
Lu Sun memberi hormat dan berkata,
"Maaf telah menganggu ketenangan senior dalam bermeditasi."
"Junior tidak punya keinginan apa-apa, hanya penasaran saja dengan dimensi ini."
"Ingin mencari tahu apa yang tersimpan ditempat ini, sehingga bisa menjadi rahasia turun temurun keluarga Xie."
"Apakah anda keturunan keluarga Xie ?"
tanya kakek itu sambil tersenyum.
Lu Sun cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf senior hamba bukan keturunan keluarga Xie, hamba bermarga Lu bernama Sun.."
Kakek itu menatap Lu Sun sejenak, Kemudian berkata,
"Anda cukup jujur, aku tadi sempat heran bagaimana keturunan keluarga Xie bisa sampai ketempat ini."
"Bahkan murid ku yang bodoh itupun sudah lama sekali tidak datang mengunjungi ku."
ucap Kakek itu sambil tersenyum dan membelai-belai jenggotnya sendiri.
Kakek itu menggerakkan jari tangannya seperti berhitung sambil mengamati Lu Sun.
Tiba-tiba kakek itu mengerutkan alisnya menatap Lu Sun kemudian kembali menghitung ulang.
Tak lama kemudian dengan heran dia menatap Lu Sun dan berkata,
"Anda ini bukannya Jendral Naga Hitam, yang bukan berasal dari jaman saat ini ?"
Lu Sun mengangkat tangannya memberi hormat dan berkata,
"Anda benar senior, maaf apakah saya sedang berhadapan dengan guru Pendekar Topeng Besi Yang Jian, dan orang-orang awam memberi julukan ke senior sebagai Manusia Gunung dari Thian San ( Thian San San Jen )?"
"Ho...ho...ho...ho...! benar-benar dulu-dulu sekali orang-orang memang pernah memanggil ku seperti itu."
"Apakah kamu sempat bertemu dengan murid ku yang bodoh itu sebelum kemari ?"
tanya kakek itu.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Di jaman ini kami tidak bertemu secara langsung, tapi boleh di bilang saya lah penyebab kematiannya."
"Ohh..! anak bodoh itu telah pergi mendahului ku."
"Apa sebenarnya yang terjadi..?"
ucap kakek itu sambil menatap Lu Sun.
"Maaf senior, hamba telah melukai dengan parah salah satu keturunan keluarga Xie yang paling berbakat dengan sangat parah."
__ADS_1
"Demi menolong Pemuda itu Yang Jian mengorbankan dirinya.."
ucap Lu Sun dengan kepala tertunduk.
Kakek itu menghela nafas panjang dan berkata,
"Anak bodoh itu, tidak pernah bisa melepaskan diri nya dari ikatan satu kata, yang membawa penderitaan seumur hidup baginya."
"Tapi si bodoh itu cukup beruntung dia akhirnya berhasil mendapatkan cinta kasih Yi Yi."
"Gadis itu memang sangat lembut dan baik, pantas untuk dia perjuangkan."
Kakek misterius setelah termenung sedih sesaat, di kembali menatap Lu Sun dan bertanya dengan lembut.
"Apa yang terjadi antara kamu dan keturunan keluarga Xie itu ?
Lu Sun menghela nafas, lalu menceritakan semua pertikaian antara dirinya dan Jack.
Kakek itu mengangguk-angguk dan berkata,
"Keturunan Xie itu tidak ada yang benar, bila bukan terus di lindungi oleh murid bodoh ku itu."
"Mereka semua sudah lama musnah."
"Anak muda ku lihat kamu memiliki kemampuan yang sangat tinggi, aku jadi penasaran."
"Beranikah kamu mencoba dua macam ilmu andalan ku ini..?"
"Bila kamu berhasil memecahkan salah satu dari kedua ilmu ku ini."
"Kamu juga boleh membawa pergi semua barang rahasia yang tersimpan di sini.. bagaimana ?"
Lu Sun memberi hormat dan berkata,
"Maafkan kelancangan junior, junior siap mencobanya.."
Lalu Lu Sun berdiri siaga di hadapan kakek itu.
Kakek itu mengibaskan tangannya kearah Lu Sun.
