
"Ini semua murni adalah karena ada perubahan dalam bisnis di tubuh perusahaan group Lu.."
"Percayalah ini sama sekali, tidak ada hubungannya dengan kehadiran guru Ciu di sekolah.."
"Jadi harap jangan salah paham.."
ucap Lu Sun merasa tidak enak hati.
Padahal kenyataannya memang Ting Ting yang berwajah sangat mirip dengan Ying Ying lah yang menjadi pemicunya.
Sedangkan kondisi perusahaan hanya lah alasan yang di buat buat oleh Lu Sun.
Kini di seluruh daratan China, siapa yang berani mengganggu bisnisnya, bahkan pemerintah pun memberikan dukungan penuh pada semua bidang usaha group Lu.
Tapi Lu Sun melarang semua bawahannya, untuk terlibat dalam bisnis ilegal.
Sehingga semua bidang usaha group Lu bergerak di bidang usaha legal.
Bahkan Peter Ho beberapa kali membantu pemerintah setempat melakukan pemberantasan, mafia pelabuhan dan mafia obat obat terlarang.
Dia pun sudah beberapa kali mendapatkan medali penghargaan dari pemerintah.
Dan dia mengaku sebagai bagian dari Group Lu, dengan demikian popularitas groups Lu menjadi semakin tinggi, Dimata masyarakat maupun pemerintah setempat.
Guru Ciu menundukkan kepalanya, wajah nya terlihat sedikit sedih.
Tapi sesaat kemudian dia berusaha tersenyum, dan mengulurkan tangannya kearah Lu Sun dan berkata,
"Selamat jalan Guru Lu, jangan pernah lupakan kita kita.."
"Terimakasih banyak atas jamuan ini, dan di beri kesempatan untuk menjadi orang pertama yang tahu keputusan guru Lu meninggalkan sekolah."
Meski ucapan nya terdengar sopan dan lembut, tapi dari tatapan dan senyum guru Ciu yang lebih mirip meringis.
Lu Sun tahu dengan jelas, guru sedih kecewa dan terlihat merasa bersalah.
Tapi dia hanya bisa berpura-pura tidak tahu, Lu Sun sadar dia tidak boleh memberikan pengharapan semu pada gadis tersebut.
Dia tidak akan menghianati cinta Giok Lan dan Xue Yen padanya, lagipula Ying Ying sudah muncul mengingatkan dirinya dalam mimpi.
Lu Sun tersenyum lembut dan menyambut uluran tangan Guru Ciu, menyalaminya dan berkata,
"Sama sama guru Ciu, jaga dirimu baik-baik."
Setelah saling bersalaman dan mengucapkan kalimat perpisahan, tidak lama kemudian mereka berempat terlihat berjalan keluar dari restoran Yi Hua.
Manajer Ferry ikut mengantar sampai ujung jembatan, baru dia pamit permisi kedalam restoran yang sangat ramai pengunjungnya.
__ADS_1
Guru Ciu ikut ngobrol berjalan kaki bersama hingga tiba di parkiran mobil Lu Sun.
Lu Sun membuka pintu membantu Giok Lan dan Xue Yen naik keatas mobil yang agak tinggi.
Sedangkan guru Ciu berdiri memperhatikan semua nya, diam-diam dia menghela nafas panjang.
Guru Ciu menunggu sampai Lu Sun menutup pintu mobil di mana Giok Lan dan Xue Yen duduk di dalam.
Lalu berkata,
"Guru Lu aku ingin bicara boleh ?"
Guru Lu melambaikan tangannya agar Lu Sun mendekatinya.
Dengan heran Lu Sun berjalan menghampirinya sambil berkata,
"Ya,... ada apa Ting Ting.."
Setelah Lu Sun berdiri di hadapannya, Guru Ciu tiba tiba langsung maju memeluk Lu Sun, dan melingkarkan kedua tangannya memeluk punggung Lu Sun dengan lembut.
"Sun ke ke maaf..."
ucap nya dengan penuh emosi.
Setelah itu dia melepaskan pelukannya mendorong Lu Sun menjauh, setelah itu tanpa berkata apa-apa.
Dia membalikkan badannya, berlari meninggalkan Lu Sun sambil menggunakan tangan menutupi mulutnya sendiri.
