mengambil keputusan.


Karena sudah terlanjur buka mulut, akhirnya mama Deborah terpaksa menampung Donnie ikut tinggal di rumah mereka.


Untungnya rumahnya cukup besar dan luas, Donnie ikut tinggal satu rumah dengan orang tua Deborah.


Sedangkan Deborah tinggal di rumah samping yang terpisah dari bangunan utama.

__ADS_1


Hal ini membuat perasaan kedua orang tua Deborah menjadi sedikit lebih tenang.


Deborah setelah tiba di rumahnya, dia langsung menyembunyikan diri di kamarnya, bahkan saat makan malam pun dia tidak keluar dari kamarnya.


Dia memilih duduk di depan balkon kamar merenungkan perasaannya yang galau dan bimbang.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Deborah memutuskan, dia akan secepatnya menepati janjinya, menemani Donnie Yen berwisata di London.


Setelah semua selesai dia akan menjelaskan pada Donnie Yen bahwa dia sudah memiliki kekasih.


Tidak bisa meneruskan hubungan di antara mereka yang kusut itu, setelah itu Deborah akan mengambil jarak sejauh mungkin menghindari Donnie Yen yang sangat mempunyai daya tarik besar itu.


Setelah mengambil keputusan, Deborah baru bisa istirahat dan tidur dengan tenang.


Deborah tidak sadar di saat dia sedang tertidur pulas Lu San justru berdiri di sampingnya, menatap wajah kekasihnya sambil tersenyum lembut dan berkata,


"Apapun keputusan mu nanti, asalkan kamu bahagia, aku akan mengikuti keinginan mu.."


Keesokan paginya, pagi pagi sekali Deborah dan Donnie Yen sudah berdiri di anjungan sebuah kapal pesiar pribadi milik keluarga Deborah.


Kapal itu khusus mengantar mereka berdua melintasi jembatan Tower Bridge yang menjadi salah satu ikon wisata di London.


Donnie Yen terlihat sangat gembira dan antusias, dia bahkan meminta pelayan di kapal tersebut untuk mengabadikan beberapa fotonya bersama Deborah yang memunggungi Tower Bridge.


Dari Tower Bridge, Deborah kemudian mengajak Donnie Yen berpindah ke taman menara Big Ben, yang juga merupakan salah satu ikon wisata di London.


Di sini mereka juga mengambil beberapa foto kenangan bersama, dengan meminta bantuan pengunjung wisata lainnya, untuk membantu mengabadikan beberapa foto bersama mereka yang berdiri memunggungi menara Big Ben.


Di sini karena terbawa suasana dan pesona serta perhatian dan pengertian yang di tunjukkan oleh Donnie Yen, pertahanan Deborah untuk menjaga jarak dari Donnie Yen mulai runtuh.


Mereka berdua terlihat sangat Mesra dalam berbagai foto foto yang berhasil di abadikan.


Deborah dan Donnie Yen terlihat tersenyum bahagia dan sangat menikmati foto bersama mereka.


Deborah sendiri sedikit malu, melihat foto-foto dirinya bersama Donnie Yen, ada perasaan bahagia gembira menyesal dan merasa bersalah yang bercampur aduk dalam pikirannya.


Tapi Deborah akhirnya berhasil menenangkan pikiran nya, dengan alasan bahwa momen ini hanya akan sampai di sini saja, tidak akan membawanya lebih lanjut setelah acara wisata ini selesai


Dia akan kembali menjadi kekasih Lu San sepenuhnya.


Setelah memenangkan pikirannya sendiri, Deborah dan Donnie Yen menikmati es krim sambil bergerak menuju wisata London eye.

__ADS_1


Saat mereka tiba ditempat wisata itu, hari sudah menjelang sore.


Sebelum naik ke wisata London eye. yang merupakan sebuah kincir raksasa, di mana dari atas ketinggian sana bisa menikmati pemandangan kota London dan udara bersihnya.


"Debby ini aku ada sedikit hadiah untuk mu,"


ucap Donny Yen sambil memberikan sebuah kotak kecil.


"Apa ini ?"


tanya Deborah sambil menerima nya.


"Bukalah coba di lihat apa kamu menyukainya.."


ucap Donnie Yen sambil tersenyum lembut.


Melihat senyum itu, Deborah sempat tertegun sejenak, tapi sesaat kemudian dengan wajah merah, dia buru-buru membuka kotak tersebut.


Ternyata isinya adalah sebuah botol hijau kecil yang sangat cantik dan berkilauan, botol tersebut di lengkapi dengan balon kecil di samping, sebagai alat pompa untuk mengeluarkan isi botol cantik yang ternyata adalah parfum yang sangat wangi saat disemprotkan.


Deborah tertawa senang dan terlihat sangat menyukainya,


"Makasih ya Donnie, parfum ini sangat wangi, botolnya juga sangat cantik dan unik, aku sangat menyukainya."


ucap Deborah terlihat sangat gembira.


"Bagaimana bila aku membantu mu menggunakannya..? di jamin kamu dan semua orang akan menyukai wanginya.."


ucap Donnie Yen sambil mengulurkan tangannya kedepan wajah Deborah..


Sambil tersenyum, tanpa ragu Deborah memberikan botol cantik ditangannya kedalam telapak tangan Donnie Yen yang terbuka.


"Pejamkan lah mata mu, gunakan Indra penciuman mu untuk menikmatinya."


ucap Donnie Yen lembut.


Deborah mengangguk kemudian menuruti permintaan Donnie Yen, dia sedikit penasaran apa yang akan Donnie Yen lakukan.


Pertama Donnie Yen menyemprotkan parfum itu sekali di depan wajah Deborah, dengan mengambil jarak sekitar setengah meter dari depan wajah Deborah.


Kedua di menyemprotkan nya di bahu dan tengkuk Deborah yang sedikit disingkap kan rambutnya oleh Donnie Yen.

__ADS_1


Terakhir dia menyemprotkan beberapa kali di rambut Deborah.


Lu San yang berada di sana mengutuki Donnie Yen habis habisan karena dia sangat tidak nyaman hingga beberapa kali berbangkis.


__ADS_2