
Melihat tatapan suami mereka, kedua istri Lu Sun tersenyum senang dan puas.
Hal paling membahagiakan bagi mereka adalah mendapatkan pujian dan tatapan penuh kagum oleh suami yang mereka sayangi dan cintai ini.
Sambil tersenyum senang, Xue Yen pura-pura bertanya,
"Sayang kamu kenapa ? ada yang salah ya dengan penampilan kami berdua malam ini..?"
"Ya..ehh ohh ..tidak.. maksud ku , kalian berdua terlihat cantik luar biasa.."
ucap Lu Sun gugup.
Lalu dia buru-buru berdiri dari tempat duduknya, berjalan kearah tangga mengulurkan kedua tangannya menyambut kedua istrinya yang sedang berjalan menuruni tangga.
"Maksud mu kami biasanya gak cantik gitu..?"
tanya Xue Yen sambil tersenyum.
Giok Lan oun menahan tawa, mendengar pertanyaan todongan ke Lu Sun.
"Ehh tidak..bukan begitu maksud ku.."
ucap Lu Sun semakin gugup.
Melihat sikap Lu Sun kedua istrinya pun tertawa sambil menutupi mulut mereka.
Mereka sambil tertawa, menyambut uluran tangan Lu Sun, yang membantu mereka berdua menuruni 3 tangga terakhir.
Setelah itu mereka langsung merangkul lengan kanan kiri Lu Sun, mereka bertiga berjalan berdampingan menuju mobil Wrangler Lu Sun.
Tak lama kemudian mobil Wrangler Lu Sun mulai bergerak meninggalkan kediaman keluarga Lu.
Lu Sun menyetir sendirian di depan, sedangkan kedua istrinya duduk di kursi bagian belakang.
Saat mereka tiba di restoran Yi Hua, karena malam ini adalah malam Minggu, seluruh parkiran mobil terlihat penuh dengan berbagai macam mobil mewah.
Setelah beberapa waktu berkeliling, Lu Sun akhirnya menemukan tempat parkir yang kosong.
Setelah memarkirkan mobilnya, Lu Sun baru turun dari mobilnya, dan membantu satu persatu istrinya untuk turun dari mobil.
Mereka bertiga beriringan sambil bergandengan tangan dengan mesra berjalan menuju restoran Yi Hua.
Saat tiba di depan halaman Restoran yang kini terlihat semakin besar dan megah bangunannya.
Lu Sun berpikir dalam hati, bahkan restoran kenangannya bersama Ying Ying pun telah berubah.
Sama persis seperti dirinya yang kini datang tanpa kehadiran Ying Ying.
Bayangan kenangan mereka sekilas muncul dengan jelas di depan mata Lu Sun, seolah-olah semua itu baru terjadi kemaren saja.
__ADS_1
Lu Sun menenangkan pikirannya yang sedikit ngelantur kemana-mana, lalu kembali mengedarkan pandangannya mengamati perubahan di sekitarnya.
Restoran yang tadinya, hanya terdiri dari dua lantai kini sudah menjadi tiga lantai, yang menggunakan lift untuk naik dan turun.
Lift unik itu dibuat menghadap keluar dengan tertutup kaca transparan, jadi baik orang di dalam lift maupun pengunjung yang baru datang bisa saling lihat dengan cukup jelas.
Letak bangunan nya masih tetap sama menggunakan jembatan kayu yang di hiasi lampu warna warni menyeberang danau.
Menuju restoran yang terletak di tengah danau buatan.
Kini danaunya di perluas dan di tepi danau di sediakan wisata berupa bebek air, yang di pasangi meja kursi kecil dan api lilin kecil di atas mejanya sebagai penerangan.
Sehingga bagi pasangan pengunjung yang ingin menikmati makan ditengah danau menggunakan bebek air, mereka bisa memilih menyewa bebek air tersebut.
Lu Sun tentu tidak memilih makan di situ, karena tempat makan seperti itu, hanya cocok buat pasangan muda-mudi yang datang berdua.
Dan hanya memesan makanan paket sederhana.
Lagipula malam malam gelap gulita gitu apa yang mau di lihat di tengah danau yang gelap gulita.