Lu Sun kini terkurung oleh 7 orang pemuda bertopeng yang masing-masing memegang senjata berbeda.
Orang pertama memegang sebatang pedang, orang kedua memegang sepasang pedang kembar, orang ketiga memegang sebatang Toya,
Orang keempat memegang sebatang tombak, orang kelima memegang sebatang golok.
Orang ke enam memegang sebatang ruyung, yang terdiri dari 3 bagian tongkat pendek, disatukan oleh rantai pendek menjadi satu bagian.
Orang ke tujuh tidak memegang senjata, Tapi di pinggangnya terselip dua batang belati pendek, yang bersinar berkilauan warna-warni tertimpa sinar matahari.
Mereka menempati posisi 7 rasi bintang Utara.
Mereka mulai bergerak secara teratur memberikan serangan kearah Lu Sun.
__ADS_1
Masing-masing secara berganti-gantian memberikan serangan ke Lu Sun.
Hanya orang ke tujuh yang tidak menyerang Lu Sun dengan senjatanya langsung.
Melainkan dia menggertakkan sepasang tangannya mengontrol ribuan energi pedang yang berputar-putar menyerang Lu Sun dari tempat tak terduga.
pedang-pedang yang tercipta dari energi itu, bergerak seperti kawanan lebah yang berputar-putar kemudian menyerang secara serentak.
Lu Sun yang mengerti cara kerja formasi tersebut, meski sedikit repot tapi dia masih bisa mengimbangi pergerakan mereka.
Bahkan sesekali Lu Sun berhasil mendorong mereka menjauhinya.
Dengan sepasang cakar Lu Sun melayani serangan-serangan mereka.
Pergerakan cakar tengkorak putih di padu dengan cakar naga meradang yang memiliki pergerakan aneh dan sulit ditebak.
Berhasil membuat keadaan berjalan dengan cukup imbang.
Padahal Lu Sun seorang diri, menghadapi 7 orang yang kemampuannya tidak berada disebelah bawah si topeng besi.
Bila terlalu terdesak sekali-kali Lu Sun akan melepaskan pukulan angin puyuh miliknya.
Untuk mendorong mundur lawan-lawannya yang terus mengepung dan menghujaninya dengan berbagai senjata.
Ketujuh orang itu bergerak semakin cepat beterbangan mengelilingi Lu Sun.
Lu Sun pun mengimbangi mereka, sehingga kini mereka berubah menjadi 2 gundukan cahaya yang berputar-putar.
Terkadang terpisah tapi tak lama kemudian kembali menyatu
Lu Sun belum mengeluarkan senjata, dia masih melayani mereka dengan tangan kosong.
pada suatu ketika sepasang pedang datang menggunting leher Lu Sun, orang pertama menghilang dari posisinya lalu atas diameluncur turun, menusuk ubun-ubun Lu Sun.
Sedangkan Toya yang menimbulkan angin berderu-deru datang menghantam punggung Lu Sun.
Tombak teraah menusuk bagian paha dan betis Lu Sun, memaksanya melangkah mundur.
Pemegang Ruyung menusuk dua titik di punggung Lu Sun, sedangkan pemegang golok menebaskan goloknya ke arah lambung Lu Sun.
Hanya orang ketujuh yang terlihat menjaga jarak, menciptakan 8 energi Pedang yang datang dari 8 mata angin menyerang Lu Sun.
Lu Sun menggunakan ilmu langkah tanpa bayangan milik Wu Song.
Tubuhnya tiba-tiba menghilang dari posisinya, muncul lagi sebentar mencengkram perut si pemegang pedang.
Sebentar kemudian pindah mencengkram kedua bahu pemegang sepasang pedang.
Tapi setiap kali serangannya di tangkis oleh rekan si pemegang pedang kembar, Lu Sun akan kembali menghilang lalu muncul menyerang si pemegang Toya dengan mengincar tengkuk nya.
Pergerakan Lu Sun yang hilang dan muncul sangat merepotkan mereka yang ingin menyerangnya.
Sehingga mereka kini menjadi terbalik, bukan mereka lagi yang menyerang tapi Lu Sun lah yg berkelebatan mengurung mereka bertujuh.
__ADS_1
Orang ke tujuh dengan geram menarik sepasang belatinya.