
"Setelah dia bisa bergerak, dia berkata ingin mencari mu, Ying Ying juga gak protes."
"Dia dengan tulus mendukungnya, bahkan memberikan semua tabungan yang dia kumpulkan dengan susah payah, agar suaminya bisa pergi menolong mu.."
"Cucu ku meski luar biasa, tapi hatinya tetap terbuat dari darah dan daging, dia juga memiliki perasaan seperti manusia pada umumnya."
"Kurasa sampai kapanpun kamu Xue Xue tidak akan bisa menandingi mantu pilihan ku itu."
"Kamu Xue Xue bahkan bila di bandingkan gadis kecil disebelah mu itu kamu gak nempil."
"Tuhan maha adil makanya mereka berdua lebih dulu punya keturunan keluarga Lu, dibanding kamu.."
"Sebelum menyalahkan cucu ku, lebih baik kamu habis kencing bercerminlah dahulu."
Gumam nenek dalam hati memendam perasaan nya.
Nenek tentu memilih diam, cucunya sudah dewasa dia punya jalan pikiran sendiri.
Nenek tentu tidak akan ikut campur masalah pribadinya.
Tapi itu bukan berarti nenek buta masalah dan tidak bisa memberi penilaian dan pendapat pribadi.
Nenek kembali memejamkan matanya menikmati pijatan di punggungnya.
Giok Lan juga mengikuti gaya nenek dia kembali memejamkan matanya menikmati pijatan tersebut.
Hanya Xue Yen yang terlihat manyun dan kurang puas.
Sambil melihat HP ditangannya, dia terlihat ragu.
Ingin rasanya dia memanggil Lu Sun kembali untuk menungguinya di salon sampai selesai.
Tapi dia sedikit sungkan dengan Ying Ying yang selalu bersikap baik padanya.
Akhirnya sambil mendumel kesal, dia menyimpan kembali HP nya kedalam tas.
"Awas kamu Sun ke ke nanti malam, lihat saja.."
Setelah selesai dari salon nenek yang sengaja memberi waktu ke Lu Sun dan Ying Ying, sengaja mengajak kedua menantu barunya berkeliling-keliling mencari baju dan sepatu.
Giok Lan yang sudah bosan berkeliling pun berkata pada nenek,
"Nek Lan Lan tunggu di cafe dekat sini aja ya, Lan Lan sudah capek.."
"Baiklah Lan-Lan kamu istirahat saja, lagi pula kamu sedang hamil gak baik terlalu capek."
ucap Nenek memberi ijin.
Xue Yen mendumel dalam hati,
"Dasar sial...emang kalau gak sedang hamil boleh diajak bercapek-capek."
"Nenek juga...gak tahu apa yang dia cari,? dari tadi cuma berkeliling-keliling melihat-lihat tanpa membeli."
"Benar-benar bikin letih dan jengkel, ini semua gara-gara Sun ke ke deh, yang pulang duluan ninggalin kita sama nenek.."
__ADS_1
"Sia-sia tadi di pijat, sekarang pegal-pegal lagi deh semua.."
Nenek melihat kearah Xue Yen, Xue Yen dengan senyum canggung dan terpaksa berkata,
"Ayo nek Xue Xue temani berkeliling-keliling lagi.."
Nenek mengangguk sambil tersenyum lalu melanjutkan berkeliling sesuka hati.
Giok Lan buru-buru masuk kesebuah cafe yang memiliki ruangan eksekutif room.
Di mana Giok Lan bisa duduk berselonjoran santai di sofa empuk yang disediakan pihak cafe.
Dia memesan beberapa menu camilan dan minuman ringan, lalu berbaring setengah tiduran menonton film yang disediakan oleh pihak cafe sebagai hiburan bagi pengunjungnya.
Karena Giok Lan memilih Room khusus, jadi satu ruangan itu hanya privasi buat dia sendirian saja, tidak ada tamu lain yang diperkenankan masuk menggangunya.
Giok Lan terlihat tertawa terbahak bahak seorang diri menonton film Mr Bean.
Dia memilih saluran itu, sesuai pilihan nya sendiri dari film-film yang di sediakan di internet home Movie'.