Lu Sun dan kedua Istrinya berjalan masuk kedalam restoran.
Seorang pelayan wanita cantik buru-buru menghampiri mereka dengan sikap sopan dan penuh hormat dia berkata,
"Selamat malam tuan dan hanya, apakah anda sudah reservasi ? bila belum, kami akan perkenalkan restoran kami kepada tuan dan nyonya.."
"Kami sudah reservasi secara on-line mohon antarkan kami menuju ruangan VVIP restoran ini."
"Maaf tuan kalau boleh tahu reservasinya atas nama ?"
tanya pelayan itu sopan, sambil mencoba membuka sebuah Tablet di tangannya.
untuk melakukan pengecekan daftar para tamu yang sudah melakukan reservasi.
""Aku mendaftar atas nama Lu Cin Bao.."
ucap Lu Sun santai.
Karyawan tersebut terkejut, dia menatap Lu Sun dari atas sampai bawah dengan kaget.
Lalu dengan terburu-buru dia menghubungi manajernya lewat telpon.
Sesaat kemudian seorang pemuda tampan yang berpakaian rapi datang menghampiri mereka.
Setelah memperkenalkan dirinya sebagai
manajer pengurus rumah makan ini, dengan penuh sopan santun dia mengantar Lu Sun dan kedua Istrinya menuju ruangan VVIP. yang terletak di lantai 3.
Saat mereka tiba di lantai 3, beberapa pelayan yang bertugas standby di lantai tiga.
__ADS_1
Begitu melihat manajernya turun tangan sendiri , melayani Lu Sun.
Dua orang pelayan wanita cantik dan sexy, buru-buru mengikuti langkah manajer mereka dari belakang.
Lu Sun bertiga di bawa menuju sebuah ruangan yang luas dan terpisah dari ruangan lainnya.
Ruangan tersebut menghadap kearah sisi dalam restoran dengan kaca satu arah.
Di mana Lu Sun dan kedua istrinya, bisa melihat dengan jelas pengunjung yang datang ke restoran, tapi pengunjung hanya melihat sebuah ruangan yang tertutup cermin besar.
Sehingga tidak jarang ada beberapa pengunjung yang dengan percaya diri bercermin di sana tanpa mereka sadari di dalam ada yang sedang memperhatikan tingkah konyol mereka.
Sisi lain dari ruangan itu di biarkan terbuka menghadap kearah danau.
Sehingga bisa dengan leluasa melihat pemandangan danau yang di hiasi lampu bertuliskan I Love U.
Setelah mengantar Lu Sun sampai ke ruangannya, manajer itu pun dengan sopan pamit ingin mengundurkan diri bersama kedua pelayan nya.
"Pak tunggu..!"
panggil Lu Sun heran, karena dia dan kedua istrinya belum pesan makanan, kenapa mereka langsung main kabur.
Manajer itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Lu Sun dengan wajah agak pucat.
"Ya tuan Lu..ada pesan apa ?"
tanya manajer tersebut takut takut.
Lu Sun menepuk bahunya dan berkata,
"Tenanglah kamu tidak perlu gugup gini, aku juga gak bisa memecat mu toh.. kalaupun ada kesalahan..?"
Mendengar ucapan Lu Sun yang sifatnya bercanda.
Tapi manajer dan kedua pelayan itu menanggapinya dengan serius, mereka langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Lu Sun dan berkata,
"Ampun tuan Lu, kumohon jangan pecat saya."
"Saya berjanji akan lakukan apapun yang tuan Lu mau, tapi tolong jangan pecat saya.
"Dirumah, saya masih ada tanggungan anak istri dan ibu ku yang sudah tua, jadi ku mohon tuan Lu anda orang besar jangan ambil hati dengan orang kecil seperti kami.."
"Ehh ini.."
ucap Lu Sun bingung sambil menatap kearah kedua istrinya.
Lalu berkata,
"Ini ada apa ini,? aku cuma bercanda dan ingin menanyakan kenapa, dia tidak menawarkan daftar menu pesanan ke kita ? kenapa malah jadi begini..?"
__ADS_1