KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMUNCULAN PERTAMA LU SAN


__ADS_3

"Rase tua itu benar kalian harus berhati-hati jangan sampai datang berjalan pulang di tandu.."


"Tapi aku katakan di muka, kalian datang tidak di undang, pergi pun maaf tidak akan ada yang antar."


"Terutama kalian berempat di belakang sana kenapa masih diam di sana..ayo maju bergabunglah.."


ucap Lu San sambil melambaikan tangannya dan tertawa riang.


Seakan-akan mereka yang hadir di sana adalah mainan anak-anak yang buat hiburan.


"Kami tidak biasa maju berkelompok di luar kami berempat, kecuali mereka mundur kami baru bisa maju.."


jawab si rambut kribo gondrong dengan suara dingin.


Lu San tertawa mengejek dan berkata,


"Baiklah itu pilihan kalian jangan sampai nanti menyesal."


"Jujur kukatakan, hari ini aku muncul di sini, kalian berempat harus bayar semua yang kalian lakukan di sekolah Kuang Ming, Tempo hari.."


Lu San kembali menoleh kearah keempat paman Michiko yang sedang mengumpulkan seluruh kekuatan energi mereka, siap melepaskan serangan terkuat mereka.


"Hei kalian 4 Bagero, hari ini aku akan membuka mata kalian terbuka, apa yang di sebut 18 tapak Penahluk Naga yang sebenarnya."


Lu San mulai menggerakkan sepasang tangannya, seperti orang sedang menari dengan cara pelan.


Tapi muncul hawa angin panas dan dingin berputar-putar di sekitar tubuhnya, cahaya biru merah ikut berputaran di sekitar tubuhnya.


Sebelum dia akhirnya mendorongkan energi nya yang sudah terhimpun kedepan, suara raungan naga yang sangat menakutkan mengguncangkan seluruh tempat tersebut.


Sehingga untuk berdiri dengan tetap pun sulit, tapi keempat paman Michiko tidak terpengaruh, karena mereka sudah melayang di udara.


Hanya pakaian mereka yang terlihat berkibar-kibar tertiup angin kencang, yang di timbulkan oleh kekuatan yang mengelilingi tubuh Lu San dan sekitar arena pertarungan.


Saat kedua tangan Lu San di dorong kedepan, muncul bayangan seekor Naga hijau raksasa, sedang membentangkan mulutnya lebar lebar seperti ingin menelan ke empat paman Michiko.


Di saat bersamaan Tiga Cahaya golok biru raksasa, di tambah dengan sebuah cahaya golok hitam melesat dengan kecepatan tinggi.


Menyambut bayangan Naga Hijau raksasa yang sedang bergerak menerjang kearah Kyoto Ryozo Henshin dan Ikeda.


Ke 4 orang itu, terlihat sedikit agak pucat dan keder, dengan jurus pembukaan Lu San, yang berbeda jauh dengan Jurus 18 tapak Naga yang pernah mereka hadapi sebelumnya.


Bahkan saat Lu Sun memainkan jurus ini, juga tidak sampai terlihat sekuat dan semenyeramkan seperti saat ini.

__ADS_1


Ini wajar karena 18 Tapak Penahluk Naga yang di mainkan Lu San adalah ilmu 18 Tapak Penahluk Naga yang sudah disempurnakan oleh Lu Fan.


Dengan memanfaatkan kekuatan Siluman Naga Semesta yang berhasil dia bangkitkan, setelah kematian Lu Sun dalam pertempuran besar 2000 tahun silam.


Saat 4 Cahaya golok raksasa' bertemu dengan siluman naga semesta, keempat cahaya golok itu langsung di telan oleh Naga Siluman Semesta hingga tanpa sisa.


Naga Siluman Semesta bukannya menjadi berkurang kekuatan nya, setelah bentrokan terjadi.


Malah sebaliknya kini semakin ganas dan kuat berkat energi yang di telannya.


Naga siluman semesta dengan cepat menembus tubuh keempat orang itu secara bergantian.


"Arrggghhh...!!"


"Arrggghhh...!!"


"Arrggghhh ..!!"


"Arggghhh...!!"


terdengar teriakan kesakitan bergantian dari keempat paman Michiko, Tubuh mereka berempat jatuh berlutut tak berdaya di hadapan Lu San.


