
Melihat dua pusaran air raksasa sedang menerjang kearah dirinya.
Lu Sun mengerahkan tapak es abadi memukul kearah dua pusaran air itu hingga membeku tak bergerak.
Baru dia kembali memukulnya dengan keras menggunakan 18 Tapak Penahluk Naga, sehingga dua pusaran yang membeku itu hancur berantakan.
Di saat bersamaan Lu Sun melepaskan pukulan Kang Lung You Hui.
Sehingga pecahan es itu berubah menjadi jutaan pecahan es yang tajam bagaikan pisau membentuk dua ekor naga es yang terbentuk dari pecahan es tadi.
Serangan ini bila ditangkis dengan keras pasti akan membuat kulit dan daging lawannya mengalami luka goresan di sekujur tubuhnya.
Tapi gadis itu tidak tinggal diam, dia kembali membentuk gulungan ombak yang berubah menjadi perisai es.
Sehingga serangan Lu Sun kembali tertahan dan hancur berantakan, saat membentur dinding es, berbentuk gelombang samudra yang tinggi dan kuat.
Lu Sun bersikap waspada saat serangannya hancur gelombang itu pasti akan menelannya, sekali tubuhnya terbawa kedalam air habis lah dirinya, ditangan gadis cantik yang kelihatannya sangat mahir memainkan elemen air.
Lu Sun terpaksa menggunakan langkah ajaib dan Wu Ying Sui Sang Piau.
Secepatnya menghilang dari tempat tersebut
Lu Sun muncul diatas puncak gelombang dan melepaskan Jari matahari menyerang beberapa jalan darah ditubuh gadis itu.
Tapi sebelum serangan Lu Sun tiba, Gelombang air di bawah kakinya tiba-tiba naik puluhan kaki ingin menelannya.
Lu Sun terpaksa menarik pukulan nya kembali dan terbang ke angkasa dengan Jin Tou Yun.
Sebenarnya bila Lu Sun melepaskan jari penembus bumi gadis itu pasti langsung kalah.
Tapi Lu Sun tidak sampai hati membunuhnya, karena diantara mereka tiada dendam, justru Lu Sun lah yang datang kemari menganggu wilayah kekuasaan si gadis cantik ini.
Melihat Lu Sun terbang ke udara menjauhi danau sambil tertawa mengejek gadis itu masuk kembali kedalam air.
Seperti nya dia cukup puas berhasil mengusir Lu Sun menjauhi danau yang menjadi wilayah kekuasaannya.
Dia sendiri tidak mungkin mengejar Lu Sun yang beterbangan di udara.
Lu Sun tersenyum sambil melambaikan tangannya kearah gadis itu, untuk membuat nya jengkel.
Gadis itu mempelototi Lu Sun sambil meludah ke sampingnya,
"Cuihh..!"
Melihat hal itu Lu Sun pun menanggapinya dengan tertawa lebar.
__ADS_1
Tiba-tiba muncul sifat isengnya, setelah menunggu sampai gadis itu masuk kedalam air dan menghilang.
Lu Sun baru turun pelan-pelan mendarat di atas permukaan air berjalan-jalan di atasnya.
Saat gadis itu muncul dan menyerangnya Lu Sun akan kembali terbang ke angkasa.
Hal itu dilakukan berulang-ulang, hingga akhirnya gadis itu jengkel.
Dia keluar dari air dan berteriak marah,
"Apa yang kamu inginkan Bangs*t tidak tahu malu....!!"
"Tangkap lah aku kalau kamu bisa, kalau tidak aku akan terus menganggu mu, sampai kamu memberitahu aku siapa namamu."
ucap Lu Sun tertawa nakal.
Di dimensi ini penuh dengan Chi alam murni, jadi Lu Sun sangat bebas menggunakannya tanpa harus khawatir kehabisan Chi.
"Cuihh..! tidak Sudi..!"
ucap gadis itu marah sambil meludah dan membanting kakinya menahan kesal.
"Kamu bajingan cabul, aku lebih baik mati daripada memberitahu nama ku pada mu..!!"
Lu Sun hanya menanggapinya dengan tertawa terbahak-bahak...