Lu Sun hanya bisa berdiri diam terpaku sesaat dan bergumam seorang diri,
"Maafkan aku Ting Ting, mungkin ini adalah cara terbaik, lebih baik sakit sementara dari pada nanti sakitnya berkepanjangan.."
Lalu Lu Sun pun kembali ke mobilnya dan mengendarai mobil nya meninggalkan halaman parkir restoran Yi Hua.
Setelah keluar dari restoran Yi Hua Lu Sun berkata,
"Sayang kalian ingin mampir kemana tidak ? atau mau langsung pulang...?"
"Dengan perut kenyang gini langsung pulang rasanya kurang cocok, baiknya kita jalan jalan ke mall gimana,? biar makanan nya sedikit terbakar kalorinya.."
"Ku dengar tidak jauh dari rumah ada Mall baru bernama De Ji, ... bagaimana bila kita jalan jalan kesana.?"
ucap Giok Lan mengusulkan dengan penuh semangat.
"Adik Giok benar, perlengkapan dapur juga sudah menipis, kurasa ke sana main cukup tepat sekalian belanja kebutuhan dapur."
"Jadi besok besok kamu ke kantor, aku tidak perlu pergi belanja di temani Aliu.."
__ADS_1
ucap Xue Yen menyetujui usulan Giok Lan.
Melihat kedua istrinya begitu bersemangat, Lu Sun pun berkata,
"Baiklah sayang ayo kita main kesana, lagipula aku juga sudah cukup lama gak jalan ke Mall."
Tak lama kemudian mereka bertiga sudah terlihat berjalan jalan di mall De Ji.
Seperti biasa Lu Sun dengan sabar berjalan di belakang menemani kedua istrinya melihat lihat pakaian sepatu dan tas.
Setiap keluar dari satu toko, di tangan Lu Sun akan bertambah satu kantong yang tergantung di tangan nya.
Lu Sun dulu pernah mencoba menggunakan gelangnya, supaya lebih praktis.
Tapi kenyataannya dia diomelin Xue Yen selama 3 hari.
Xue Yen kesal karena sayuran yang di belinya menjadi layu, sedangkan semua barang belanjaan nya, baik yang basah dan kering bercampur aduk.
Sehingga Kantong tas baju dan sepatu juga ikut basah terkena cairan udang ikan daging yang berbau busuk.
Sejak saat itu dia tidak berani menggunakan gelangnya lagi.
Untungnya dulu ada Ying Ying yang pintar menenangkan suasana, sehingga Xue Yen bisa di tenangkan.
Tapi kini Ying Ying telah tiada, sedang Giok Lan, cenderung nakal dan suka menyiram minyak ke api.
Bila ada kejadian seperti saat itu, di jamin habis lah dia, mungkin selama seminggu, siap-siap makan di luar.
Selesai berbelanja Tas sepatu dan pakaian, kini Giok Lan dan Xue Yen bergandengan tangan masuk kesebuah toko perhiasan.
Lu Sun yang sudah mulai bosan tidak ikut masuk, dia memilih berdiri santai di luar toko, memunggungi toko perhiasan tersebut.
Sambil menyandarkan kedua tangannya, di atas besi stainles pagar pembatas.
Lu Sun melihat orang-orang yang berlalu lalang di dalam Mall.
Mata Lu Sun yang jeli menangkap sosok yang sangat di kenal nya, ya Jemmy Huang bawahan nya sedang berjalan santai, bersama seorang gadis cantik berambut panjang.
Kulitnya sangat putih dan mulus, agak kontras dengan gaun lengan pendek nya yang berwarna hitam.
Tubuhnya juga langsing dan tinggi dengan lekukan tubuh yang sangat menawan.
Di banding Jimmy Huang, bahkan gadis itu terlihat jauh lebih tinggi darinya.
Gadis itu menggandeng tangan Tommy Huang dengan mesra, berjalan sambil bercerita dan tertawa-tawa.
Mereka berdua terlihat sangat mesra dan bahagia, melihat hal ini Lu Sun hanya tersenyum saja.
__ADS_1
Tiba-tiba dari arah belakang Lu Sun, terdengar letusan bunyi pistol.
"Door..door...door..."