Lu San sudah menarik kembali kekuatan Naga Siluman Semesta nya, yang harusnya melakukan putaran serangan balik yang kekuatannya mencapai 4 x lipat.


Bila itu terjadi ke 4 orang itu pasti akan langsung di kirim untuk bercakap-cakap dengan raja neraka.


Lu San berjalan santai sambil membuat sebuah perisai merah biru dengan gambar Pat Kwa di tengahnya.


Lalu dia mendorongnya kedepan, sehingga siapapun tidak bisa mendekati posisi keempat orang paman Michiko, yang sedang berlutut tak berdaya.


Si kribo memberi komando kepada ke 3 saudaranya agar bergerak maju secara serentak, melepaskan pukulan bola sinar hitam dan putih kearah Lu San.


Di saat mereka melihat keempat paman Michiko sudah tak berdaya di lumpuhkan oleh Lu San dalam sekali hantam.


Tapi serangan mereka terhenti oleh perisai yang di dorong oleh Lu San kedepan, Lu San seolah-olah sudah memperhitungkan arah pergerakan mereka.


Berulang kali mereka mencoba melepaskan pukulan, tapi pukulan mereka semua terserap habis kedalam pusaran energi biru merah, yang kemudian di netralisir oleh Pat Kwa yang terletak di tengah lingkaran biru dan merah.


Keempat orang murid Hei Pai Suang Kui saling pandang dengan muka pucat.


Mereka berempat saling mengangguk seolah olah sepakat ingin melarikan diri.


Tapi baru saja mereka bergerak mundur, Lu San sudah menghilang dari posisinya di dekat keempat paman Michiko.

__ADS_1


Muncul di hadapan mereka dan berkata dengan suara dingin.


"Kalian ingin kemana ? lunasi dulu hutang kalian baru boleh pergi.!"


Keempat orang itu serentak menggabungkan kekuatan mereka membentuk lingkaran mantra kuno hitam putih di dorongkan kearah Lu San.




Lu San tersenyum dingin, mengeluarkan pedang cahayanya, lalu di tebaskan kearah dua lingkaran cahaya hitam putih yang sedang melesat kearahnya.


Kedua lingkaran mantra kuno itu langsung retak kemudian pecah hancur berkeping-keping.


Tidak kuat menahan serangan tebasan pedang cahaya Lu San, padahal posisi pedang cahaya tanpa batas masih belum keluar dari dalam sarung pedangnya.


Tapi kekuatan yang di tunjukkan sudah sangat luar biasa'.


Seiring hancurnya cahaya lingkaran hitam putih yang mereka lepaskan dengan gabungan kekuatan.


4 cahaya merah dengan cepat mengunci pergerakan mereka, dengan totokkan jari matahari.


Sehingga kini mereka berempat berdiri mematung tidak bisa bergerak.


Mereka berempat terlihat pucat ketakutan, keringat dingin membasahi wajah mereka yang pucat.


Bahkan orang ketiga yang berwajah hitam seperti pantat kuali, kini juga berubah menjadi hitam hijau wajahnya.


Tubuh mereka berempat gemetaran, seperti orang mengigil kedinginan.


Mulut mereka hanya bisa mengeluarkan suara Ah...uh...ah..uh..! tidak karuan.


Mereka seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi hanya suara itulah yang terdengar keluar.


Sementara itu Lu San masih tetap pada senyuman wajahnya yang dingin menyeramkan.


Bahkan Peter Ho Aliu Nenek lu yang kondisinya mulai membaik juga ikut merasa bulu roma mereka pada berdiri melihat senyum yang di tunjukkan oleh Lu San.


Afei dan Michiko pun tak terkecuali, mereka juga merasakan hal yang sama seperti nenek Lu Peter Ho dan Aliu.


Seluruh badan mereka terasa merinding, tanpa sadar Michiko bergerak kebelakang Afei memegang tangan Afei erat erat.


Lu San tiba-tiba mendongak keatas menatap kearah langit sambil tertawa berkata,

__ADS_1


"Hei kalian berdua,..! bangsat tua hitam putih..!


mau sampai kapan kalian bersembunyi di balik awan sana...!!"


__ADS_2