KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KENALAN LAMA MAMI DEBORAH


__ADS_3

Deborah sempat melihat sekilas boarding pass Donnie Yen tadi, ternyata Donnie Yen secara kebetulan adalah teman sebangku nya nanti di dalam pesawat.


Di dalam hati dia merasa senang tapi di saat bersamaan juga merasa sedikit bersalah dengan kekasihnya.


"Debby kamu apa apaan sih ? ingat kamu sudah ada kak San, jangan berpikiran macam-macam lagi.."


ucap sebuah bayangan berbaju putih dan bersayap menegur Deborah.


"Peduli amat, pria ini begitu tampan dan menarik, kesempatan tidak datang dua kali."


"Lihat dia juga kelihatannya sangat tertarik dengan mu, apa salahnya kamu sedikit mengenal lebih dekat padanya, sehingga ada pilihan buat memilih.."


"Mumpung masih muda buat apa berpikir banyak nanti nyesal..'


ucap sebuah bayangan yang mengenakan baju hitam mengingatkan Deborah.


Deborah jadi bingung tidak tahu harus berbuat apa.


Di saat dirinya sedang kebingungan, Donnie Yen kembali berkata,


"Debby kamu sedang memikirkan apa ?"


Pertanyaan Donnie Yen berhasil menarik Debby kembali kealam nyata.


Debby kembali membenahi rambutnya menutupi groginya, kemudian berkata,


"Tidak apa-apa, kamu berangkat ke London dalam rangka apa ?"


Debby mengalihkan pertanyaan, karena dia tidak ingin diketahui sikap bimbang nya tadi.


"Aku,..aku dalam rangka wisata sekaligus studi tur seorang diri.."


ucap Donnie Yen.


"Kamu sering ke London,?"


tanya Deborah sambil memperbaiki posisi duduknya agar lebih nyaman ngobrol dengan Donnie Yen.


Donnie Yen menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ini yang pertama, aku buta sama sekali dengan London sedikit pengetahuan yang ku tahu, hanya kudapatkan lewat google saja.."


"London itu besar dan luas, bila gak tahu jalan atau apapun, kamu bisa tersasar dan jadi sasaran empuk kriminalitas.."


ucap Debby mengingatkan.


"Ohh ya,.. ku pikir di negara besar seperti itu, kehidupannya begitu teratur tentu akan sulit menemukan kriminalitas di sana.."


"Ternyata tetap ada juga ya..?"


ucap Donnie Yen kecewa.


"Kamu sendiri sering kesana, kok kelihatannya tahu cukup banyak tentang keadaan di sana ."


"Aku di besarkan di sana, saat SMP kelas 2 aku baru pindah ke Nan Jing ."


ucap Debby sambil tersenyum dan kembali membenahi rambutnya yang jatuh.


"Lagi lagi deh..keparat..!"

__ADS_1


umpat Lu San keki.


Karena sejak kemunculan Donnie Yen, Lu San jadi tidak bisa beristirahat dengan tenang, setiap saat haru melompat menghindar ke sana ke


Untuk menghindari pergerakan jari tangan Debby yang sedang membenahi rambutnya sendiri karena grogi.


"Lalu kamu kali ini pulang ke London dalam rangka apa..?"


tanya Donnie Yen.


"Sekolah libur, jadi aku di jemput orang tua ku untuk pulang bersantai di rumah.."


"Bagaimana bila kita tiba di London nanti kamu jadi tur guide ku, kita bisa jalan jalan bersama tentu akan sangat menyenangkan..?"


ucap Donnie Yen bersemangat.


"Ini..."


ucap Debby sedikit ragu


Melihat Donnie Yen yang terlihat begitu bersemangat, Debby merasa tidak enak hati untuk menolaknya.


Di hati kecilnya juga ada dorongan kuat dan rasa penasaran ingin mengenal lebih dekat Donnie Yen.


Bila mereka bisa jalan jalan bersama melewatkan masa liburan ini, tentu adalah suatu pengalaman yang menyenangkan.


Tapi di sisi lain, bila teringat dengan Lu San, Deborah sedikit merasa bersalah.


Bukankah dari awal dia yang sangat ngebet dan ingin mendapatkan Lu San.


