KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMBALI KE AREA PARKIR


__ADS_3

"Kita akan ketinggalan kereta.."


ucap salah satu petinggi militer yang duduk di bangku utama.


Dialah Petrov Zulhenski yang selalu di cari dan di incar oleh Lu Sun.


Ternyata saat penyerangan yang Lu Sun lakukan aktor besar di balik semua kekacauan di Sin Jiang sedang tidak berada di sana.


Dia sedang berada di markas militer Rusia melakukan rapat militer .


Petrov Zulhenski menatap kearah rekan rekan yang ada di hadapannya dengan serius dia berkata,


"Kita harus berupaya sekuat tenaga, meminta dan membantu para ahli dan ilmuwan kita."


"Untuk menciptakan sesosok manusia yang kekuatan nya, bisa menandingi mahluk ciptaan negara China itu.."


Petinggi militer yang lain mengangguk setuju, lalu mereka semua pun membubarkan diri dari rapat itu.


Tersisa Petrov Zulhenski yang mempouse video rekaman Lu Sun, lalu dia membesarkan foto Lu Sun hingga wajah Lu Sun terlihat dengan sangat jelas olehnya.


"Kamu tunggu saja,... aku akan membalas mu.."


ucap Petrov Zulhenski dengan mata berkilat penuh ancaman.


Di tempat Lu Sun sendiri setelah berhasil membuat puluhan robot laba laba raksasa menjadi puing dan bangkai besi rongsokan.


Lu Sun terbang ke udara untuk kembali ke danau Kanas menemui Siau Yu.


"Siau Yu....! kamu di mana..!?"


teriak Lu Sun begitu mendarat ringan di tepi danau.


Tak lama kemudian dari tengah danau, terlihat Siau Yu berenang cepat menghampiri Lu Sun.


Melihat kedatangan Siau Yu Lu Sun tersenyum senang menatap mahluk itu.


"Tuan pakaian mu..?"


tanya Siau Yu setelah mendekat.


Lu Sun melihat kearah pakaiannya dia baru sadar, Lu Sun mengeluarkan satu set pakaian nya dari dalam gelang setelah berganti dia baru berkata,


"Di balik gunung ini adalah daerah Rusia, persenjataan militer mereka sangat kuat."


"Keadaan ku tadi adalah serangan yang mereka lancarkan dari atas langit, serangan itu sangat kuat dan cepat."


"Aku tadi sampai pingsan tidak sadarkan diri saat terkena serangan sinar merah dari langit."


"Lalu saat tuan pingsan apa mereka tidak mencoba menangkap Tuan..?'


tanya Siau Yu ingin tahu.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Untungnya saat mereka mengirim pasukan robot berbentuk laba laba, aku sudah keburu bangun dari pingsan."


"Sehingga berhasil menghabisi mereka baru kemari.."


ucap Lu Sun menutup ceritanya.


"Lalu bagaimana dengan orang-orang yang kabur dengan kapal selam itu. ?""


tanya Siau Yu kembali.


"Mereka semuanya tewas tak bersisa, terkena imbas benturan kekuatan ku saat bertemu dengan sinar merah yang datang dari langit."


ucap Lu Sun menjelaskan.


"Bagaimana dengan keadaan di bawah sana,? apa jalan rahasia mereka sudah berhasil kamu tutup ?"


tanya Lu Sun.


"Sudah tuan, aku sudah menghancurkan semua jalan rahasia nya, hanya istana itu sengaja tidak ku hancurkan."


"Karena di sana bisa di gunakan oleh tumbuhan dan ikan untuk bersembunyi dan berkembang biak menjadi habitat baru."


ucap Siau Yu memberi penjelasan.


"Siau Yu, aku masih ada tugas lain, kita terpaksa berpisah sampai di sini."


ucap Lu Sun sedikit sedih dan tidak rela.


Siau Yu menatap Lu Sun dengan penuh harap dan berkata,


Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,


"Bukannya aku tidak ingin, tapi lihat tubuh mu yang begitu besar, lagi pula kamu tidak akan bertahan bila hidup lama di daratan.."