"Terserah pada mu, kamu selalu memanggil ku bajingan dan bangsat, padahal aku memiliki nama."
"Sebentar lagi akan ku tunjukkan kepada mu apa itu bangsat dan apa itu bajingan...Ha..ha..ha..!!"
Lu Sun membuka celananya pura-pura ingin mengeluarkan Tongkatnya.
Gadis itupun menembakkan air yang diubah menjadi sebatang pedang yang terbentuk dari air menuju kearah Lu Sun.
Kemudian dia pun menenggelamkan diri nya masuk kedalam air.
Lu Sun sambil tertawa menyambutnya dengan Qian Kun Ta Lo Ih memindahkan pedang air itu menghantam keatas danau dan hancur kembali menjadi air.
Lu Sun terbang keatas tempat gadis itu muncul tadi dan kencing dari udara, air kencing Lu Sun turun bagaikan air mancur yang jatuh dari langit.
Gadis itu muncul dari tempat lain dan berteriak dengan sangat marah, dia telah kehabisan kesabaran nya dibuat Lu Sun.
"Bajingan...! ku berani mengotori danau ku manusia laknat ..!"
"Hari ini kalau aku tidak bisa menangkap dan menyiksa mu lebih baik aku mati..!"
__ADS_1
Gadis itu sekarang benar-benar naik pitam seluruh wajahnya merah padam.
Bagi Lu Sun kemarahan gadis itu malah membuat nya terlihat semakin cantik dan menawan.
Gadis itu kini membentuk jutaan pedang air yang dilesatkan kearah Lu Sun.
Lu Sun sambil tertawa, membentuk dinding perisai dari energi Bulan dan matahari miliknya.
Sehingga sebelum menyentuhnya pedang air sudah runtuh bagaikan tetesan hujan yang jatuh keatas danau.
"Bangsat..! pengecut kamu bukan laki-laki..!"
ucap gadis itu dengan sangat marah dan menunjuk Lu Sun.
Lu Sun sambil tertawa melayang turun didepan gadis itu dan berkata,
"Lelaki atau bukan harus menjadi istri ku dulu baru tahu, ku jamin kamu akan segera punya junior penjaga danau.."
Bajingan ..! bermulut kotor aku hari ini akan beradu nyawa dengan mu..!"
teriak gadis itu dengan sangat marah.
Dia langsung melesat menyerang Lu Sun dengan sepasang telapak tangan dan kakinya secara bertubi-tubi.
Bahkan tak jarang dia menggunakan rambutnya untuk menotok mata dan bagian tubuh Lu Sun yang lainnya.
Rambutnya dapat bergerak seperti ular hitam gemuk yang mematuk kesemua tempat ditubuh Lu Sun.
Untungnya Lu Sun tidak memiliki ilmu bersilat jjngki balik seperti Lu Fan, bila tidak gadis ini akan semakin di lecehkan oleh Lu Sun yang sedang kumat genitnya.
Kedua orang itu bergebrak dengan sangat seru, saling melepaskan pukulan dan tendangan.
Tapi tidak ada satupun serangan mereka berdua yang berhasil mengalahkan lawan mereka.
Tak terasa ratusan jurus pun berlalu, kedua orang itu masih berterbangan diatas danau dan saling serang.
Gadis itu kini mulai mengerahkan ilmu pengendalian tanaman rambat danau membantunya menangkap Lu Sun.
Lu Sun menjadi sedikit terdesak, karena dia harus membagi konsentrasi atas dan bawah.
Bahkan beberapa ekor ikan berukuran sebesar tubuh manusia sering terbang dari dalam air menubruk dirinya dari tempat tak terduga dan tiba-tiba.
Perkelahian keroyokan yang kurang imbang ini membuat Lu Sun kuwalahan menghadapi serangan gadis itu yang tidak pernah kendor sedikitpun.
Dalam satu kesempatan gadis itu berhasil mengikat sebelah kaki Lu Sun dengan pilar air dari bawah.
__ADS_1
Selagi Lu Sun terkejut kaki satunya lagi berhasil diikat oleh tanaman rambat dari dalam danau.
Memanfaatkan situasi ini gadis cantik itu memberikan dua tendangan kearah kepala dan dada Lu Sun.