Bila ada yang melihat gaya Giok Lan saat ini, tidak akan ada yang menyangka inilah konglomerat dunia yang sangat di segani di wilayah Eropa dan Amerika.
Dia lebih terlihat seperti anak kecil yang hoby nonton kartun.
Selagi sedang asyik nonton dan makan, tiba-tiba HP nya yang diletakkan diatas meja bergetar.
Saat dia melihat chat datangnya dari suaminya, Giok Lan buru-buru mengangkat HP nya.
"Sayang kamu sedang apa ? kapan pulang, jangan terlalu capek jaga kandungan dan kesehatan mu, aku mencintaimu.."
Dia tadi sempat berpikir Lu Sun sedang asyik bersama Ying Ying pasti sudah melupakan dia dan Xue Xue.
Ternyata tidak Lu Sun masih ingat dan perhatian padanya.
Giok Lan buru-buru melakukan panggilan balasan ke Lu Sun.
Terdengar suara santai Lu Sun diseberang sana.
"Ya sayang kamu ada di mana,? sedang apa ?"
Sambil tertawa manja menatap wajah suaminya di HP, Giok Lan memutar HP nya kearah sekitarnya setelah itu dia baru sambil tertawa ceria berkata,
"Aku di sini sayang, gimana nyaman kan ?"
Lu Sun tertawa dan menunjuknya sambil berkata,
"Kamu ini paling bisa aja.."
Giok Lan tertawa manja, kemudian dia berkata,
"Sun ke ke sendiri sedang apa ?"
Tiba-tiba terdengar suara anak kecil berteriak,
"Ayah ..! ayah...! kemari dong...!!" temani San Er berenang..!"
__ADS_1
terdengar suara lembut berkata,
"San er jangan ganggu ayah biar ibu saja yang temani main yuk.."
Lalu hanya terdengar suara kecipak air saja.
Giok Lan tertawa dan berkata,
"Itu suara si monster kecil ya ? Sun ke ke lagi di mana? kok bisa sempat nelpon Lan Lan."
Lu Sun tersenyum kemudian memutar HP nya pelan-pelan ke sekitarnya,
Lu Sun sedang duduk di kursi santai hanya bercelana pendek.
Di sekitarnya ada sebuah meja yang penuh dengan makanan kecil dan minuman ringan kesukaan Giok Lan.
"Itu camilan yang ku beli dari internet, itu juga minuman kesukaan ku, Sun ke ke curang...!"
"Awas kalau pulang nanti habis semua...!"
protes Giok Lan sambil cemberut.
Hanya terdengar suara tertawa Lu Sun, lalu dia berkata,
"Tenang saja gak kan habis, bungkus dan botolnya kan masih ada .."
"Iiihhhhhh....!!"
teriak Giok Lan keki sambil tangannya ingin mencubit pipi suaminya dengan gemas.
"Sun ke ke jahat gak sayang sama Lan Lan,"
ucap Giok Lan kesal matanya sedikit berkaca-kaca.
"Eeh...eeh..eeh..! aku cuma bercanda sayang, semuanya utuh lihat, aku cuma makan yang ini dan ini saja."
"Lagi pula di kamar mu aku sudah stock cukup banyak kok bisa buat 2 bulanan.."
ucap Lu Sun sambil mengarahkan kamera HP nya dan memberi penjelasan.
Mendengar kata-kata Lu Sun Giok Lan pun menghapus airmatanya dan berkata,
"Benar Sun ke ke gak bohong..?"
Lu Sun sambil tersenyum berkata,
"Sejak kapan aku pernah bohong dengan mu ? tentu aku serius..ayo nanti pulang buktikan sendiri.."
"Di pesawat untuk keberangkatan kita besok aku juga sudah menyetoknya khusus untuk mu.."
Giok Lan pun bisa kembali tersenyum setelah mendengar penjelasan Lu Sun.
"Sayang nenek dan Xue Xue mana kok kamu cuma sendirian ?"
"Ohh Xue Xue sedang dapat rejeki temani nenek jalan-jalan..."
__ADS_1
ucap Giok Lan sambil tertawa nakal.