KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBICARA BERDUA


__ADS_3

Sesaat kemudian terlihat tubuh Afei telah sembuh total, hanya tersisa bekas baret tipis yang samar samar menghiasi seluruh tubuhnya.


Mulai dari dada perut dan seluruh punggungnya.


Setelah melihat Afei telah sembuh total, Lu Sun pun berkata.


"Afei sekarang juga ku perintah kan pada mu, seret San er kemari."


"Tidak perlu sungkan, gunakan kemampuan mu yang sebenarnya, tunjukkan pada nya, agar dia tahu tingginya langit tebalnya bumi.."


"Sun ke ke, jangan berlebihan kasihan dia.."


ucap Giok Lan yang terlihat cemas dan tidak tega.


Bila anak kesayangannya tersebut di hukum oleh Lu Sun, apalagi bila Afei menghajarnya hingga babak belur baru membawanya kemari.


"Diam hukum militer diatas segala nya .!"


bentak Lu Sun tegas.


Giok Lan sampai terkejut, mendapatkan bentakan Lu Sun, yang seumur perkenalan mereka Lu Sun tidak pernah sekalipun melakukan hal itu padanya.


Bahkan saat di kehidupan lampau di mana dia membuat tangan Lu Sun jadi cacat pun, Lu Sun tidak pernah sekalipun membentak atau memarahinya.


Giok Lan hanya bisa mengigit bibir bawahnya, airmata mengucur deras membasahi wajahnya.


Ying Ying menyentuh bahu dan telapak tangan Giok Lan dengan lembut dan berbisik.


"Kita jangan ikut campur, biarkan Sun ke ke yang mengurusnya.."


"Tapi kak..."


ucap Giok Lan cemas.


Ying Ying memberi kode dengan telunjuk di depan Mulut,


"Ssuuttts..!"


Giok Lan pun terdiam dan menghapus sisa airmata di pipinya.


Afei diam diam memberi kode agar ibu angkatnya Giok Lan tidak perlu khawatir.


Lu Sun sempat melirik kearah Giok Lan, dan dia menghela nafas tidak tega.


Tapi dalam kondisi saat ini, dia tidak bisa tidak bersikap tegas dan adil.


Dia tidak di beri pilihan lain, karena kasus Lu San putra pertamanya ini termasuk sangat berat.


Bila tidak di tangani dengan baik, kelak anak itu akan mencelakai dirinya sendiri dan orang di sekitarnya yang mencintai dan menyayanginya.


Lu Sun sudah berpikir jauh kedepan, bila suatu hari dia tiada, dan anak itu mewarisi Pedang Naga Siluman Semesta dari Ying Ying.

__ADS_1


Anak itu pasti akan menimbulkan bencana bagi tiga alam, yang mungkin bisa lebih menggemparkan ketimbang gurunya Sun Wu Kung.


Karena itu sebelum dia pergi dari dunia ini, Lu Sun akan terus mendidik dan mengawasi anak tersebut.


Bila di beri umur panjang, Lu Sun berharap bisa terus mengawasi anaknya hingga tua dan mati.


Tapi itu semua cuma harapan nya saja, takdir masa depan tidak ada yang tahu.


Yang jelas tidak lama lagi paman guru Siau Yu, akan kembali kedunia.


Hal itu yang paling perlu dia khawatirkan, dalam waktu dekat ini.


Saat Lu Sun sedang termenung, Afei sudah kembali ketaman sambil memanggul tubuh Lu San yang terkena totokan jari matahari, tidak bisa bergerak.


Saat berada di hadapan Lu Sun, Afei baru melepaskan totokka nya dan menurunkan tubuh Lu San di hadapan gurunya.


"Ada apa ini ayah..?"


tanya Lu San saat kini berhadapan dengan ayahnya.


"San er berlutut lah.."


ucap Lu Sun pelan.


"Buat apa ? ada apa ini ? ayah ingat ini jaman modern bukan jaman nenek moyang yang dikit dikit berlutut."


"Sebelum tahu apa salah ku, aku tidak Sudi berlutut."


"San er,.. aku ini adalah ayah mu, di sana adalah ibu mu, berlutut pada kami orang tua mu, adalah suatu kewajaran dan sopan santun dan tanda bakti anak terhadap orang tua.."


