KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
RUMAH MEWAH DI TOUTUNHE


__ADS_3

Lu Sun menatap Vivi dengan serius lalu berkata,


"Aku tidak takut memberitahu mu, di dunia ini sampai kapan pun cinta ku hanya untuk Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan.."


"Ying Ying Xue Yen...nama itu..seperti tidak asing, ya aku ingat bapak ada menyebut kedua nama itu saat mimpi.."


ucap Vivi antusias di sertai sedikit penasaran.


Lu Sun tersenyum getir dan berkata,


"Ya mereka berdua istri ku, mereka telah meninggal dan muncul dalam mimpiku..maaf merepotkan kalian tadi.."


"Maaf pak aku..."


ucap Vivi merasa tidak enak hati karena telah mengungkit masalah duka cita itu.


"Tidak apa-apa Vi , yang pergi sudah pergi tidak mungkin bisa kembali lagi.."


"Aku juga harus belajar untuk bisa melepaskan dan merelakan kepergian mereka.."


ucap Lu Sun sambil melihat kearah jendela pesawat.


Sekilas mirip berbicara dengan Vivi, tapi sebenarnya Lu Sun sedang mengingatkan dirinya sendiri.


Melihat Lu Sun yang termenung dan terus menatap keluar jendela.


Vivi tidak berani menganggu dan berbicara lebih lanjut dengan Lu Sun.


Dia memilih perlahan-lahan dan diam diam mengundurkan diri ke bangku yang di sediakan khusus buat pramugari.


Pesawat jet yang di tumpangi Lu Sun akhirnya mendarat di bandara Diwopu.


Lu Sun keluar dari bandara seorang diri, dia mencari Taxi yang bisa mengantarnya menuju Toutunhe residen.


Tanpa kesulitan tidak sampai 20 menit Lu Sun sudah tiba di sebuah kompleks perumahan yang desain nya agak berbentuk khas timur tengah.


Lu Sun dengan mudah berbaur dengan masyarakat di sana, karena dia menggunakan bentuk wajah Salahudin.


Tidak ada yang curiga dengan kedatangan nya, lagi pula di sana Lu Sun menemukan orang Han yang hidup berbaur di sana cukup banyak.


Beberapa kali saat berpapasan dengan orang Han, Lu Sun akan bertanya pada mereka tentang alamat yang sedang dia tuju.


Akhirnya Lu Sun tiba di sebuah halaman rumah yang besar dan mewah, tertutup pintu pagar yang tinggi.

__ADS_1


Rumah itu begitu besar dan mewah sangat berbanding terbalik dengan rumah tetangga sekitarnya yang terlihat jelek dan agak kumuh.


Baru saja Lu Sun tiba di depan pintu pagar yang tinggi itu, pintu pagar langsung terbuka otomatis.


Dua orang pria yang memegang senjata AK 47 langsung bertanya pada Lu Sun dengan bahasa lokal sambil menodongkan senjata mereka kearah Lu Sun.


Lu Sun tahu sebentar lagi penyamarannya pasti telah terbongkar, karena dia memang tidak menguasai bahasa orang orang ini.


Meski fisik sama, tapi bahasa mereka berbeda, kalau pun Lu Sun memaksa belajar dan mencoba berbicara juga tetap akan berbeda.


Karena logat yang kaku tidak akan bisa di tutup tutupi.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Lu Sun menebaskan tangannya kearah leher kedua orang itu.


Sehingga kepala mereka langsung jatuh menggelinding di atas lantai.


Setelah itu Lu Sun dengan tenang berjalan masuk kedalam halaman rumah.


Tapi saat melewati sebuah taman yang indah, langkah Lu Sun kembali di hentikan oleh 5 orang penjaga yang bersenjatakan AK 47.


Mereka berbicara dengan bahasa yang Lu Sun tidak mengerti, sebelum mereka sadar apa yang terjadi kepala mereka berlima sudah kembali menggelinding di lantai.


Tindakan Lu Sun barusan kebetulan terlihat oleh dua penjaga yang sedang berjaga di tower pengintai.


