
Tidak ada satu pun yang berani bergerak masuk menolongnya.
Melihat hal ini, tanpa banyak kata, Lu Sun langsung menerobos kerumunan, hendak masuk kedalam kamar ganti .
Tapi langkahnya terhenti, karena pintu masuk di jaga oleh beberapa murid kepercayaan guru Ken.
Kini Lu Sun pun tahu kenapa tidak ada yang berani masuk memberikan pertolongan kepada guru Ciu.
Rupanya mereka di halangi oleh beberapa murid nakal ini.
Lu Sun melangkah maju dan berkata,
"Minggir kalian.."
Beberapa di antaranya cukup akrab dengan Lu Sun, karena mereka termasuk murid yang mengikuti pelatihan olahraga yang Lu Sun ajarkan.
Mereka langsung bergerak menyingkir karena segan.
Tapi masih ada 10 murid berwajah sangar, yang tidak pernah mengikuti kelas apapun, selain kelas bela diri Guru Ken.
Hal ini pernah menjadi masalah, yang di sampaikan guru lain ke Pak Ma, tapi pak Ma terpaksa mengabaikannya.
Karena dia memerlukan guru Ken dan beberapa murid itu, sebagai perwakilan olahraga beladiri sekolah Kuang Ming.
Hanya tersisa cabang olahraga inilah, yang masih berhasil mempertahankan piala kemenangan buat sekolah.
Bila dia mengambil tindakan, dia takut piala saru satunya ini pun hilang.
Bila seperti itu, bisa bisa tunjangan pendidikan olahraga, yang setiap tahunnya mendapatkan gelontoran dana cukup besar dari pemerintah juga ikut hilang.
Hal inilah yang membuat pak Ma tidak berani ambil tindakan, hingga hari ini terjadi hal yang sangat memalukan ini.
Lu Sun terus melangkah tanpa memperdulikan kesepuluh murid yang menghadang didepan nya.
Saat mereka ingin menyerang Lu Sun, Lu Sun melepaskan aura naga nya.
Membuat kesepuluh orang itu jatuh bertekuk lutut di depan Lu Sun sambil memegang tenggorokan mereka..
Aura yang Lu Sun keluarkan membuat mereka sulit bernafas, merasa ada yang mencekik leher mereka, sehingga kesulitan bernafas.
Lu Sun terus melangkah masuk kedalam kamar ganti tanpa menghiraukan mereka.
Setelah Lu Sun melewati mereka dan menghilang kedalam kamar ganti, mereka baru bisa kembali bernafas lega.
Saat mereka sedang sibuk mengatur nafas yang hampir putus. tiba-tiba dari arah kamar ganti melayang sesosok tubuh keluar menabrak dinding di depan gang menuju kamar ganti.
__ADS_1
Tak lama kemudian dari dalam kamar ganti melangkah keluar sesosok tubuh tinggi besar dengan rambut putih panjang terurai bebas.
Sosok itu menggendong seorang gadis, yang meringkuk ketakutan sambil menangis menyembunyikan wajahnya dalam pelukannya.
"Guru Ken manusia sampah, kamu pernah bilang Tai Chi China tarian Nenek Nenek."
"Ini baru permulaan, bila ingin tau lebih banyak, ku tunggu kamu di aula bawah.."
"Itu pun kalau kamu bernyali, tapi kurasa...ha...ha...ha..!"
"Karena pria Jepang hanya berani sama wanita..."
ucap Lu Sun tertawa mengejek.
Lu Sun mulai membenci orang Jepang, karena dalam dua kali pertemuan nya, mereka tidak ada yang memberi kesan baik padanya.
Setelah itu Lu Sun melangkah keluar dari kamar ganti, meninggalkan guru Ken yang sedang berusaha bangkit dengan pandangan mata masih berkunang kunang.
Kepala dan punggungnya yang membentur dinding masih terasa nyeri dan berdenyut denyut .
Lu Sun berjalan menghampiri beberapa guru wanita yang ada di sana dan berkata,
"Tolong bantu rawat dan jaga guru Ciu dengan baik."
Lu Sun hendak menurunkan guru Ciu dan menyerahkan diri nya, pada guru Lim guru Lin guru Huang dan beberapa guru wanita yang lain.