Tapi kini setelah dia mendapatkan nya, perasaan nya begitu cepat sudah berubah dan langsung tertarik dengan pria di hadapannya ini.


"Debby ayo, panggilan boarding sudah terdengar.."


"Kita harus segera masuk ke pesawat.."


ucap Mami Deborah yang terlihat terburu buru.


Deborah mengangguk kemudian berdiri dari duduknya meraih tasnya, kemudian dia berkata,


"Kak Donnie kita masuk ke pesawat dulu, tawaran tadi akan ku pertimbangkan.."


"Siapa dia,..nak..?"


tanya Papa Deborah sambil mengangguk kecil kearah Donnie Yen.


Donnie Yen buru-buru berdiri dari kursinya, sambil tersenyum simpatik, dia mengulurkan tangannya menyalami papa Deborah dan berkata,


"Nama saya Donnie Yen Ce Tan, panggil saja saya Donnie, om."


Setelah itu Donnie Yen menyalami maminya Deborah, tapi saat berjabat tangan tanpa melepaskan pegangan tangannya dia berkata,


"Tante Christy Chung kan..masih ingat tidak dengan Donnie.."


Mami Deborah sedikit terkejut, dia memperhatikan lebih teliti tapi dia tetap tidak ingat.


Sambil tersenyum ramah dan sedikit mengerutkan alisnya, mami Deborah berkata.


"Maaf Nak Donnie Tante tidak ingat, maklum sudah tua.."

__ADS_1


Donnie Yen masih tetap tidak melepaskan pegangan tangannya, malah dia kini menggunakan tangannya yang lain menepuk punggung tangan mama Deborah dan berkata,


"Aku tidak setuju, menurut ku Tante tidak berubah masih awet muda dan tetap sama cantiknya seperti dulu, hanya saja Donnie yang kurang berkesan di mata Tante.."


"Tante masih ingat dengan Naomi di pulau Hawai, pemilik resort tempat Tante biasa menginap..?"


ucap Donnie sambil tersenyum dan berusaha mengingatkan.


"Ahhh...! kamu Donnie yang pernah menyelamatkan Tante saat hampir tenggelam terbawa arus laut.."


"Ka..kamu sudah sebesar ini, dan terlihat sangat tampan..."


ucap mama Deborah gembira, kini dia mulai ingat.


Donnie Yen tersenyum lebar, kini dia baru melepaskan pegangan tangannya dan berkata,


"Tante bisa saja,.. Donnie ya tetap Donnie, yang dulu mana ada berubah."


"Paling paling sedikit lebih tinggi dan putih karena sejak di Nanjing aku sudah jarang berjemur.."


"Ayo Tante kita masuk bareng ke pesawat, sini tasnya biar Donnie bantu.."


ucap Donnie Yen kemudian membantu membawakan tas koper milik mama Deborah.


"Ehh gak usah nak Donnie Tante bisa sendiri.."


ucap mama Deborah mencoba menolak karena merasa tidak enak hati.


"Gak papa Tante , sekalian jalan.. Donnie kebetulan juga akan berangkat dengan pesawat yang sama...ayo Om Tante..kita kedalam.. sama sama.."


ucap Donnie sambil tersenyum simpatik.


Sambil berjalan menuju pesawat mama Deborah yang berjalan di samping Donnie berkata,


"Donnie ibu dan ayah mu apa kabar..?"


Donnie mengenakan kacamata hitam nya kembali kemudian berkata,


"5 tahun yang lalu pulau Hawai di singgahi oleh perompak Somalia, petugas keamanan tidak berdaya melawan mereka."


"Dalam insiden tersebut kedua orang tua ku telah meninggal 5 tahun yang lalu."


"Aku yang berhasil selamat di bawa oleh paman ku ke Nanjing, paman membuka restoran Jepang di Nanjing.."


"Ahh maaf Tante tidak sengaja malah membuka luka lama mu.."


ucap mama Deborah merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa Tante, itu bukan masalah.."


ucap Donnie Yen tenang.


Deborah dari sisi belakang menatap Donnie Yen dengan perasaan iba dan bersimpati.


"Nak Donnie ke London dalam rangka apa ?"


tanya mama Deborah mengalihkan topik pembicaraan.


"Dalam rangka liburan dan jalan jalan saja Tante."

__ADS_1


__ADS_2