KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
JERITAN MINTA TOLONG


__ADS_3

Sama persis dengan wajah, yang pernah dia lihat di foto yang ada di atas meja Guru Lu.


Dan menurut guru Lu istrinya itu telah meninggal.


Tapi guru Ciu ini wajahnya kenapa bisa begitu mirip, atau jangan-jangan ini benar istri guru Lu.


Tapi bila melihat ekspresi guru Lu yang sepertinya juga sangat terkejut, rasanya mereka orang yang berbeda deh.


Batin guru Lin.


Guru Ciu menyapukan pandangannya kearah semua orang dan dia mengangguk kan Kepalanya menyapa semuanya satu persatu dengan ramah.


Tapi di ruangan tersebut ada 3 guru pria yang tatapan mereka membuatnya terasa sangat tidak nyaman.


Pertama adalah pria berkepala plontos dengan tubuh tinggi besar, dia lah guru Ken.


Guru Ciu merasa tatapan pria itu begitu rakus, seolah-olah ingin melahapnya.


Kedua adalah guru Wang, senyum dan wajahnya yang begitu mesum seolah-olah matanya bisa menembus pakaiannya.


Dan sedang mengerayangi tubuhnya dari atas sampai kebawah, benar-benar sangat menjijikkan.


Yang ketiga adalah tatapan dari kakek tua, berwajah muda dan ganteng itu.


Tatapan mata nya seolah menyiratkan kerinduan dan cinta yang begitu lembut dan mesra.


Membuat Guru Ciu merasa sangat malu, dan sangat tidak nyaman.


Guru Ciu hanya berani bertatapan sebentar saja, dia langsung buru-buru mengalihkan pandangannya kearah lain.


Guru Ciu menempati meja kosong yang persis ada di sebelah Lu Sun.


Lu Sun sejak guru Ciu hadir di ruangan tersebut, matanya tidak pernah sedetikpun beralih dari wajah Guru Ciu.


Guru Ciu sangat grogi, hingga tidak tahu mau melakukan apa.


karena Lu Sun terus memperhatikan semua gerak geriknya hingga hal paling rinci sekalipun.


Guru Ciu merasa seolah-olah di seluruh ruangan ini, Dimata Lu Sun hanya ada mereka berdua saja.


Perasaan seperti ini sungguh tidak nyaman, bahkan kekasihnya dulu, juga tidak ada satupun yang bersikap seperti ini padanya.


Karena Canggung, Ciu Li Ting yang ingin mengambil buku di hadapannya, secara tidak sengaja menyenggol gelas.


Sehingga jatuh, Ciu Li Ting sangat terkejut, tanpa sadar dia langsung menjerit tertahan,


"Eitt..!'


Tapi gelasnya tidak sampai menyentuh lantai karena sudah di sambut oleh tangan Lu Sun.

__ADS_1


Bahkan isinya pun tidak ada yang tumpah sama sekali.


Lu Sun mengembalikan gelas di tangannya ke Ciu Li Ting sambil tersenyum lembut.


Melihat senyum Lu Sun, wajah Ciu Li Ting langsung merah padam, dengan terpaksa dia mengulurkan tangannya untuk menerima gelasnya kembali.


"Terimakasih guru Lu.."


ucap Ciu Li Ting sambil mengigit bibir bawahnya menahan malu.


Ketika tangan mereka sedikit bersentuhan, wajah Ciu Li Ting, semakin merah.


Jantungnya berdetak dengan sangat cepat.


Ciu Li Ting sampai khawatir bunyi jantung nya yang begitu keras terdengar oleh Lu Sun.


Bila sampai terjadi itu akan semakin memalukan.


"Tidak perlu sungkan guru Ciu, bukan masalah."


ucap Lu Sun sambil kembali tersenyum lembut.


Tapi matanya tidak pernah lepas dari wajah Guru Ciu, meski orangnya sudah bergerak kembali ke tempat duduknya.


Untungnya bell tanda masuk sekolah berbunyi, sehingga Lu Sun pun berdiri dari kursinya dan berkata,


Lalu Lu Sun pun berlalu dari ruangan pergi menuju ke Gedung olahraga langsung.


Selama mengajar, Lu Sun hampir tidak pernah menginjakkan kaki nya kedalam kelas murid-murid nya.