Tapi gerakan Lu Sun terhenti, karena guru Ciu tidak bersedia melepaskan pelukannya.
Dia masih tetap melingkarkan tangannya di leher belakang Lu Sun dengan erat sambil menyusupkan kepalanya di dada Lu Sun.
"Guru Ciu kamu tenang saja, kini sudah aman, ikut lah dengan guru Lin dan yang lainnya, agar mereka bisa merawat mu dengan lebih leluasa.."
ucap Lu Sun berbisik lembut di dekat telinga guru Ciu., mencoba meyakinkannya.
Tapi gadis itu menggelengkan kepalanya dengan keras dan mempererat pelukannya.
Lu Sun menjadi sedikit terkejut dan agak tidak enak hati, bagaimana pun Guru Ciu ini meski mirip Ying Ying tapi dia jelas bukan Ying Ying.
Lu Sun menatap guru guru wanita di hadapannya dengan tak berdaya dan berkata,
"Mungkin guru Ciu masih trauma, biarlah dia ikut dengan ku."
"Nanti bila sudah lebih tenang, baru kalian membantunya.."
ucap Lu Sun kemudian melangkah meninggalkan ruangan lantai dua .
__ADS_1
Lu Sun berjalan ketengah lapangan menghampiri murid muridnya yang sedang asyik berlatih Tai Chi.
"Guru Ciu murid murid kita sedang berlatih di sana, aku menemani mu duduk di pinggir lapangan saja ya..?"
ucap Lu Sun lembut.
Sekali ini guru Ciu tidak menolak, dengan wajah merah dia mengangguk kecil dan berkata,
"Guru Lu terima kasih banyak, tolong turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri kesana.."
Lu Sun menurunkan guru Ciu pelan-pelan kemudian memberi kode kepada beberapa guru wanita lain agar maju membantunya.
Mereka dengan sigap maju memapah guru Ciu, yang kaki dan tangan masih terasa lemas dan sakit sakit.
Akibat meronta sekuat tenaga, melawan guru Ken yang hendak memperkosanya secara paksa.
Setelah menyerahkan guru Ciu ke para rekan guru wanita, Lu Sun kembali ketengah lapangan berdiri gagah dengan sepasang kaki terpentang lebar.
Menanti kedatangan guru Ken, yang terlihat sangat marah dan kesal dengan perbuatan Lu Sun si kakek tua.
Yang tiba-tiba datang menyerangnya dari belakang, sehingga tubuhnya terhempas keluar dari kamar ganti dan menabrak dinding.
Padahal sedikit lagi, dia hampir berhasil melucuti, dan menikmati tubuh bagian atas guru Ciu yang indah.
Sambil berjalan mendekat kearah Lu Sun, guru Ken berteriak,
"Bagero,...! berani kamu menyerang ku dari belakang saat aku kurang waspada.!"
"Nah rasakan ini,...!"
ucap guru Ken sambil menerjang kearah Lu Sun.
Dengan gerakan tubuh seperti terbang dia melompat keatas Lu Sun menghantamkan tinjunya sekuat tenaga kearah wajah Lu Sun.
Saking kuatnya pukulan tersebut, sampai terdengar suara angin pukulan nya bercuitan , saat pukulan keras itu di lepaskan.
Selain itu dengkulnya juga ikut bergerak menabrak kearah dada Lu Sun.
Lu Sun mencampur jurus Tai Chi dengan tenaga 9 matahari dan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa.
Untuk menyambut serangan brutal yang di lepaskan oleh guru Ken kearahnya.
Dengan sedikit memiringkan tubuhnya ke samping, Lu Sun dengan sigap tangan kanannya, menangkap 'pergelangan tinju Guru Ken yang lewat didepan mukanya .
Lalu menarik dan melemparnya kearah depan,. sedangkan tangan kiri Lu Sun mencengkram celana guru Ken dari arah belakang, dan membantu melempar nya kedepan.
__ADS_1
Dengan memanfaatkan kekuatan serangan guru Ken, Lu Sun hanya perlu menambah sedikit tenaga, sudah berhasil membuat tubuh Guru Ken terbang kedepan.