KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERTARUH DENGAN CINDY


__ADS_3

"Tapi bila tidak ada yang menganggu mu , pulang fitnes kamu temani aku berenang, sauna massage makan dan pergi nonton bioskop gimana ? setuju ?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Kamu ingin mengajak aku ngedate ? tai aku katakan di awal loh agar kamu gak menyesal nantinya,"


"Aku sudah berkeluarga, istri ku 3 anak ku satu gimana ? masih yakin ingin menukar taruhan ayo gimana.?"


Cindy tertawa dan berkata,


"Kamu ini sangat unik, biasanya orang lain akan nutupi mengenai pernikahan punya anak punya istri."


"Bahkan mereka rata-rata selalu mengaku bujangan meski sudah kakek-kakek dan punya cucu, tapi kamu malah sebaliknya."


"Hebat aku salut pada mu, pilihan ku tidak berubah, meski harus jadi yang ke 4 juga tidak apa-apa."


"Pria unik aku suka.."


Lu Sun tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum menanggapi ucapan Cindy yang bebas dan jenaka.


Lu Sun perlahan-lahan melepaskan baju kaos olahraganya, kemudian membelitnya di pinggang.


Cindy terbelalak dengan mulut menganga, sedangkan gadis lain yang berada di sana pada menjerit kecil.


Ada yang menutupi matanya dengan telapak tangan mereka, tapi mereka mengintip dari sela-sela jari.


Ada yang sama seperti Cindy responnya, ada juga yang menjerit kecil sambil menutupi mulutnya yang terbuka.


Tubuh Lu Sun yang setelah tidak berpakaian memang terlihat sangat sempurna.


Tubuh para binaragawan biasanya berkulit kecoklatan berminyak dengan otot yang besar-besar menyeramkan.


Tapi Lu Sun tidak, kulitnya putih bersih mulus, dengan otot yang sedang padat berisi, dadanya bidang dengan garis otot yang jelas dan sempurna.


Otot perutnya juga kotak-kotak terdiri dari 10 kotak yang berjejer dengan rapi dan merata.


Yang menarik perhatian adalah ****** susunya yang kecil berwarna merah muda, sehingga terlihat menggemaskan dan sangat menggoda.


Kedua otot lengan dan bahunya kekar berisi sangat proporsional, mirip atlit senam gelang.


Otot bagian punggungnya juga berisi dan padat, terlihat membentuk segitiga.


Setelah Lu Sun melepaskan bajunya, berlari diatas mesin treadmill tanpa baju, tidak terlihat satu pun petugas fitnes ataupun pelatih disana berani menegurnya.


Mereka membiarkan nya begitu saja, seolah-olah tidak melihat kehadiran dirinya di sana.


Para pria yang sedang fitnes terlihat keki menatap para gadis yang ada di sana semuanya menatap kagum kearah Lu Sun.


Seakan-akan perhatian mereka semua tersedot ke arah Lu Sun, bahkan ada beberapa gadis yang datang fitnes secara berpasangan, diam-diam sesekali mereka akan mencuri pandang melihat kearah Lu Sun.


Cindy sambil berlari kemudian berkata,


"Nah kamu kalah, tidak boleh ingkar janji ya..!"

__ADS_1


Lu Sun tersenyum tak berdaya, dan berkata.


"Ok kamu atur saja.."


Cindy menoleh kearah seorang pelatih yang bertubuh tinggi besar, otot-otot ditubuhnya jauh lebih besar dan padat ketimbang Lu Sun, jelas dia adalah atlit binaragawan.


"Stallone kemari dong..!"


ucap Cindy sambil melambaikan tangannya kearah orang yang dipanggil Stallone itu.


Pria bernama Stallone yang sedang berlatih otot punggung menarik katrol menghentikan latihannya kemudian melangkah mendekati Cindy.


"Ada apa nona Cindy, ada yang bisa saya bantu?"


tanya Stallone sopan dan penuh hormat.


Cindy tersenyum dan berkata,


"Stallone kamu berani tidak adu sama dia dalam angkat beban.?"


Stallone mengangguk dan berkata,


"Tentu saja berani, nona Cindy mau adu dalam apa angkat besi, katrol, atau banch Press.?"


"Sistem adunya sekali angkat atau di hitung siapa yang banyak repetisi nya."


