KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERUBAHAN SAN ER


__ADS_3

Lu Sun terus berlatih tanpa menyadari bahwa pagi sudah tiba, di dalam taman rahasia Lu Sun sulit membedakan waktu pagi ataupun malam.


Dia hanya terus berlatih dan berlatih tanpa memperhatikan waktu.


Baru setelah Giok Lan datang menemuinya di taman, Lu Sun baru menyadari ternyata waktu untuk kembali mengunjungi perpustakaan telah tiba.


"Maaf Lan Mei, aku terlalu serius berlatih hingga lupa waktu, kamu tunggu bentar di mobil."


"Sehabis mandi dan berganti aku akan menyusul mu."


Giok Lan tersenyum dan berkata,


"Gak papa ini sudah baik lebih baik ketimbang dulu, yang selalu tertidur di sana dengan botol arak berceceran."


Mendengar ucapan Giok Lan Lu Sun pun tersenyum lebar, setelah mencium pipi istrinya, dia langsung bergegas pergi meninggalkan taman rahasia.


Giok Lan berjalan menyusulnya di belakang, dengan langkah santai.


Sementara itu di taman samping, di hari kedua ini.


Lu San terlihat mulai sedikit berubah, dia lebih pendiam dan terus rajin bermeditasi dalam posisi berlutut.


Dia tidak lagi memaki mengomel merengek dan menangis.


Dia terlihat lebih tegar dan dewasa mulai menyadari kesalahannya selama ini.


Lewat renungan panjang selama dua hari ini.


Lu Sun sebelum pergi sempat diam diam memperhatikan sikap anaknya itu, dan dia pun tersenyum semakin puas.


Lu Sun juga melihat Ying Ying dengan setia menunggui putranya di gazebo yang tidak jauh dari taman.


Lu Sun tidak menghampiri mereka, karena dia sedang terburu-buru.


Lu Sun dan Giok Lan menghabiskan waktu setengah harian di perpustakaan nasional tanpa hasil jelas.


Atas rekomendasi penjaga perpustakaan, mereka pergi menemui Prof Huang seorang ahli tulisan dan bahasa kuno.


Lu Sun dan Giok Lan berhasil menemui profesor itu di kampus tempat dia mengajar.


Tapi mereka berdua kembali harus kecewa.


Profesor itu juga tidak berhasil menerjemahkan 3 tulisan di 3 gambar terakhir.


Akhirnya mereka berdua memutuskan kembali kerumah.


Dalam perjalanan pulang, Giok Lan pun berkata,

__ADS_1


"Sun ke ke, kelihatannya kita tidak punya pilihan lain selain pergi mengunjungi langit lapis ketiga.."


"Tapi sebelum pergi kesana, kita harus ijin dulu ke ayah ku, aku..aku ..sedikit khawatir untuk bertemu dengan nya.."


ucap Giok Lan lesu.


Lu Sun mengerti jalan pikiran istrinya, dia menggenggam tangan Giok Lan dengan lembut dan berkata,


"Kamu tenang saja, aku tidak bakal membiarkan siapapun menghukum mu, bila terpaksa aku akan menggantikan mu menerima hukuman itu.."


Giok Lan buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak mana boleh seperti itu, melihat mu di hukum menggantikan ku, lebih baik aku yang menjalaninya sendiri.."


Lu Sun mencium tangan istri nya dan berkata,


"Kalau begitu kita tanggung bersama, sesuai janji kita saat menikah dulu."


"Jadi jangan takut dan khawatir lagi, aku akan selalu mendampingi mu, menghadapi nya."


Giok Lan tersenyum haru menatap suaminya, sejenak kemudian dia baru berkata,


"Sayang kapan kita mau kesana, ? apa sekarang,?"


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak besok Afei ada pertandingan bela diri, besok juga hari terakhir San er jalani hukuman."


"Setelah acara pertandingan Afei selesai kita baru bisa pergi, karena perbedaan waktu diatas sana dan dunia fana cukup jauh."