"Sebagai bakti kami telah dengan susah payah merawat dan membesarkan kamu.."


Lu San tersenyum dingin dan berkata,


"Saat ayah bersenang-senang naik ibu dan ibu merasakan kenikmatannya."


"Di situlah terjadi aku, jadi adalah wajar setelah aku lahir adalah kewajiban kalian untuk membesarkan merawat dan menjaga hasil karya dari kenikmatan yang kalian tuai di muka.."


"Kurang ajar...!!"


ucap Lu Sun sambil mengibaskan tangannya, hingga Lu San langsung jatuh berlutut.


Kedua lututnya telah di totok oleh Lu Sun dengan kibasan tangan..


"Kamu hebat bisa memutar balik fakta, aku akan melihat apakah fisik mu sekuat mulut.


"Dan pola pikir mu yang berantakan itu dan sangat tidak beradab itu, coba kamu renungkan lagi kembali."


"Afei selama dia belum mengakui kesalahannya.. pastikan dia terus berlutut di sini hingga sadar.."


"Tanpa ijin dari ku, dia tidak boleh berdiri, apalagi meninggalkan tempat ini.!"

__ADS_1


perintah Lu Sun tegas."


"Ying Ying sekarang saat nya kamu bacakan semua dosa dan kesalahannya untuk dia renungkan.."


"Lan Lan kamu ikut dengan ku, sebaiknya mulai hari ini kamu jauhi bajingan cilik ini.."


"Ayo kita masuk.."


Lu San menatap ibu Giok Lan dengan tatapan penuh permohonan.


Tapi Giok Lan hanya bisa menggelengkan kepala tak berdaya, lalu sambil menundukkan kepalanya dia berjalan mengikuti suaminya dari belakang.


Selama mengenal Lu Sun, baru hari ini Giok Lan melihat sikap Lu Sun yang sangat tegas dan tanpa kompromi.


Awalnya dia sedikit kesal karena Lu Sun membentaknya tadi, tapi setelah berpikir bolak balik dia malah menjadi kagum dengan sikap tegas suaminya.


Ini baru sikap seorang jenderal legenda pikir Giok Lan, tanpa sikap yang tegas dan disiplin, bagaimana mungkin dia bisa mengatur ratusan ribu pasukan, yang memiliki watak dan jalan pikiran yang berbeda-beda.


Untuk di satukan dalam mencapai tujuan yang Lu Sun inginkan.


Setelah masuk kedalam rumah Giok Lan langsung buru-buru maju merangkul lengan Lu Sun dengan manja, sambil mengeluarkan senyuman paling manis miliknya.


Melihat senyum cantik itu, langsung mengingatkan Lu Sun akan senyum Giok Lan saat mereka menempuh perjalanan bersama menuju Canada, untuk mencari Xue Yen.


Wajah angker Lu Sun pun luntur, sambil tersenyum lembut Lu Sun dengan lembut menyentuh ujung hidung Giok Lan dengan jarinya.


Dan berkata,


"Ayo kita ke kamar mu.."


"Aihhh..!"


jerit Giok Lan kaget.


Karena Lu Sun sudah menggendongnya, seperti sedang menggendong bayi, sambil berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.


Di mana kamar Giok Lan berada.


Setelah masuk kedalam kamar dan membaringkan Giok Lan dengan lembut diatas kasurnya.


Lu Sun pun membuka bajunya sendiri, lalu dia ikut berbaring disebelah istrinya dan berkata,


"Maafkan sikap kasar ku tadi, yang telah membentak mu.."


Giok Lan tersenyum dan menyentuh bibir Lu Sun dengan jarinya dan berkata,


"Tidak masalah, aku mengerti.."


"Lan Lan anak itu sungguh gawat, kamu dengar sendiri kan ucapan nya yang sangat sangat kurang ajar itu.."


"Bila tidak ingat dia adalah putra ku sendiri, ingin rasa nya, memberi dia satu keprukan, yang langsung membuat nya berubah menjadi seonggok lumpur."

__ADS_1


"Agar cepat mati, cepat bereinkarnasi lagi menjadi orang yang lebih baik."


__ADS_2