Tembakan penjaga Tower sama sekali tidak mempengaruhi Lu Sun, sebaliknya dari dua jari Lu Sun melesat dua berkas sinar merah yang langsung menembus kepala kedua penjaga itu.


Sehingga tubuh mereka langsung terjatuh dari atas menara meluncur kebawah.


Melihat banyak pengepung yang berdatangan, Lu Sun pun melepaskan Aura Naga nya, yang membuat semua pengepung terdiam tidak bisa bergerak.


Lalu Lu Sun dengan gerakan yang sangat cepat hingga tidak bisa di ikuti oleh mata yang melihatnya.


Dia memenggal semua pengepungnya dengan Wu Xiang Cien Chi yang tidak terlihat pergerakannya, tahu tahu ratusan tubuh pengepung itu bertumbangan jatuh keatas tanah tanpa kepala.


Setelah menghabisi ratusan pengepung itu,


Lu Sun bergerak memasuki halaman rumah yang kini terlihat sepi.


Hal ini karena hampir semua penjaga di gedung mewah ini telah tewas di tangan Lu Sun.


Dengan dorongan jarak jauh, pintu rumah yang besar kokoh dan kuat terpental ke dalam lepas dari engselnya.


Jatuh bergubrakan menimbulkan suara berisik, begitu pintu terbuka beberapa rudal yang berasal dari senjata Basoka dan hamburan peluru yang di lepaskan dari senapan mesin langsung berhamburan kearah Lu Sun.

__ADS_1


Lu Sun mengibaskan tangannya, menyambut serangan rudal Basoka, membelokkan arah nya dengan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa.


Sedangkan serangan peluru di biarkan begitu saja karena tidak ada yang bisa menembus perisai pertahanan yang di buat Lu Sun.


Peluru Rudal Basoka yang dibelokkan kembali, meledak di dalam rumah membuat gedung mewah itu mengalami kerusakan parah.


Para penyerangnya pada berhamburan terkena ledakan rudal mereka yang membalik.


Tubuh malang melintang dalam kondisi tidak bernyawa, menghiasi pemandangan di dalam ruangan tersebut.


Lu Sun terus melangkah memasuki gedung tersebut, setelah melewati ruang tamu tanpa ada yang menghalangi langkahnya.


Dia terus bergerak menuju ruang tengah, saat memasuki ruang tengah pergerakan Lu Sun di hadang oleh dua orang pria bertubuh tinggi besar.


Mereka langsung menembakkan senjata laser ditangan mereka kearah Lu Sun.


Karena sinar itu sangat cepat, jarak mereka pun begitu dekat, Lu Sun yang tidak menyangka musuh akan menyerang nya dengan senjata ini..


Terpaksa mengangkat kedua tangannya disilangkan didepan dada, untuk menahan serangan sinar tersebut.


Tapi hasilnya membuat Lu Sun sangat terkejut, ternyata sinar yang di hasilkan oleh kedua senjata itu.


Mampu menembus pertahanan nya dan membuat seluruh lengan bajunya terbakar,


Dan tubuh Lu Sun sendiri terpental keluar dari dalam rumah tersebut.


Menanggapi hal ini, Lu Sun bersikap lebih hati-hati, sebelum kembali kedalam rumah,


Lu Sun melepaskan Aura Naga nya yang pekat masuk kedalam rumah tersebut.


"Argghh,...!!"


terdengar suara jeritan tertahan dari kedua pria bertubuh tinggi besar dan berambut putih dengan potongan cepak itu.


Saat mereka merasa seluruh tubuh mereka tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Saat Lu Sun tiba-tiba kembali muncul di hadapan mereka, Lu Sun langsung memotong leher kedua orang itu dengan sekali tebasan miring.


Maka robohlah kedua pria itu, dengan tubuh dan kepala terpisah.


Lu Sun mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dia juga memasang pendengarnya untuk menangkap pergerakan lawannya.


Lu Sun mendengar pergerakan orang orang di lantai 3, diapun langsung melesat keatas.

__ADS_1


__ADS_2