"Tapi saran saya sih adu repetisi saja, karena di sini adalah tempat fitness tentu bebannya terbatas."


"Tidak seperti tempat latihan atlit angkat besi yang jumlah bebannya tak terbatas."


"Kamu benar, kamu pilih salah satu macam latihan yang paling kamu kuasai dan abdulah dengannya.."


Cindy setelah berunding dengan Stallone, dia memanggil Lu Sun,


"Hei A sun..! kamu berani tidak adu kekuatan dengan teman ku ini."


Lu Sun menghentikan mesin treadmill nya, kemudian dia berjalan menghampiri Cindy dan Stallone, kemudian berkata,


"Kamu ingin bagaimana cara adunya ? dan apa pertaruhannya ?"


Cindy tertawa dan berkata,


"Cara adunya kamu tanya ke dia, sedang kan pertaruhan nya... sebentar..."


Cindy terlihat sedang berpikir dan menimbang-nimbang, apa yang pantas menjadi pertaruhan mereka.


Cindy terlihat sedang berpikir sambil memegang dagunya yang kecil lancip.


Akhirnya dia tersenyum lebar dan menjentikkan jarinya sambil berkata,


"Kalau aku menang kamu harus memenuhi 3 permintaan dari ku, kalau kamu yang menang aku akan memenuhi 3 permintaan mu."


'Bagaimana setuju ? deal..?"

__ADS_1


ucap Cindy sambil mengulurkan tangannya bersalaman dengan Lu Sun.


Lu Sun berpikir sejenak dan berkata,


"Asal kan tidak melanggar jalan kebenaran dan norma kesusilaan aku akan memenuhinya."


Cindy tertawa dan mengacungkan jempol kearah Lu Sun dan berkata,


"Hebat kamu adalah pria pertama yang tidak mencari keuntungan dari tubuhku !"


Lu Sun menatap kearah Stallone dan berkata,


"Kamu ingin bertanding apa ?"


Stallone menunjuk kearah peralatan banch Press untuk melatih otot dada sambil berbaring.


Stallone sambil tersenyum mengejek berkata, bagaimana ? setuju ?"


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Kamu mulai duluan beri contoh pada ku ."


Stallone mengangguk dan berkata,


"Ayo kita mulai perhatikan baik-baik.!"


Stallone mulai berbaring disebuah pembaringan kecil, di mana sebuah besi anti karat yang kiri kanannya di pasangi beban sampai penuh melintang didepan wajahnya.


Setelah mengatur nafas beberapa kali, dengan sebuah teriakan, Stallone mengangkat beban tersebut dari besi penahan.


Kemudian dia menurun dan menaikkan besi anti karat tersebut di dadanya.


Sampai 10 kali repetisi, pada angkatan kesebelas lengannya terlihat gemetaran wajahnya merah padam dengan urat-urat menonjol menghiasi wajah dan lehernya.


Akhirnya dengan susah payah dia berhasil meletakkan beban tersebut ke tempat besi penyangganya.


Setelah itu dia pun bangun dari pembaringan tersebut melihat kearah Lu Sun dan berkata,


"Sekarang giliran mu.."


Cindy menatap Lu Sun dan tersenyum penuh kemenangan.


Lu Sun hanya tersenyum menanggapinya, Lu Sun kemudian berbaring dengan santai di atas pembaringan kecil tersebut.


Kemudian dia meniru gaya Stallone tadi yang mengukur jarak kiri kanannya dengan jarak sejengkal telapak tangan nya.


Setelah itu Lu Sun menggenggam besi anti karat tersebut dengan erat, lalu mengangkatnya keluar dari tiang penyangga.


Setelah itu Lu Sun mulai menurunkan Tiang besi anti karat yang dimana ujung tiang kiri dan kanannya di penuhi oleh piringan lingkaran beban.


Setiap piringan lingkaran beban itu memiliki Bobot 30 kg.


Setiap sisinya terisi 7 keping piringan lingkaran, jadi total beban keseluruhan termasuk batangan besi, mencapai hampir 450.kg.

__ADS_1


Lu Sun menaik turunkan besi anti karat itu berulang kali hingga melewati 10 kali tapi masih terus bergerak tidak kunjung berhenti.


__ADS_2