KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERAMPOKAN DI TOKO PERHIASAN


__ADS_3

"Jangan ada yang bergerak,...angkat tangan kalian semuanya..."


5 orang pria mengacungkan senjata api mereka kearah pelayan dan manajer toko serta para pengunjung di dalam toko.


Diantara para pengunjung terlihat Giok Lan berada diantara para pengunjung, mereka berdua terlihat ikut mengangkat tangan dan berusaha bersikap setenang mungkin.


Mereka sadar yang diinginkan oleh ke 5 orang ini, hanyalah barang perhiasan dalam toko bukan nyawa orang-orang di dalam toko.


Lu Sun yang di kejutkan oleh suara tembakan pistol, segera menoleh ke belakang, dan dia berdiri terpaku melihat situasi di dalam toko ada 5 orang perampok bersenjata.


Di mana 3 dari 5 perampok menggunakan senjata Laras panjang semi otomatis, AK 47, sedangkan yang dua lainnya menggunakan Shotgun/double loop.


Shotgun termasuk senjata jarak dekat yang sangat berbahaya, daya ledaknya sangat kuat, peluru yang di muntahkan pun bersifat menyebar.


Target yang terkena tembakan Shotgun lukanya akan mengalami lubang besar, karena terkena ledakan peluru yang menyebar.


Korban yang terkena tembakan senjata ini, pada umumnya akan sulit tertolong lagi nyawanya.


Suara teriakan panik dan ketakutan mulai terdengar dari dalam toko


Dua diantara perampok yang menggunakan senjata Ak 47 melemparkan beberapa buah kantong di atas kaca etalase dan berkata,


"Cepat masukkan semua nya kedalam kantong..!"


Para pelayan langsung bergegas memasukkan semua perhiasan yang terletak di dalam kaca etalase.


Setelah etalase kosong kedua perampok itu menunjuk kearah kaca lemari dan brangkas sambil berkata,


"Cepat..cepat yang itu dan itu juga..!"


Para pelayan melirik kearah manajer toko, manajer toko yang mukanya sudah sepucat kertas, hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui nya.


Maka para pelayan itu tanpa ragu-ragu langsung menguras habis semua perhiasan di dalam lemari kaca dan semua isi brankas toko perhiasan tersebut.


Memanfaatkan situasi dimana, para perampok terlihat sedang sibuk mengawasi karyawannya, mengisi kantong yang mereka berikan dengan perhiasan dan barang barang berharga di dalam brankas.


Manajer toko itu, diam diam menendang bell tanda bahaya di dekat kakinya, dengan ujung sepatunya yang lancip.fan mengkilap.


Sehingga bisa digunakan untuk bercermin, saking mengkilapnya...


Begitu tombol tertendang, oleh sepatu sang manajer, , suara raungan sirene langsung terdengar sampai keseluruh pelosok gedung..


Para satpam petugas keamanan mall langsung, berlari kearah gedung lantai dua, di mana suara tersebut ternyata datang dari toko perhiasan.


Sejak terdengar suara letusan senjata api, para petugas keamanan mall, sebenarnya sudah mulai bergerak melakukan penyisiran mencari tahu asal suara letusan senjata api tersebut.

__ADS_1


Setelah para satpam tiba di lokasi, mereka menjadi ragu melihat situasi di hadapan mereka.


Mereka buru-buru melakukan panggilan HT mencari dan mengumpulkan bala bantuan sebanyak-banyaknya.


Mereka juga menghubungi pihak kepolisian, pihak kepolisian langsung menghubungi polisi yang berada tidak jauh dari lokasi mall tersebut,


agar segera datang ke sana memberikan bantuan.


Sedangkan para perampok itu sendiri, semakin kaget saat mendengar suara raungan sirene, yang berasal dari toko perhiasan yang sedang mereka rampok.


Dengan kesal salah satu perampok yang memegang senjata Shotgun, mengarahkan senjatanya kearah dada sang manajer.


Manajer yang terkena tembakan, tubuhnya langsung terlempar kebelakang dengan dada berlubang berlumuran darah.


