KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LATAR BELAKANG TAKESHI LIM


__ADS_3

Ying Ying yang sedang merangkul lengan Lu Sun, bisa merasakan perubahan yang terjadi pada suaminya.


Perasaannya yang halus menangkap sinyal itu, diam diam dia memperhatikan sikap suaminya, Lalu dia pun berkata,


"Sayang gadis pembawa acara itu, sangat mirip dengan ku, siapa namanya..?"


"Dia dari tadi terus menatap mu, kelihatannya dia sangat menaruh perhatian pada mu.."


"Namanya Guru Ciu kak.."


sahut Giok Lan sambil tersenyum nakal menatap suaminya.


Mendapatkan sorotan dari Ying Ying, Lu Sun langsung mati kutu, tidak bisa berkata-kata.


hanya batuk batuk kecil saja.


"Oh guru Ciu,... siapa nama panggilannya...?"


tanya Ying Ying sambil menarik wajah Lu Sun agar melihat kearah nya.


Lu Sun menatap Ying Ying dengan canggung dan berkata,


"Namanya Ting Ting.."


Wow nama yang keren, bukan hanya wajah saja yang mirip, nama pun mirip Ying Ying,...Ting Ting.."


"Luar biasa,... "


"Selama aku tidak di sisi mu, gadis itu pasti sangat cocok untuk gantikan posisi aku, benar tidak sayang ..?"


ucap Ying Ying memancing reaksi Lu Sun.


Lu Sun hanya tersenyum masam, tidak menanggapinya.


"Sayang,.. kamu pasti nyesal ya ? aku hidup lagi, klo gak kan gadis itu sangat tepat menggantikan aku, dia masih muda pasti jauh lebih cantik dari pada aku yang sudah tua ini."


ucap Ying Ying pelan.


Lu Sun menangkap ada nada kecewa dan sedih dalam ucapan Ying Ying.


Dia buru-buru memegang telapak tangan Ying Ying dengan lembut, lalu membawanya ke tempat yang agak terpisah dan sepi.


Di sana sambil menggenggam kedua tangan Ying Ying dengan lembut, Lu Sun berkata dengan serius,


"Sayang di hati ku, kamu tetap nomor satu, kedua Xue Yen, Ketiga Giok Lan."


"Selain kalian bertiga, tidak akan pernah ada gadis lain lagi yang bisa isi hati ini.."

__ADS_1


"Kamu coba pikir, bila dia bisa menggantikan posisi mu, mengapa aku harus larut dalam minuman, ? mengapa San er bisa tidak dapat perhatian ? dan terakhir kenapa aku harus membangkitkan mu kembali..?"


"Kamu jangan berpikir sembarangan, dia mungkin menyukai ku, tapi itu bukan berarti aku bisa menerimanya,."


"Apalagi untuk menggantikan kamu, itu adalah hal mustahil."


"Aku tidak akan pernah lupa, kamu seorang putri cantik dari keluarga kaya raya dan terpelajar, bersedia memilih menjadi istri seorang pria gemuk jelek."


"Di saat aku cacat total dan jatuh terpuruk, kamu yang bekerja dengan perut besar menjaga merawat dan menghidupi ku."


"Aku katakan pada mu sayang, kamu ada aku pun ada, kamu tiada aku pun malas hidup di dunia."


Ying Ying sangat terharu mendengar ucapan Lu Sun, dia mengulurkan tangannya menyentuh wajah suaminya dengan lembut dan berkata,


"Aku percaya padamu,... terimakasih Sayang,.. maafkan aku yang sangat takut kehilanganmu.."


Ying Ying kemudian menyandarkan kepalanya di dada Lu Sun, dan memeluknya dengan erat erat.


Lu Sun membelai rambut halus istrinya, dan menciumnya dengan lembut.


"Sayang itu acara penutupan sudah di mulai banyak tarian dan pertunjukan menarik di sana, ayo kita ikut menonton nya, bersama Lan Lan dan San er."


Ying Ying hanya mengangguk kecil, membiarkan Lu Sun membimbingnya, kembali ke bangku penonton, bergabung kembali dengan Giok Lan dan San er.


