
Bukan perkara mudah untuk bisa masuk ketaman rahasia, dengan kondisi seperti ini, dia tidak bisa melakukan 72 langkah ajaib.
Sehingga dia tidak mungkin bisa masuk kesana tanpa bantuan orang, meski dia memegang kuncinya sekalipun.
Meminta bantuan nenek dia jelas tidak berani, karena dia ingin membawa Cherry menemaninya kedalam.
Bukannya di bantu bisa bisa dia akan diomelin neneknya yang judes itu.
Kini harapan satu satunya ada di Afei, mungkin karena rasa penyesalan dan bersalah.
Afei akan meluluskan permintaan nya.
Afei terlihat sedikit ragu dan berkata,
"Kak biar aku saja yang menemani mu kedalam gimana..?"
"Tidak Fei, kamu di tugaskan ayah jaga rumah, kamu tidak boleh masuk menemani ku di dalam.."
"Paling tepat adalah biarkan Cherry saja yang menemani ku.."
"Tapi kak itu ruang rahasia, apa kakak sudah pikirkan matang-matang resikonya, bila ayah tahu aku takut..."
ucap Afei terlihat ragu dan tak berdaya.
"Jangan takut, resiko biar aku yang tanggung, cepat bantu aku kedalam sana.."
ucap Lu San berkeras.
"Kak apa tidak sebaiknya, aku ijin dulu ke nenek..?"
ucap Afei masih mencoba membujuk kakak nya..
Sudahlah, .! Cherry ayo kita kembali ke kamar,! akhirnya aku bisa lihat wujud asli orang-orang di sekitar ku saat aku sedang seperti ini..!"
ucap Lu San pura pura kesal.
Cherry mengangguk kemudian memutar kursi roda hendak meninggalkan tempat itu.
Tapi terdengar teriakan Afei dari belakang,
"Kakak tunggu...! baiklah Afei akan bantu kakak dan kak Cherry untuk masuk.."
Lu San tersenyum puas rencananya berhasil, dia terlalu paham dengan sifat adiknya ini.
Orangnya sangat lurus seperti seekor kuda yang di pasangi kacamata.
Tapi sangat bisa di percaya dan diandalkan juga sangat setia, bersifat ksatria mirip-mirip dengan tokoh Kwee Ceng di serial Legend Of Condor Heroes.
"Cherry ikuti Afei, aku membawa mu ke dunia lain.."
ucap Lu San cepat.
Cherry mengangguk dan mendorong kursi roda mengikuti langkah Afei menuju ruang rahasia.
Sambil melangkah, Afei di dalam hati berdoa agar nenek muncul mencegah rencana gila kakak nya.
Dia tidak sanggup mencegah niat kakaknya, terpaksa hanya bisa seperti ini.
__ADS_1
Bila bertemu nenek, dia akan bercerita apa adanya, bila nenek mencegahnya, tentu Lu San tidak bisa menyalahkan dirinya.
Karena ini bukan lagi kesalahan nya, ini adalah urusan nenek dengan kakaknya.
Tapi Afei yang polos mana menduga, semua ini sudah di perhitungkan oleh Lu San dengan sangat baik.
Nenek tidak bakal muncul menghalangi mereka jam segini, karena jam segini adalah jadwal nenek menonton serial film AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU.
Jadi nenek tidak bakalan bisa muncul jam segini untuk merusak acaranya.
Sesuai harapan Lu San, akhirnya mereka tiba di ruang rahasia tanpa hambatan.
Afei hanya bisa menghela nafas kecewa, karena doanya tidak terkabulkan.
Dia segera bergerak cepat dengan 72 langkah ajaib.
Tubuhnya terlihat sempoyongan terhuyung kesana-kemari, berloncatan kadang berjongkok kadang tiarap.
Setelah menyelesaikan keseluruhan gerakannya, Afei memasukkan sebuah kunci berbentuk Feng Thian Hua Ci mini, kedalam lubang di sebuah sudut ruangan.
Sebuah pintu pun terbuka, dengan tangga menurun kebawah.
Untuk menuruni tangga ini, Afei memapah Lu San di punggungnya turun ke bawah, sedangkan Cherry melipat kursi roda, lalu menyeretnya ke bawah.