"Bagaimana cara aku bisa membawa mu, bahkan bila aku mau sekalipun aku tidak bisa membawa mu.. karena alasan itu.."


"Tuan tuan ku pernah mengajari ku berubah menjadi kecil, aku sudah lama tidak mencobanya."


"Biar aku coba sekarang.."


ucap Siau Yu.


"Dia lalu merubah dirinya mengecil dan terus mengecil hingga berukuran sebesar dua ruas jari saja.."


"Bagaimana tuan apa seperti ini sudah bisa.?"


ucap Siau Yu menatap Lu Sun dengan penuh harap.


Lu Sun mengeluarkan sebuah botol kosong dari dalam gelangnya, kemudian dia mengisinya dengan air danau dan berkata,


"Siau Yu masuklah kemari.."


Siau Yu pun berenang masuk kedalam botol yang dipegang oleh Lu Sun.

__ADS_1


Setelah Siau Yu masuk kedalam botol kaca di tangan Lu Sun, Lu Sun pun mengeluarkan botol tersebut dari dalam air danau.


"Siau Yu aku akan membawa mu ke tempat tinggal ku, aku akan buatkan danau untuk tempat tinggal baru mu di sana, soal makan kamu tidak perlu khawatir."


"Tapi kalau masalah air aku kurang tahu, apakah kamu cocok atau tidak dengan air di tempat ku.


"Karena PH air di tempat ku jelas kalah jauh dengan PH air di tempat ini yang murni bersih alami dari mata air pegunungan langsung."


"Kalau tidak cocok ya terpaksa aku akan membawamu kemari lagi, kapan ada waktu baru aku akan mengunjungi mu sekali sekali.."


Siau Yu mengangguk gembira dan berkata,


"Terimakasih tuan berkat tuan aku jadi bisa melihat dunia luar.."


"Meski akhirnya kembali lagi kemari, aku pun tidak akan menyesal lagi.."


ucap Siau Yu antusias.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baiklah kalau begitu sekarang kita kembali ke tempat parkir area Scenery Spot danau Kanas."


Lu Sun terbang keudara sambil memegang botol yang berisi Siau Yu, Siau Yu menatap dengan takjub pemandangan di bawahnya saat dirinya berada di ketinggian.


Dia berenang kesana-kemari dalam botol dengan penuh semangat.


Lu Sun akhirnya mendarat ringan di dekat area parkir yang sepi, lalu dia berjalan mencari di mana tempat parkir mobil dan supir yang di sewa olehnya kemaren.


Setelah menghabiskan beberapa waktu mencari akhirnya Lu Sun menemukan mobil tersebut parkir di sebuah penginapan yang di bangun dekat tempat wisata danau Kanas.


Lu Sun pun berjalan menghampiri penginapan tersebut, di sebuah warung makan sederhana di depan penginapan.


Supir mobil rental yang mengantar Lu Sun, terlihat sedang asyik makan di sana.


Saat melihat kedatangan Lu Sun dia tersenyum lebar melambaikan tangannya kearah Lu Sun dan berkata,


"Bos ayo sarapan dulu, kemana aja kemaren ? ku kira bos sudah hilang di telan monster, ternyata masih hidup Syukurlah.."


Mendengar ucapan Supir itu, Siau Yu mendengus marah dan menabrak botol kaca dengan galak.


"Sembarangan bicara, kalau pun benar, kamu yang akan ku telan duluan.."


ucap Siau Yu tidak puas.


Tapi ucapan nya hanya terdengar oleh Lu Sun, supir itu sama sekali tidak tahu.


Setelah Lu Sun mendekatinya, supir itu malah menggunakan jarinya menyentil nyentil botol.


Dengan mimik wajah heran dan polos dia berkata,


"Ikan apa ini bos, kok bentuknya Lucu dan jelek amat..?"


Siau Yu dengan marah menabrak nabrak botol kaca dengan moncongnya.

__ADS_1


Tapi bagi supir itu, gerakan Siau Yu justru membuatnya semakin tertarik untuk menyentil botol kaca di tangan Lu Sun.


__ADS_2