KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERHADAPAN DENGAN MING DAO 3


__ADS_3

Cahaya emas yang membentuk anak panah meluncur dengan kecepatan tinggi menuju kearah Lu Sun.


Tapi di luar perkiraan Ming Dao, cahaya emas tersebut bukan menyerang Lu Sun, dia seperti mengenal tuannya.


Cahaya tersebut justru menyatu dengan Lu Sun mementalkan golok biru.


Kini giliran Lu Sun menggerakkan tangannya, berputar setengah lingkaran sesuai arah jarum jam kemudian mendorongnya kedepan.


Cahaya emas membentuk seekor Naga yang membentangkan mulutnya mengigit Golok biru hingga patah hancur berantakan.


Lalu meluncur kearah Ming Dao, sambil meliuk-liuk seperti ular terbang.


Ming Dao tidak terkejut dengan seragam yang baru saja datang.


Dia mengerahkan kekuatannya membentuk ribuan batang pedang pelangi, kemudian mendorongnya untuk menyerang Naga Mas yang sedang meluncur kearah nya.


Pertemuan antara Naga mas dan ribuan pedang pelangi menimbulkan ledakan dahsyat.


Yang membuat area sekitar Pertempuran berguncang hebat.


Tidak puas dengan seragam pedang pelangi nya, Ming Dao menambahkan Golok biru raksasa untuk membelah naga emas tersebut.


Lalu melesatkan ratusan tapak Awan biru kearah Lu Sun.


Serangan tiga gelombang ini menguras seluruh tenaga Ming Dao, Ming Dao tak ingin membuang waktu lama yang tidak akan membawa manfaat bagi dirinya.


Karena kekuatan yang di dapat nya dari serum tidak bisa bertahan lama, hanya kekuatan yang di dapat dari Black Panther yang bisa bertahan lama.


Melihat kenekatan Ming Dao, Lu Sun tidak punya pilihan lain, selain mengeluarkan pedang naga siluman dari sarungnya.


Kemudian dia mulai menyerap tenaga alam semesta yang tiada habisnya memenuhi tubuhnya.


Saat Ribuan pedang pelangi berhasil menghancurkan Naga Mas.


Ketiga gelombang Kekuatan dahsyat Ming Dao meluncur kearah Lu Sun.


Tapi semua serangan itu menjadi sia-sia, semua terserap kedalam tubuh Lu Sun.


Kekuatan Lu Sun bertambah pesat setelah menyerap kekuatan ketiga serangan itu.


Dia mulai bersilat dari jurus pertama hingga kesembilan, satu persatu bayangan tubuhnya mulai telah mainkan satu jurus menyatu ketubuhnya.


Hingga jurus ke 9 Lu Sun pun menebaskan Pedang yang mengeluarkan suara Geraman dahsyat.


Seekor naga siluman raksasa meluncur deras menerjang kearah Ming Dao sambil membentangkan mulutnya lebar-lebar.


Dengan sisa tenaga yang dia serap dari Black Panther Ming Dao yang mulai ketakutan, membentuk sebuah perisai cangkang kura-kura melindungi dirinya.


Tapi usaha itu tidak cukup kuat menahan serangan Naga siluman yang sangat dahsyat.

__ADS_1


Perisai itu begitu bersentuhan dengan sepasang cakar naga siluman langsung hancur berkeping-keping.


Dan terus meluncur menembus tubuh Ming Dao, Naga Siluman tidak berhenti di sana.


Dia terus meluncur liar menyapu siapa saja yang berada ditempat itu.


Lu Sun yang melihat hal itu dia langsung muncul didekat Peter Ho dan Kakek Huang.


"Kalian berlindung di belakang ku.."


"Energi Naga siluman lepas kendali.."


Lu Sun membentuk kubah perisai merah biru melindungi mereka bertiga.


Tapi naga siluman tidak menyerang kearah Lu Sun, dia meluncur menyerang semua penghuni di kediaman Ming Dao hingga tanpa sisa.


Setelah itu energi tersebut pun meluncur menyatu ke pedang yang dipegang Lu Sun.


Lu Sun buru-buru memasukkan pedang berbahaya tersebut kedalam sarungnya dan menyimpannya kembali ke dalam gelangnya.


