
"Kakak bisa tidak membantu ku mengambilnya dan menyuapkan buah buah itu untuk ku.?"
"Aku tiba-tiba sangat ingin mencicipinya."
ucap Lu San tenang.
Lu San tentu saja paham, dirinya tidak boleh makan buah itu, bila memakannya.
Dia akan mati dengan sangat mengenaskan, tapi dia sudah memutuskan memilih lebih baik mati mengenaskan daripada hidup mengenaskan seperti ini.
Dia tidak ingin menjadi beban bagi orang di sekitarnya, tujuan nya membawa Cherry kemari sebenarnya memang untuk ini.
Sedangkan airmata Siau Yu, dia pribadi hanya mencoba secara untung untungan saja, ayah nya tidak menggunakannya tentu ada alasannya.
Dan ternyata setelah di coba, terbukti lah sudah, airmata itu tidak bisa membantunya.
Kini dia hanya bisa meneruskan rencananya, yaitu mencoba memakan 4 macam buah itu serentak, bila harus mati, ya biarlah mati.
Tapi bila tidak, siapa tahu, dia akan berhasil memiliki tubuh Abadi dan sembuh total.
Meski peluang nya hampir tidak ada, dia tetap nekad ingin mencobanya.
Dia memanfaatkan ketidak Tahuan Cherry untuk membantunya menjalankan rencananya.
Cherry tertawa dan berkata,
"Kamu sangat beruntung, aku adalah perawat serba bisa.'
"Baiklah aku akan ambilkan untuk mu, "
"Aku sejak kecil sudah biasa manjat pohon ambil buah buat di makan sambil duduk diatas pohon.."
"Jadi buah yang tumbuh tinggi diatas sana sekalipun, tidak akan menyulitkan ku, untuk mengambilnya.."
"Kamu tenang saja, tunggu sebentar di sini."
ucap Cherry sambil tertawa riang.
Dengan mudah dia langsung memanjat keempat jenis pohon besar itu, mengambilnya satu persatu, memasukkan nya kedalam sebuah kantong kain yang dia temukan di dalam gudang penyimpanan arak.
Setelah mengumpulkan keempat jenis buah itu, Cherry mulai menyuapi Lu San menghabiskan keempat macam buah itu satu persatu.
__ADS_1
Setiap menghabiskan satu buah, Lu San mengernyit menahan rasa nyeri luar biasa di dalam perutnya.
Pada saat makan buah Bodhi emas yang hanya tumbuh sebiji itu.
Lu San baru makan setengah langsung berteriak kesakitan, lalu kejang kejang dan terguling dari kursi roda berkelonjotan di atas tanah dengan mata me delik keatas.
Lu San terlihat sangat tersiksa, menahan rasa sakit yang luar biasa.
Lu San terlihat seperti seekor ayam yang habis di potong,terus berkelonjotan, akhirnya pun terdiam tidak bergerak dengan kepala terkulai kesamping dan sepasang mata terpejam rapat.
Cherry yang sedari tadi melihat dengan penuh ketakutan, seperti kehilangan akal tidak tahu harus berbuat apa.
Baru setelah Lu San terdiam tak bergerak lagi, dia baru menjerit-jerit histeris, sambil menangis dan terus memanggil manggil nama Lu San agar bangun.
Tapi Lu San yang diam tidak bergerak, membuat nya semakin menangis histeris dan ketakutan.
Cherry setelah menangis cukup lama dan mulai bisa berpikir jernih, dia mencoba memeriksa pernafasan Lu San.
Lalu di lanjutkan dengan jantung dan detak nadi di tangan dan didekat leher Lu San.
Setelah itu dia pun terduduk lemas di sana dengan airmata bercucuran.
"Adik San kamu pergilah dengan tenang, kini kakak mengerti kenapa kamu milih kakak mengantar mu kemari.."
"Dari awal kelihatannya kamu sudah merencanakan hal ini, memanfaatkan ketidak Tahuan ku, mengenal buah cantik tapi beracun ini.."