Melihat kehadiran Lu Sun dan Ying Ying, Giok Lan pun menggodanya,


"Di sini gak ada acara pemilihan pasangan paling Mesra dan Romantis loh.."


ucap Giok Lan sambil tertawa.


"Auwww...!! Sun ke ke..dasar nakal...!"


jerit Giok Lan terkejut sambil menegur dan mempelototi suaminya, rapi mulutnya tersenyum dan wajah nya sedikit tersipu.


Lu Sun yang gemas dengan sikap Giok Lan yang nakal.


Dia sengaja meremas bokong Giok Lan yang bulat menantang itu.


Sambil menowel area rahasia Giok Lan, sehingga Giok Lan terlonjak kaget kegelian, setelah tersadar baru pura-pura berteriak marah."


Lu Sun menanggapi dengan tersenyum lebar, Ying Ying yang sempat melihat aksi nakal suaminya, dia berusaha menahan tawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.


San er sendiri meski duduk di sebelah orang tua nya, tapi perhatian nya, tidak pernah terlepas dari Aksi tarian hiburan yang sedang di lakukan oleh Alicia di atas panggung.


Tapi hatinya merasa sedikit sakit saat melihat Alicia sambil menari terus melemparkan senyumnya kearah Afei.


Seolah-olah tarian itu dia persembahkan khusus hanya untuk Afei yang sedang duduk bersama sesama peserta pertandingan.

__ADS_1


Tapi Afei sendiri hanya bersikap biasa saja, di pikiran nya kini justru terus teringat dengan lawan tandingnya tadi Takeshi Lim, yang dia tahu adalah seorang gadis yang menyamar sebagi pria menggunakan topeng kulit.


Afei terus termenung sendiri dan bergumam di dalam hati,


"Pantas saja , sepasang matanya begitu indah menawan, tubuhnya juga agak pendek dan kurus ketimbang pria pada umumnya."


"Ternyata dia seorang wanita, buat apa dia melakukan hal itu..?"


tanya Afei di dalam hati penuh penasaran.


Sementara itu di ruang kantor Pak Ma, terlihat hadir di sana paman Mao, menteri pendidikan dan beberapa asistennya, dan ketua ikatan beladiri China, di sana juga hadir Kepala sekolah Qing Dao.


Di awali oleh Menteri pendidikan Pak Wei, dia melontarkan pertanyaan ke Pak Bai ketua ikatan beladiri China.


"Bagaimana menurut pandangan pak Bai, atas kemampuan kedua pemuda berbakat itu..?"


Pak Bai berpikir sejenak, kemudian berkata,


"Terus terang saja pak Wei, kemampuan kedua anak muda itu sangat mengejutkan.


"Kurasa saat ini tidak akan ada master beladiri yang sanggup berhadapan dengan kedua anak muda itu."


"Tidak terkecuali diriku, ini sungguh memalukan, dimana kami para master, jadi terlihat seperti lelucon saja."


Pak Wei mengangguk dan berkata,


"Jangan pesimis pak Bai, diatas gunung masih ada langit, jadi ini hal biasa."


Lalu pak Wei menoleh kearah kepala sekolah Qing Dao yang biasanya di panggil Pak Ken.


"Pak Ken murid anda yang bernama Takeshi Lim itu sangatlah luar biasa, apa kamu punya data latar belakangnya.."


"Ada Pak menteri, tap saya tidak membawa berkas berkas data murid itu, semua data lengkapnya masih ada di Qing Dao.


"Tapi jangan khawatir nanti saya akan suruh sekretaris saya yang di sana, untuk di fax kan datanya, ke kantor bapak menteri."


ucap Pak Ken dengan hormat.


"Tapi selain data tertulis lengkap, seharusnya sedikit banyak pak Ken mengenal anak itu kan. ?"


tanya paman Mao dari samping.


"Begini pak, anak itu bernama Takeshi Lim, murid pindahan dari kota Nagasaki Jepang."


"Ibunya penduduk asli Qing Dao yang merantau sekolah dan bekerja di Nagasaki Jepang."


"Ayahnya asli orang Jepang bernama Kenichi Yamaguchi."

__ADS_1


__ADS_2