Tubuhnya sempat menabrak lemari kaca di belakang nya, baru jatuh terlentang di atas lantai, dengan mata mendelik keatas.


Manajer sial tersebut langsung tewas seketika ditempat.


Suara jeritan ketakutan dari para pelayan toko dan pengunjung wanita, langsung memenuhi seisi ruangan.


Saat melihat insiden mengerikan tersebut di depan mata mereka.


Para perampok yang panik langsung menarik rambut para pengunjung wanita di hadapan mereka untuk di jadikan sandera.


Diantaranya Giok Lan dan Xue Yen menjerit kecil menahan sakit, karena rambut mereka juga di Jambak oleh para perampok yang menjadikan mereka sebagai sandera.


Lu Sun yang melihat situasi kacau balau di mana polisi belum juga datang, sedangkan petugas keamanan gedung yang cuma di bekali tongkat listrik.


Tidak ada yang berani maju, mengendalikan situasi ini.


Tanpa pikir panjang dia melangkah masuk kedalam toko perhiasan, tanpa memperdulikan panggilan dan larangan para petugas keamanan pada dirinya.


Melihat Giok Lan dan Xue Yen di jadikan sandera Lu Sun semakin panik.


Meski punya kemampuan dan kecepatan, tapi Lu Sun tidak berani ambil resiko, karena nyawa kedua istrinya berada di dalam genggaman tangan para perampok itu.


"Hei berhenti ..!"


teriak salah satu perampok sambil menodongkan senjata kearah Lu Sun.


Karena posisi Lu Sun justru menghalangi jalan keluar mereka untuk keluar dari toko perhiasan tersebut sambil menyeret sandera di tangan mereka sebagai tameng.


Lu Sun berusaha terlihat tenang dan berkata,


"Ada urusan apa ? mari kita bicarakan baik-baik."

__ADS_1


"Bukan kah kalian hanya ingin merampok perhiasan dan meninggalkan gedung ini dengan selamat."


"Lepaskan para sandera, aku akan membantu kalian meninggalkan gedung ini.."


ucap Lu Sun mencoba bernegosiasi.


"Minggir jangan menghalangi jalan..!!"


"Jangan berlagak sok pahlawan, kami tidak memiliki banyak waktu untuk berdebat dengan mu..!"


ucap salah satu penjahat sadis, yang tadi telah melepaskan tembakan kearah manajer toko.


Dia langsung mengarah kan shotgun nya kearah kepala Lu Sun.


"Sun ke ke hati hati...!'


teriak Giok Lan cemas.


"Minggir lah jangan khawatirkan kami..!"


teriak Giok Lan mengingatkan Lu Sun.


Meski dia sendiri sedang di todong dengan senjata, tapi dia lebih mencemaskan Lu Sun.


"Diamlah ****** jangan banyak bergerak..!"


teriak orang yang menyanderanya marah sambil menarik rambut Giok Lan dengan keras.


sambil menodongkan senjata AK nya ke kepala Giok Lan.


"Aihhh..!"


jerit Giok Lan kesakitan sambil menahan airmata nya yang hampir jatuh.


Melihat keadaan yang terjadi di depan nya, emosi Lu Sun langsung meledak.


Lu Sun sempat berpikir akan melepaskan aura Naga nya untuk melumpuhkan para perampok itu.


Tapi dia khawatir efek aura Naga nya bisa melukai orang lain yang berada dalam ruangan, sehingga dia pun membatalkan nya.


Dan memilih negosiasi, tapi tindakan perampok itu yang menyakiti Giok Lan membuat Lu Sun tidak bisa menahan diri lagi.


Dia dengan kecepatan tinggi, menghilang dari posisinya berdiri, melepaskan tebasan Wu Xiang Cien Chi kearah tangan perampok yang memegang senjata sambil menyandera Giok Lan.


Serangan Lu Sun berlangsung dengan sangat cepat, dalam sekejap mata, Giok Lan sudah berpindah ke dalam pelukan Lu Sun.

__ADS_1


Sedangkan perampok itu, meraung kesakitan, jatuh berlutut di atas lantai, tangannya yang masih menggenggam senjata tergeletak di atas lantai di hadapannya.


__ADS_2