Setelah berkata, Cherry berjalan dengan tubuh lesu dan kepala tertunduk sambil menahan sedu sedan, ingin keluar dari ruang rahasia.
Mencari bala bantuan dan melaporkan kepada nenek apa yang di alami oleh Lu San.
Tapi baru sampai di deretan foto, dia kembali teringat dengan pembicaraan Lu San, soal khasiat air mata Siau Yu.
Seketika dengan penuh semangat dan wajah harap harap cemas, Cherry segera berlari kembali kearah di mana tubuh Lu San tergeletak membujur kaku di sana.
Dengan buru buru Cherry langsung melepaskan seluruh pakaian yang Lu San kenakan.
Setelah itu dia segera berlari pergi mengambil Gucci yang masih berisi airmata Siau Yu.
Lalu dengan hati-hati Cherry membawanya menghampiri Lu San, membuka penutupnya.
Kemudian pelan pelan menuangnya di mulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki dengan hati-hati.
__ADS_1
Setelah itu, Cherry memakaikan kembali pakaian Lu San dan duduk menanti reaksinya.
Terlihat tubuh Lu San sama sekali tidak bereaksi, setelah menunggu hampir satu jam tidak ada reaksi.
Cherry mulai pasrah, karena capek lelah dan putus asa, akhirnya Cherry tertidur di sebelah jasad Lu San yang masih tetap tergeletak di sana
Tapi sesaat setelah Cherry tertidur perlahan-lahan mulai ada perubahan pada wajah Lu San, dari yang pucat kini mulai merah segar.
Seluruh tulang ditubuhnya mulai berkerotokan terus berbunyi seperti tulang tulang sedang di patahkan.
Struktur tubuh Lu San mengalami perubahan drastis, tubuhnya membesar dan terus membesar.
Hingga baju dan celananya mulai robek robek tidak bisa menahan bentuk tubuhnya yang kini menjadi besar dan berotot terlihat sangat kekar.
Wajah Lu San pun perlahan-lahan mengalami perubahan menjadi lebih jantan, ketimbang wajah sebelumnya yang terlihat agak cantik mirip Ying Ying kecuali sepasang mata dan alis nya yang mirip Lu Sun.
Kini wajah Lu San mengalami banyak perubahan mulai dari dagu yang ada belah tengahnya sehingga terlihat sangat menarik dan jantan.
Hingga sepasang garis rahangnya yang keras, menunjukkan keteguhan dan kekerasan hatinya.
Hidungnya yang tadinya mancung tipis kecil, kini berubah menjadi mancung dan agak besar.
Bibir nya yang tadinya tipis kecil, juga mengalami perubahan sedikit lebih tebal dan lebar, terlihat jauh lebih jantan.
Baju di bagian dadanya yang robek menampilkan dada yang kekar dan di hiasi tato Seekor Naga Hijau yang sedang mementingkan mulutnya lebar-lebar.
Sementara itu di luar ruangan rahasia terjadi hujan badai petir dan kilat bergemuruh hebat, di Sertai gempa bumi dan banjir di mana mana.
Untungnya kediaman Lu Sun berada di atas bukit yang tinggi, tidak di kelilingi tebing tinggi.
Sehingga tidak mengalami longsor ataupun ke banjiran.
Hanya mengalami beberapa retak-retak di lantai dan halaman sekeliling rumah, dinding bangunan pun ada beberapa yang mengalami retakan halus.
Sedangkan Lu Sun dan kedua Istrinya, yang berada di dalam pesawat juga mengalami gangguan cuaca yang sangat hebat.
Pilot terpaksa mendaratkan pesawat nya, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena gangguan cuaca yang sangat hebat.
Lu Sun dan kedua Istrinya pun memilih menginap di apartemen mewah milik Giok Lan di Barcelona Spanyol, sambil menunggu hujan badai reda.
Gangguan cuaca itu hampir merata terjadi di seluruh dunia, bahkan ada beberapa wilayah kepulauan di Asia tenggara yang pulaunya tenggelam tersapu air laut yang pasang.
__ADS_1