
"Bila beruntung bisa mati dalam pelukan mu, dan mendapatkan tetesan air mata mu, aku akan pulih total."
"Bila dalam kondisi lain aku tewas tanpa mendapatkan airmata dan pelukan mu, maka dalam 1/2 jam aku tetap akan sirna.."
"Karena aku tidak bisa menunggu 1000 tahun disana, di mana aku akan kehilangan semua orang terdekat ku, dan setiap hari mendengar keluhan kesedihan mu."
"Maka tiada pilihan lain, aku harus ambil resiko keluar dari tempat itu untuk menemui mu..setiap hari.."
ucap Lu San menutup ceritanya.
"San ke ke Dewi sangat cantik ya, ? aku pasti kalah jauh darinya,.. ya ? Bila Dewi setelah menolong mu, meminta mu menjadi suaminya menemaninya hidup abadi di sana, apakah San ke ke masih akan...?"
tanya Deborah tiba tiba.
Lu San membawa Debby masuk kedalam halaman rumah Debby yang luas, Lu San memilih mendudukkan Debby di sebuah ayunan.
Lalu dia duduk diatas rumput menghadap kearah ayunan tersebut dan berkata,
"Dewi memang sangat cantik, namanya juga Dewi, mungkin hanya mama Giok yang bisa menandingi kecantikan dan kelemah lembutan Dewi."
"Dewi memang ada menawarkan hal itu pada ku, agar menemaninya hidup bersama di sana, aku tidak tahu Dewi sedang menguji ku atau tulus ingin menyukai ku."
"Tapi yang jelas aku langsung menolaknya, karena di hati ku cuma ada Dewi Coy Pan ku ini.."
ucap Lu San sambil tersenyum.
"Jadi maksud mu, kamu cuma ingat dan suka sama Coy Pan ku saja..?"
"Dasar..?"
ucap Debby kesal sambil melempar handuk kecil untuk lap keringatnya ke arah wajah Lu San.
Lu San menerimanya lalu mencium handuk itu dan berkata,
"Wah wangi benar keringat mu..?"
"Ya ya lah masih baru belum ke pake.."
ucap Deborah makin kesal dan wajahnya sudah cemberut habis.
Lu San buru buru duduk di sampingnya dan berbisik ditelinga Debby,
"Aku cuma bercanda saja, yang jelas aku memilih menolak Dewi, karena di dalam hati ku selamanya cuma ada kamu.."
"Bohong aku gak percaya, kamu cuma sukanya sama Coy Pan ku saja.."
ucap Debby sambil membalikkan badannya memunggungi Lu San.
__ADS_1
"Aku tidak bohong sayang, aku memang sangat mencintai mu, bila tidak coba kamu pikir bagaimana aku bisa pulih oleh pelukan dan tetesan air mata mu..?"
"Coy Pan kan gak bisa meluk, juga gak bisa ngeluarin air mata.."
"Kalau bisa dia pasti akan menangis setiap saat, karena habis kamu kukus terus jadi santapan ku, besoknya nasibnya berakhir di kakus berkumpul dengan kotoran segala jurusan..."
ucap Lu San tanpa dosa.
Debby menahan senyum, mendengar ucapan Lu San, tapi dia tetap berpura-pura galak dan berkata,
"Malas meladeni mu, gak lucu..aku mau pergi masak saja.."
Lu San tahu Debby pasti sudah gak marah lagi, karena mau pergi masak untuknya, bila masih marah tidak mungkin dia mau pergi masak untuknya.
Lu San buru buru berlari kecil menyusul Debby di belakangnya.
"Kamu kenapa mengikuti ku kedapur !?"
"Bukannya pergi temui kedua orang tua ku, memberi salam.pada mereka..!?"
tegur Debby berpura-pura galak, karena dia masih cemburu dan jengkel dengan pengakuan Lu San tentang Dewi Cinta sungai Thames.
Lu San menghentikan langkahnya dan berkata, dengan bingung.