"Kita harus secepatnya menyelesaikan tujuan kita kesana, yaitu menemui Yu Se Tian Cun, jangan sampai saat kita kembali lagi semua sudah telat dan berubah."


ucap Lu Sun.


Giok Lan menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan suaminya, dan berkata,


"Ya sayang kamu benar sekali."


Setelah tiba di rumah, Lu Sun kembali langsung bersembunyi di taman rahasia melanjutkan latihannya yang tertunda.


Keesokan paginya, Lu Sun Ying Ying dan Giok Lan berdiri di hadapan Lu San.


"San er,... hari ini hari berakhir nya hukuman mu."


"Apa yang berhasil kamu' renungkan selama 3 hari ini..?"


tanya Lu Sun ke putranya.

__ADS_1


Lu San masih tetap dalam posisi berlutut berkata,


"Ayah San er sudah menyadari kesalahan San er, Ayah ibu maafkan San er yang telah mengecewakan harapan kalian pada San er."


"San er berjanji akan berusaha merubah kebiasaan jelek San er.. mulai detik ini juga, mohon bimbingannya ayah ibu."


ucap San er tegas.


Lu Sun belum percaya 100% tapi dari tatapan anaknya dia melihat ada satu tekad besar.


Sambil tersenyum lembut dan membelai kepala putranya Lu Sun berkata,


"San er berdirilah, hari ini ayah akan mengajak mu turut serta dengan kami semua pergi melihat pertandingan bela diri yang Afei ikuti."


"Ayah berjanji, akan berusaha meluangkan lebih banyak waktu memperhatikan mu, ingat lah San er kami hanya ingin melihat kamu punya masa depan yang baik dan berjalan di jalan yang benar."


"Semua ini bukan untuk kami, tapi semua untuk dirimu sendiri, kami hanya bisa mengarahkan keputusan akhir ada di tangan mu sendiri."


"Kami tidak bisa berada disisi mu selamanya, suatu hari nanti kamu harus mandiri dan menjalani pilihan hidup mu sendiri."


"Apapun yang kamu lakukan, itulah yang akan kamu tuai, baik buruk suka duka, kamu akan menanggung akibat dari perbuatan mu sendiri.."


"Terimakasih ayah wejangan nya, San er sudah merekamnya di sini, nanti akan San er renungkan pelan pelan."


ucap San er sambil menunjukkan HP nya.


Lu Sun tersenyum dan kembali berkata,


"Alat adalah sesuatu yang bisa mempermudah kita, tapi alat itu benda mati, dia akan menjadi berguna atau tidak itu tergantung diri kita sendiri.."


"Ok, sekarang kamu pergi bersihkan diri berganti pakaian yang rapi, kita bentar lagi berangkat."


Afei dan San er berlari dengan gembira sambil saling rangkul meninggalkan taman.


Lu Sun tersenyum puas melihat kedekatan Afei dan San er.


Dalam perjalanan menuju sekolah Afei bertanya,


"Guru nanti di i pertandingan Tao Lu yaitu pertandingan menunjukkan jurus, seperti Chang Quan, Nan Quan, Tai Chi Quan, Dao Su, Jian Su, Kun Su, Jiang Su. aku harus tunjukkin jurus apa guru.?"


"Aku tidak menguasai jurus jurus itu dan tidak pernah mempelajarinya secara khusus aku tidak hapal maupun ingat jurusnya."


"Kecuali Tai Chi yang lainnya aku tidak bisa guru.."


"Bukan kah guru selalu berkata, jangan berpatok mati pada jurus tapi dalami dan kuasai hingga matang semua jurus hingga mendarah daging."


"Nantinya bergerak sesuai situasi bukan nya berurutan seperti yang orang orang itu tunjukkan dalam pertandingan..?"

__ADS_1


"Afei pertandingan Tao Lu itu sebenarnya sama dengan orang sedang berlatih, seperti kamu berlatih 18 Tapak Penahluk Naga, bukan nya selalu berurutan..?"


"Nanti saat kamu ikut San Da kamu baru gunakan insting pemahaman kematangan gerakan otomatis sesuai situasi dalam penggunaan setiap jurus.."


__ADS_2