Cherry meski bertubuh langsing, tenaganya sangat kuat, karena dia sudah terbiasa mengerjakan apapun di rumah sakit.
Dia bahkan sanggup memapah Pasien yang bertubuh jauh lebih besar dari nya ke kamar mandi, apalagi cuma kursi roda.
Ini bukan hal sulit baginya yang sudah berpengalaman dan profesional.
Setelah mereka menuruni tangga, Lu San berkata,
"Dari sini biarlah Cherry yang mengurusnya."
Afei mengangguk, lalu menurunkan tubuh kakaknya dengan hati-hati kembali ke kursi roda.
"Kakak hati hati, kalau ada apa-apa minta kak Cherry hubungi kami.."
ucap Afei sambil menatap kakaknya dengan serius.
Lu San menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Kamu tenang saja..di sini kakak aman.."
"Kak Cherry tolong titip jaga kakak ya,.."
ucap Afei sambil menoleh kearah Cherry.
Cherry mengangguk dan berkata,
"Aku akan menjaganya, itu tugas ku, tenang saja.."
Afei mengangguk kemudian dia membalikkan badannya Bergerak meninggalkan ruang rahasia menuju halaman belakang, meneruskan latihannya.
Lu San memberi petunjuk arah, Cherry membantu mendorongnya, Cherry terbengong melihat deretan lemari besi yang begitu banyak di sana.
Dia tidak bertanya, karena dia tahu itu pasti deretan barang berharga keluarga Lu, yang kekayaannya sulit di bayangkan.
__ADS_1
Setelah melewati deretan lemari besi, mereka melewati deretan berbagai macam buku kuno, seperti perpustakaan.
Setelah itu mereka mulai melewati deretan foto dan lukisan orang.
"Siapa mereka kenapa fotonya di simpan di sini,..?"
tanya Cherry heran sambil menduga-duga.
"Ini foto leluhurku.."
jawab Lu San singkat.
Tiba-tiba Cherry berteriak,
"Hei kenapa lukisan ayah mu juga ada di sini ? siapa dia ?"
"Tapi dia masih lebih ganteng sedikit di banding bapak mu, karena rambutnya gak putih."
ucap Cherry menghentikan langkahnya dan menatap foto itu lekat lekat.
"Bila ku katakan kamu juga belum tentu percaya.."
ucap Lu San tersenyum penuh misteri.
"Kamu tidak katakan gimana bisa tahu aku gak percaya..?"
balas Cherry tidak mau kalah.
Hubungannya dan Lu San memang sudah sangat akrab, sehingga terkadang dia suka lupa Lu San adalah tuannya.
Tapi Lu San tidak pernah mempermasalahkannya, sebaliknya dia merasa dengan begitu pertemanan mereka lebih tulus dan natural.
"Kamu percaya dengan yang namanya reinkarnasi..?"
tanya Lu San tiba-tiba.
"Percaya, kenapa tidak..?"
jawab Cherry santai.
"Nah bapak ku itu reinkarnasi dari dia, tadinya rambut mereka sama persis, kalau gak percaya kamu bisa lihat foto nikahnya yang ada di kamar Mama Ying Ying dan mana Giok."
"Udah kamu jangan lihatin bapak ku lama lama nanti naksir lagi.."
"Aku gak mau lihat perawat ku cintanya bertepuk sebelah tangan.."
ucap Lu San sambil tertawa.
Wajah Cherry langsung merah, dia diam-diam memang sangat kagum terhadap Lu Sun, yang sangat perhatian dan menyayangi istri dan keluarganya.
Dia bahkan sempat membandingkan Lu Sun dengan mantan suaminya, bila suaminya ada setengah dari sifatnya Lu Sun.
Jamin mereka saat ini pasti akan tetap bersama, hubungan mereka berdua tidak akan berakhir di meja perceraian.
Tapi itu cuma andai andai saja dari dirinya, dia juga tahu diri, Lu Sun gak bakal melirik dirinya.
Cherry untuk mengalihkan pembicaraan mereka, kini dia menunjuk foto Lu Fan dan berkata,
__ADS_1
"Kalau yang ini siapa, dia juga tidak kalah keren di banding bapak mu..malahan dia terlihat lebih tampan dan ramah.."