"Dengan berpakaian begini ? apakah bisa..?"
"Ya sudah, nanti selesai makan baru aku akan pergi cari baju untuk mu.."
"Kalau begitu aku jadi begini saja, agar bila kepergok orang tua mu tidak malu maluin.."
ucap Lu San kemudian berubah menjadi seekor anjing putih kecil yang lucu.
Debby sekali ini tidak merasa jijik lagi, sambil tersenyum dia membungkuk, .mengambil dan menggendong anjing kecil itu kedalam pelukannya.
Kemudian sambil tersenyum gembira, dia terus berjalan menuju halaman samping.
Setelah melewati pintu samping rumahnya, Deborah menggendong anjing kecil itu masuk kedalam lift menuju lantai dua di mana kamarnya berada.
Deborah membawa anjing kecil itu langsung masuk kedalam kamar pribadinya, setelah mengunci pintu, dia baru meletakkan anjing kecil itu di kasurnya yang wangi dan empuk.
Lu San langsung merubah kembali menjadi wujud aslinya, sambil berbaring santai di kasur Deborah dia berkata,
"Mau ikut baring baring gak, seperti papi dan mami..?"
"Bukannya tadi kamu bilang laper ? kalau baring di sini gak akan ada makanan nanti..?"
ucap Debby sambil tersenyum .
__ADS_1
"Sebentar kan gak papa.."
ucap Lu San sambil memainkan alisnya naik turun sambil tersenyum.
Debby menggelengkan kepalanya melihat sikap Lu San yang lucu dan nakal.
Tapi dia tidak menolak malah menuruti permintaan Lu San, ikut naik ke kasurnya dan berbaring dalam pelukan Lu San.
"San ke ke yang melukai mu dengan panah kemaren jelas bukan Donnie, dia pasti punya komplotan nya.."
"Saat keJepang nanti kamu harus hati-hati dengan racun bunga lima warna yang bisa melemahkan kekuatan mu.."
"Musuh sudah mengetahui kelemahan mu, kamu harus sangat berhati-hati di sana..aku sedikit mencemaskan mu bila bergerak sendirian.."
ucap Deborah pelan.
"Jangan khawatir ,sayang, aku bisa jaga diri dan akan selalu hati hati kamu tidak perlu khawatir."
ucap Lu San sambil membelai rambut kekasihnya.
Sesaat kemudian ngobrol ngobrol, Deborah menyadari Lu San sudah tertidur pulas.
Dengan perlahan-lahan dia melepaskan pelukan Lu San.
Lalu meninggalkan kamar nya diam diam langsung pergi masak kedapur.
Deborah terlihat cukup sibuk, setiap selesai satu menu, dia akan langsung mengirimnya ke kamarnya langsung lewat lift kecil khusus untuk antar makanan.
Sampai di kamar Deborah, ada cepitan otomatis mirip tangan, memindahkan masakan dalam lift ke meja kosong didepan pintu lift kecil tersebut.
Setelah memindahkan makanan dalam lift ke meja, lift itu baru bergerak turun kembali ke bawah secara otomatis.
Lu San yang tertidur pulas, menjadi terbangun karena ada bau wangi masakan yang masuk kedalam hidungnya.
Setelah bangun melihat ada macam macam macam masakan lezat di hadapannya, tanpa banyak pikir.
Lu San langsung ambil kursi duduk di hadapan meja depan lift, dia langsung makan dengan lahap.
Meski banyak macam masakan enak Lu Fan paling suka dengan Coy Pan buatan Deborah.
Meski hampir semua masakan dia cicipin.
Tapi hanya piring berisi Coy Pan yang ludes tanpa sisa.
Saat Deborah kembali ke kamar, dia tersenyum senang melihat hasil masakan di makan dengan lahap oleh Lu San.
"San ke ke, tadi saya suruh paman Wong pergi Carikan beberapa baju dan celana panjang ukuran Big Size coba kamu tes cocok tidak.."
__ADS_1