Pengambilan nilai ujian pun di lakukan di lapangan.


Semua muridnya juga tidak pernah ada yang diam menunggu di kelas, begitu jam olahraga di mulai, mereka semua sudah siap menunggu Lu Sun di gedung olahraga.


Hari ini Lu Sun kembali mengajar senam Tai Chi di dalam gedung olahraga.


Saat Lu Sun tiba di sana, dia melihat para muridnya sudah berbaris rapi dan sedang berlatih dengan teratur, gerakan yang sudah mereka kuasai.


Melihat hal ini, Lu Sun pun tersenyum puas sambil melangkah menghampiri mereka.


"Anak anak hari ini aku akan mengajarkan beberapa gerakan yang lebih rumit, coba kalian perhatikan baik-baik ya.."


"Aku akan lakukan dengan pelan, bila ada yang kurang jelas, aku akan mengulangi nya kembali."


"Perhatikan baik-baik..."


Lu Sun mulai dari jurus pembukaan yang pelan-pelan gerakannya, lalu di sambung dengan beberapa gerakan melompat bersalto di udara..


Lalu melepaskan beberapa tendangan berputar di udara, kemudian mendarat ringan di atas lantai.

__ADS_1


Lu Sun menghentikan pergerakannya sampai di sini, dia menatap kearah murid-murid nya, dan berkata,


"Bagaimana kalian bisa..?"


Ada yang mengangguk, tapi ada yang menggelengkan kepalanya, ada yang terlihat ragu-ragu sehingga memilih diam.


"Coba kalian bagi jadi 3 kelompok, yang bisa baris di sebelah kanan, yang tidak bisa sebelah kiri."


"Yang ragu dan diam saja, tetap berdiri di tempat dan berkumpul di bagian tengah."


Murid-murid itu langsung membagi diri mereka, menjadi 3 kelompok dengan tertib.


"Yang merasa bisa, coba maju dan tunjukan kemampuan kalian satu persatu."


ucap Lu Sun.


Lu Sun mulai mengamati dan memperhatikan gerakan yang ditunjukkan oleh murid yang merasa sudah bisa satu persatu.


Bila ada yang salah ataupun kurang, dia akan membantu memperbaiki pergerakan mereka, sambil memberikan penjelasan kepada mereka satu persatu.


Lalu mereka akan bergerak mengulanginya lagi hingga benar, Yang agak sulit adalah gerakan bersalto di udara dan tendangan putar di udara.


Tapi setelah mereka mengikuti petunjuk Lu Sun melakukan tehnik pernafasan dengan benar.


Tubuh mereka menjadi lebih ringan dan berhasil menyelesaikan gerakan sulit tersebut dengan mudah.


Tiba-tiba Lu Sun mendengar suara pertengkaran hebat di lantai dua, tempat guru Ken melatih beladiri.


Dari suara bentakan dan makian itu, Lu Sun mengenalinya itu adalah suara guru Ciu.


Ada apa guru Ciu marah marah,? dan kenapa dia bisa ada di sana ? pikir Lu Sun heran.


Bukannya harusnya dia mengajar di dalam kelasnya sana, kenapa bisa sampai berkeliaran di sini. pikir Lu Sun heran


Dari suara teriakan kemarahan, akhirnya berubah menjadi suar jeritan minta tolong.


Suara kemarahan dan jeritan minta tolong yang begitu mirip dengan teriakan Ying Ying, membuat Lu Sun sadar dari rasa herannya.


Dengan wajah cemas Lu Sun menoleh kearah muridnya dan berkata,


"Kalian berlatih dulu sendiri, saling bantu..guru lihat kesana sebentar."


Sehabis berkata, Lu Sun langsung melesat menghilang dari pandangan murid muridnya.


Lu Sun muncul di ruangan lantai dua, melihat ternyata di situ banyak guru lain, bahkan Pak Ma pun ada di sana.


Tapi mereka semua hanya pada berdiri dengan wajah cemas, dan terus menatap kearah kamar ganti dan kamar mandi yang menjadi satu itu.


Di mana terus terdengar jeritan memilukan meminta tolong yang berasal dari guru Ciu.

__ADS_1


__ADS_2