Setelah itu Lu Sun baru menarik kembali Im Yang Sen Kung nya sambil bernapas lega.


"Untung energi liar itu tidak menyerang kita, kalau tidak aku pun tidak yakin apakah bisa bertahan dari serangannya.."


ucap Lu Sun sambil menghela nafas panjang.


Peter Ho dan Kakek Huang berdiri terpaku menatap arena pembantaian di mana mayat-mayat bergelimpangan di sekitar mereka.


"Ini resiko pertempuran.. kalian kembali ke mobil saja."


Lu Sun mengeluarkan HP nya menelpon Viktor.,


"Vik tolong amankan semua rekaman CCTV di sekitar area ini, jangan ada yang terlewat.."


"Siap bos jangan khawatir.."


jawab Viktor cepat.


Lu Sun berjalan menghampiri Ming Dao yang terkapar tidak bergerak di atas tanah.


Ming Dao terlihat tidak sadarkan diri, tapi dari dadanya yang masih bisa bergerak naik turun menunjukkan dia masih hidup.


Lu Sun mengeluarkan sebuah kotak kayu dari dalam gelangnya, kemudian dia menekan rahang Ming Dao hingga mulutnya terbuka lebar.


Lalu membuka tutup kotak di depan mulut Ming Dao, tiga ekor ulat berwarna merah langsung melompat masuk kedalam mulutnya.


Langsung meluncur kedalam perut Ming Dao, sambil tersenyum dingin Lu Sun meletakkan tangannya di pundak Ming Dao mengerahkan Xi Xing Ta Fa.


Seluruh sisa energi black panther yang tersisa berpindah ke tubuh Lu Sun.

__ADS_1


Lu Sun belum puas dia menepuk ringan bagian bawah perut Ming Dao.


Tepukan ringan itu bukan sembarang tepukan, tepukan itu telah membuat Ming Dao cacat sebagai pria, selain itu dia juga tidak bisa berkultivasi meski tahu teorinya.


Karena Dan Tian nya sudah dirusak oleh Lu Sun.


Lu Sun mengambil HP Ming Dao kemudian menelpon rumah sakit meminta ambulance.


Dia tidak ingin Ming Dao mati, dia ingin Ming Dao hidup bagai di neraka dengan tubuh cacat dan keracunan ulat api.


Setiap bulan purnama ulat itu akan bereaksi, ulat itu tidak bisa di lenyap kan, dia akan terus berkembang biak dalam aliran darah tubuh Ming Dao.


Secara pelan-pelan ulat-ulat itu juga akan menggerogoti usus dan syaraf di tubuh Ming Dao hingga mati pelan-pelan dalam keadaan tersiksa.


Lu Sun meraba sambungan lutut dan siku Ming Dao kemudian meremasnya dengan pelan.


Tapi semua tulang dan otot di dalam nya langsung hancur menjadi tepung.


"Nikmati hidup mu pelan-pelan bajingan..."


ucap Lu Sun sambil berlalu dari sana.


Lu sun kemudian mengendarai mobilnya pergi dari tempat itu kembali ke kediaman keluarga Lu.


Sampai di kediaman keluarga Lu, sebelum turun dari mobil, Lu Sun meminta kembali semua pakaian pasukan Naga Hitam dari kakek Nan dan Peter Ho


Semua Lu Sun simpan kembali kedalam gelangnya, termasuk yang dia kenakan sendiri.


"Kalian berdua boleh langsung kembali ketempat kalian masing-masing, terima kasih banyak.."


ucap Lu Sun sambil menyalami kedua orang itu sebelum turun dari mobil nya.


"Baik bos.."


jawab Peter Ho dan kakek Huang serentak.


Lu Sun pun turun dari mobil nya, langsung berjalan kearah Kediaman nya.


Kedatangan Lu Sun langsung di sambut oleh kedua istrinya, yang menunggu kepulangan nya dengan cemas.


"Sun ke ke..!!"


"Sun ke ke..!!"


ucap kedua istri Lu Sun serempak kemudian berlari kedalam pelukannya.


Lu Sun memeluk kedua istrinya sambil tersenyum lembut dan berkata,


"Aku masih bau keringat, apa kalian berdua gak merasa jijik dan risih.?"

__ADS_1


Mereka berdua menggelengkan kepalanya dengan kompak.


__ADS_2